Toko Vinyl Tua

10.7K 221 4
                                        

Semenjak pertemuan-pertemuan aneh itu terjadi, Navira mulai merasa hidupnya seperti sedang dipermainkan oleh semesta secara halus, karena terlalu mustahil untuk disebut kebetulan, namun juga terlalu samar untuk disebut disengaja, dan Arshaka selalu muncul di waktu-waktu yang tidak tepat, itu sangat membuat jantungnya tidak tenang.

Seperti sore itu, Navira sedang berdiri di toko vinyl tua dekat kawasan kota lama, tempat yang bahkan jarang diketahui orang seusianya, tempat itu sempit, dipenuhi aroma kayu tua dan lagu-lagu lawas yang mengalun pelan dari speaker usang di sudut ruangan.

Ia datang ke sana hanya karena ingin kabur sebentar dari dunia, tangannya sedang sibuk membolak-balik piringan hitam lama ketika suara seseorang terdengar dari rak sebelah.

“Kamu juga suka datang ke tempat seperti ini ya?”

Navira langsung menoleh, lalu menghela napas panjang begitu melihat siapa orangnya.

“Kenapa sih mas selalu muncul dimanapun aku berada?”

Arshaka berdiri beberapa langkah darinya dengan hoodie hitam dan tangan dimasukkan ke saku celana, ia terlihat tidak serapi biasanya, rambutnya sedikit berantakan, yang membuat lelaki itu terlihat jauh lebih muda dari biasanya.

“Aku juga mau nanyain hal yang sama, kok bisa ya kita ketemu terus?.”

Navira memutar bola matanya kecil, tetapi sudut bibirnya tidak bisa berhenti naik, Arshaka berjalan mendekat sambil melihat-lihat rak vinyl di depannya, gerak-geriknya santai, seolah keberadaan mereka di sana memang sesuatu yang normal, padahal tidak, karena sejak kapan dua orang bisa terus bertemu di tempat-tempat random seperti ini secara kebetulan?

“Mas suka musik kek gini ya?”

Arshaka mengangguk kecil. “Iya, karna lebih jujur.”

Navira mengernyit. “Musik bisa jujur?”

“Bisa.”

Lelaki itu mengambil satu vinyl lama yang ada didepannya lalu memperlihatkan sampulnya pada Navira.

“Lagu sekarang memang terdengar indah, tapi lagu lama lebih terdengar tulus.”

Kalimat itu membuat Navira diam beberapa detik, Arshaka selalu berbicara seperti seseorang yang menyimpan terlalu banyak hal di kepalanya, sementara Navira selalu lemah terhadap orang-orang seperti itu, mereka akhirnya terjebak di tempat kecil itu hampir satu jam lamanya. Awalnya hanya membahas musik, lalu melebar ke film lama, buku, kota-kota yang ingin dikunjungi, sampai hal-hal random yang bahkan tidak penting.

Dan anehnya, semuanya terasa mengalir, seolah mereka memang sudah saling kenal cukup lama, sampai sebuah lagu lawas tiba-tiba diputar dari speaker tua di sudut ruangan, Arshaka yang sejak tadi berdiri di samping Navira mendadak menoleh pelan.

“Kamu tahu lagu ini?”

Navira mengangguk kecil. “Papa aku suka putar lagu jni dulu.”

Arshaka tersenyum tipis, lalu tanpa aba-aba, lelaki itu mengulurkan tangannya ke arah Navira.

“Mau dansa?”

Navira langsung membulatkan mata.“Di sini?”

“Sepi.”

Angel Heart Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang