Cuaca sungguh lebih panas dari biasanya, naira berteduh di bawah kanopi taman pinggir jalan tak jauh dari sekolahnya
sebentar lagi sebentar lagi....
Gumam naira sambil sesekali menatap layar ponselnya hari ini vicky kembali dari singapore dan naira berniat menyambut di bandara, vicky tak tak tahan mendengar nai teru merengek pada rio dan alres menanyakan kapan kepulanganya, akhirnya vicky memberi tahu naira, keesokan paginya saat nai mau berangkat sekolah, alres dan rio berjanji menjemputnya di sekolah pulang nanti namun belom juga terlihat, sementara sahabatnya sudah pulang terlebih dahulu. tak berapa lama sebuah ferrari metalik berhenti didepan naira tanpa menunggu naira bangkit wajahnya memperlihatkan kelegaan hati.
"Hey princes udah dari tadi?? " alres menyapa
" belum kok kak, emm mana kak rio?"
"Tuh molor palingan kecapean jadi aktor baru diaa, "
"Semalaman ada syuting kak? "
"Heeh, yuk vicky hampir landing loh"
Naira tak menjawab lagi buru buru masuk mobil alres, menoleh kebelakang sebentar menatap rio yang terlelap kelelahan
" kasihan ya kak, kak rio? "
" iya sih tapi kan emang kerjaanya di entertaiment nai, "
Naira tak lagi menanggapi matanya menatap kejalanan yang dilewatinya, masih tergambar jelas diwajah tampanya kelelahan, sekembalinya dari eropa rio banyak dapat tawaran main film, itu berkat keluarganya yang notabene entertainer terkenal dan memiliki agensi yang cukup pesat.
"
Kak apa kak vicky masih marah sama nai ya? "
"Hmmm? Emang kamu nglakuin apa sih princesku? Gak ada yang boleh marahin kamu termasuk vicky"
"Kakak"
"Iya kakak kamu itu gak cuma vicky ngerti? Ada gue rio, frank, kent, dll tenang deh mereka sayang sama kamu jangan khawatir. "
"Nai tau tapi kan kalian bukan kakak asli nai, "
"Ooowh jadi kamu gak nganggep kami kakak? Ok finee.. " alres memasang wajah ngambek, dalam hatinya membatin kamu juga bukan adik kandung vicky nai,
"Kakak maaf bukan gitu! "
"Denger ya nai kita itu nganggep kamu adik kita sendiri meskipun kita tak bisa full kayak vicky jagain kamu jangan pernah ngomomg gitu, jangan berpikir seolah olah kita hanya sebatas kamu adik temen gue, dan perlu kamu tau vicky mau melakukan apapun hanya demi melihat senyum kamu!vicky sayang banget sama kamu jangan sampai kamu salah mengartikan kemarahan vicky dia gak mau kamu kenapa napa oke? "
"I, iya kak"
Naira menjawab lirih nyaris tak terdengar alres tak ada lagi perbincangan mereka sampai mobil memasuki area bandara,
"Kak rio bangun dong udah sampai"
Naira menggoyang goyang lengan rio yang terkulai
"Iih kak al ini gak mau bangun"
" udah tinggalin aja nai, "
"Tapi kasihan kak, kak rio ayo dong "
"Errrmmm, bentar lagi, "
"Kakak!!! bangun dong, Ini dah di bandara! "
"Whaaaat eeh oke oke! "
Rio membelalakan matanya dan menguap keluar dari mobil
"Nai gue udah bangun ayok"
"Nah gitu dong yuk"
"Alres mana nai? "
"Tadi katanya mau ke toilet bentar"
"Kita tunggu sini dulu ya nai"
rio mengajak nai masuk ruang tunggu bandara dan duduk diruang itu, rio kembali memejamkan mata dan naira menyandar di bahu rio sambil memainkan ponselnya, alres kembali membawa snack dan capuccino kesukaan naira.
"Niih kamu pasti lapar biar gak bosen juga, "
"Makasih kak alres, tau aja kalo nai laper"
tiba tiba ponsel nai bergetar notif dari vicky masuk.
"Nai kakak udah dibandara kamu jadi ikutan jemput kakak enggak? "
Naira sedang menyesap cappucinonya saat pesan vicky masuk,
"Iya kak ini dah diruang tunggu ma kak rio dan kak alres"
"Gak usah kemana mana kakak kesitu"
Tak lama berselang sebuah suara yang sangat familiar dikuping naira menyebut namanya
" naira!! "
"Kakak" naira bangkit dari duduknya berlari memeluk vicky
"Hei sob gimana lama gak ketemu masih aja gak berubah style ? " sapa alres mengawali obrolan
"Aah iya ya, tuh rio pun masih jadi tukang molor hahahaa" tawa vicky berderai sementara naira masih bergelayut dipundaknya,
"Apaan sih kalian gangguin gue ngantuk banget ini"
"Cih dari tadi jemput nai udah molor itu kak rio kak, "
"Princes kamu malah ngaduin kak rio, bukan belain" rio memasang wajah melas
"Diih ogah nai mah, kakak ayo kita balik "
naira mendelik dan mendongak menatap vicky tak lagi menghiraukan celoteh rio, mereka berjalan keluar bandara dan masuk mobil alres kerumah vicky,.
KAMU SEDANG MEMBACA
Possesif brother
FantasyKehidupan naira yang berubah seketika saat naira tertabrak mobil vicky dan dijadikan sebagai seorang adik. Vicky memberikan apapun yang naira inginkan, naira memiliki hidup yang sangat sempurna memiliki kakak yang sangat menyayanginya, vicky, seora...
