Pagi ini 14 februari. Yaa hari valentine sudah seperti tradisi merayakan hari kasih sayang ini dari yang muda sampai tua saling bertukar coklat naira hanya membeli beberapa coklat itupun cuma diberikan ke vicky dan sahabatnya, satu hari sebelumnya saat naira pulang dari toko coklat dengan sahabatnya, naira mendapati banyak sekali kado dan paket coklat datang kerumah vicky, bahkan sampai menumpuk di pos satpam
"Nona ini paket ditujukan untuk anda dan tuan muda"
"Whoooa banyak sekali pak makasih pak bisa bantu bawa?? "
"Tentu non nanti saya bawakan semua"
"Makasih pak aku bawa ini deh"
Naira memilah paket paket itu
saat naira masuk satpamnya membantu membawakan sisa paket paket yang menggunung itu, naira hanya melirik sejenak membuka paketan yang tertera nama rio,alres, kent, nero, shehan juga franken, mereka teman kakaknya kecuali shehan setelah pindah sekolah naira tak pernah bertemu shehan sesekali chatingan namun nairA tak berani lebih jauh, meski shehan berkali kali menembaknya, seandainya mau jujur mungkin mereka berdua memiliki perasaan khusus namun naira menepisnya, naira tau vicky takkan mengijinkan mereka pacaran. Naira sempoyongan membawa paket besar besar itu kekamarnya dan menghempaskan tubuh di ranjang, belum sempat membuka isi paket itu naira terlelap,
" naira,,, "
Vicky mengusik tidur naira,
"heey bangun dong nih kakak bawa apa? "
naira mengerjap erjap sebentar dan menguap
"Apa sih kak naira ngantuk"
"Hmmm bangun dong kakak bawain sesuatu"
"Apasih kak aku ngantuk nih"
"Liat dulu dong"
Naira mendongak menatap vicky matanya langsung terbelalak
"Whoaaaa kakak ini buat nai?? makasih
Naira memeluk vicky dan menyandar pada dada bidangnya tanganya masih memeluk boneka dari vicky
" masih ada lagi.. "
vicky merogoh saku jasnya dan memasangkan seuntai kalung emas dengan berlian mahal sebagai liontinya
berkilauan disana naira tak mampu berkata kata menangkupkan tanganya kemulut penuh takjub, naira kembali memeluk vicky haru,
"Dengar kak vicky mau kamu terus jadi adik yang paling kusayang forever jangan pernah lepasin kalung ini oke"
Naira tak menjawab hanya mengangguk diberi kejutan boneka segede gaban aja udah girang ditambah kalung berlian duh bikin ngirii.
" gimana sekolah kamu nai? ",
malam itu mereka menikmati makan malam berdua,
"Ya biasa aja sih kak, "
"Yakin?? "
"Iya kak emang kenapa?? "
"Gak ada cowok yang deketin kamu? "
Naira berpikir sejenak
" gak ada kak kecuali kak nero sama kak kent sih"
"Serius frank sama nero godain kamu,? "
"Kakak kenapa sih? Yaa emang disekolah banyak yang deketin sampe nembak tapi nai ogah, tuh pada kasi coklat mau diapain ya kak coklatnya frezer 2 gak muat tuh, "
" kakak takut kamu cuma dimainin nai kakak kan tau siapa mereka, tentang coklatnya nanti kakak minta pak dirman beli satu lagi apa mau disumbangin ke panti asuhan aja gimana? Kamu kan gak boleh makan coklat"
"iyadeh disumbangin boleh daripada mubadzir, tapi kak nai ini udah gede loh jangan diprotect terus, lagian kak nero ma kak kent nai anggap kakak sendiri loh"
"Naiiii! "
Naira hanya menunduk melanjutkan makanya meskipun tak lagi nafsu makan, vicky tau naira kesal padanya namun vicky tak punya pilihan vicky berusaha menjauhkan naira dari laki laki termasuk teman dekat vicky, meskipun mereka dekat namun vicky tak menjamin mereka bisa seperti rio atau frank yang benar benar menganggap naira adik mereka.
KAMU SEDANG MEMBACA
Possesif brother
FantasyKehidupan naira yang berubah seketika saat naira tertabrak mobil vicky dan dijadikan sebagai seorang adik. Vicky memberikan apapun yang naira inginkan, naira memiliki hidup yang sangat sempurna memiliki kakak yang sangat menyayanginya, vicky, seora...
