16

5.7K 140 5
                                        

Sasya tampak jauh lebih tenang setelah komentarnya viral kemaren, satu sekolah benar-benar geger, orang-orang berhenti membicarakan dirinya dengan nada menghina, kini mereka justru sibuk menebak-nebak hubungan Sasya dan Dani.

Beberapa orang bahkan percaya begitu saja dan lainnya masih meragukan, namun Sasya tidak peduli.
Itulah tujuannya, membungkam semua orang dan ia berhasil.

Saat jam pulang sekolah Sasya berjalan menuju parkiran bersama Syifa, hari terasa lebih ringan sampai ia melihat seseorang bersandar santai di mobilnya, seperti biasa, orang itu adalah Dani.

Tangannya masuk ke saku celana, tatapannya lurus pada Sasya, Syifa yang menyadari itu langsung mendesah panjang.

“Nah lo urusin pacar kontrak lo San!"

Sasya menatap Syifa tidak percaya.“Lo jahat banget.”

“Good luck.”Syifa masuk ke mobil lebih dulu dan pergi meninggalkan Sasya sendirian.

Sasya berjalan mendekat dengan wajah waspada.“Lo ngapain?”

Dani menatapnya beberapa detik lalu tertawa kecil.“Gue cuma mau konfirmasi.”

“Konfirmasi apa?” Sasya mengernyit.

Dani melangkah mendekat perlahan. “Gue beneran pacar lo sekarang?”

Sasya benar-benar tidak punya jawaban, tatapan mereka bertemu cukup lama, kali ini tidak ada candaan, tidak ada godaan receh, tidak ada senyum menyebalkan hanya keheningan yang terasa aneh.

Dani berjalan mendekat perlahan, berhenti tepat di depan Sasya.

“Lo bikin hidup gue rame banget ya.” Kata Dani

Sasya menatapnya tanpa berkedip.“Lo marah ya karena komentar gue?”

Mendengar jawaban itu Dani justru tertawa kecil, tawanya pelan.

“Harusnya gue marah.” Ia menunduk sedikit agar sejajar dengan wajah Sasya.

“Tapi anehnya..” Tatapannya jatuh tepat ke mata Sasya.

“Gue malah seneng nama gue ada di komentar lo itu.” Lanjutnya.

Jantung Sasya berhenti selama sepersekian detik, udara di sekitarnya mendadak terasa terlalu sempit, ia gelagapan dan langsung masuk kemobil yang ada di belakangnya, Dani hanya tersenyum melihat tingkah Sasya.

✨✨✨✨

Sekarang sekolah mulai terasa seperti tidak punya ruang untuk tenang, bukan lagi sekadar bisik-bisik di koridor, sekarang semuanya sudah berubah jadi bahan pembicaraan terbuka, nama Sasya hampir selalu muncul di setiap sudut, di kantin, di kelas, bahkan di grup kelas yang biasanya hanya berisi tugas dan jadwal pelajaran.

Dan Sasya sendiri? Ia tetap datang ke sekolah seperti biasa seolah tidak terjadi apa-apa, ia duduk di bangkunya, mengerjakan tugas, menjawab guru, bahkan masih bisa tertawa kecil saat Sonya berisik membahas hal sepele.

Tapi ada satu hal yang berubah ia tidak lagi menjelaskan apa pun, tidak lagi membantah bahkan tidak lagi peduli. Syifa memperhatikan itu sejak awal, Sasya bukan lemah justru sebaliknya.

Di jam istirahat, Dani muncul lagi, kali ini tanpa basa-basi ia langsung duduk di meja kantin yang sama dengan mereka, seolah itu hal paling normal di dunia.

Disana Sonya langsung menatapnya tajam. “Lo ngapain sih tiap hari muncul kayak hantu?”

" Gue kan pacarnya Sasya" Jawab Dani dengan tersenyum santai.

Fitri langsung tersedak minuman. “HAH?”

Syifa menatapnya tajam. “Lo kurang kerjaan atau emang otak Lo yang udah error?”

Dani menoleh ke arah Sasya yang sejak tadi hanya diam.

“Kan adek lo sendiri yang bilang kami punya hubungan, jadi ya ini kerjaan gue sekarang, mengunjungi pacar gue” kata Dani

Sasya tetap makan dengan tenang, ia tidak menoleh sama sekali, lalu Dani sedikit mencondongkan tubuh sambil menatap Sasya

“Jadi gue cuma lagi jalani peran gue sebagai pacar yang baik.”

Sasya langsung berhenti makan, ia menghela napas pelan.

“Dani.” panggilnya dengan suara yang datar.

"Iya sayang" Jawab Dani dengan tidak tahu malunya.

“Gue nggak punya energi lagi buat debat sama lo.”

Dani tersenyum kecil. “Tapi lo punya energi buat bikin satu sekolah percaya kita pacaran.”

Sasya akhirnya menatapnya, tapi bukan dengan emosi, lebih seperti bosan.

“Terserah Lo aja deh, lakuin apa yang mau lo lakuin.”jawab pasarah Sasya.

Kalimat itu justru membuat Dani berhenti sebentar, kemudian ia tertawa kecil lagi, menutupi sesuatu yang tidak ingin ia tunjukkan.

“Gue suka lo yang kayak gini.”

Sasya kembali makan, “Sayangnya gue nggak suka lo.”

Dan di hari itu, akun gosip sekolah kembali aktif, postingan baru muncul saat jam pelajaran terakhir, foto Sasya dan Dani di kantin, foto Sasya dan Dani di depan loker, semua itu terlihat seperti pasangan yang memang sering bersama.

Captionnya bahkan lebih provokatif dari sebelumnya.

"Fix pacaran beneran? soalnya Dani keliatan paling serius dibanding yang dulu."

Komentar langsung memanas lagi, nama Sasya kembali jadi trending di lingkup sekolah, gapi Sasya tetap tidak membuka ponselnya, ia hanya menutupnya di laci meja, seolah itu bukan urusannya.

Namun Dani berbeda, ia justru terlihat semakin sering muncul, ia menunggu di depan kelas Sasya, berdiri di dekat parkiran mobil Sasya, ia bahkan sengaja berjalan di belakang Sasya tanpa alasan jelas.

Dan hal itu cukup untuk membuat semua orang semakin yakin dengan satu hal bahwa Dani benar-benar sedang “mengklaim” sesuatu.

Saat bel pulang berbunyi, Dani berdiri di samping motor sekolahnya, Sasya baru keluar bersama Syifa dan teman-temannya, disituDani langsung menghampiri.

“Mau pulang bareng ga?”

Sasya berhenti, menatapnya sebentar, lalu menjawab ringan.“Gue punya kaki.”

Dani tersenyum. “Gue punya motor.”

"Gue punya mobil" lanjut Sasya.

"Gue punya Lo" sambung Dani yang membuat Sasya langsung berhenti.

Sasya terdiam beberapa saat, ternyata Dani jauh diluar dugaan Sasya.

"Ya? Kali ini aja, pliss kali ini pulang bareng gue, Lo ga pernah kan pulang naik motor, beuhhh seru, ayo" tanpa menunggu persetujuan Dani langsung menarik Sasya ketempat motor ninjanya terpakir.

Sasya benar-benar sudah kehabisan energi, dia lebih memilih untuk menurut saja kali ini, Dani memasangkan helm ke Sasya, dan mereka mulai beranjak dari sana.

Syifa yang menyaksikannya itu semua, "dia beneran ninggalin gue?"

"Keknya Sasya lupa deh kalau Lo saudaranya" sahut Fitri.

"Sesekali pulang sendiri, gapapalah" celetuk Sonya.

Sementara itu, tidak berselang beberapa menit akun gosip sekolah kembali mengunggah sesuatu yang baru, yaitu foto candid Sasya di parkiran bersama Dani, lebih tepatnya foto Dani yang sedang memasangkan helm ke Sasya.

Captionnya berubah, dan langsung heboh.

"Kalau ini masih dianggap ‘teman’, berarti kita semua buta."

Dan di sisi lain kota Rava yang baru selesai semifinal, membuka ponselnya di kamar hotel, matanya langsung menangkap unggahan itu, tidak ada ekspresi di wajahnya, tidak ada reaksi, hanya hening yang terlalu panjang, lalu ia mengunci layar, dan baru kali ini selama olimpiade ini fokusnya benar-benar hilang total.

✨✨✨✨✨

Angel Heart Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang