princes penyemangat

488 15 0
                                        

40 hari setelah kepergian kimi,  aktivitas kembali seperti sedia kala, hanya naira dan vicky yang masih berada di apartemen franken, pagi ini franken sedang duduk mencakung di teras belakang, tubuhnya yang sedikit lebih kurus wajahnya terlihat tirus dan kuyu matanya cekung menandakan kesedihan di hatinya masih melekat,

"Kak frank,,, hellow kak fraaaank?"

Naira menggoyang goyangkan tanganya didepan wajah franken membuat frank sedikit terkesiap

"Eeee-eeeh iya nai?"
"Kakak nai udah manggil dari tadi looh"
"maaf ya sayang"
"kak jangan bengong terus dong kita jalan jalan ya?"
"sebenarnya kakak males tapi ayok lah"
"nah gitu dong"
"siap siap yaa"

naira segera berlari kekamar bersiap diri vicky sedikit heran melihat naira tergesa gesa

"kamu mau kemana nai?"
"mau jalan jalan sama kak frank!"
"beneran?"
"iya dong "
"yaudah hati hati yaa"
"kak vick gamau ikutan?"
"enggak sayang kakak harus beresin urusan kantor"
"terserah deh kak vick mah gak di indo gak dimanapun kerjaan terus"
"mau gimana lagi"

vicky mengedikan bahu sementara naira berlalu dari hadapanya menghampiri frank yang udah berdiri di ujung tangga paling bawah.

"ready?"
"absolutly. Kak frank tampan deh"
"jelas dong kan mau ngedate sama princes"
"aah kak frank bisa deeh yaudah yuuk keburu siang"

vicky menatap mereka lega keberadaan naira disini cukup membawa nuansa cerah di hati frank, sedikit mengobati kesedihan frank sepeninggal kimi, mereka berjalan jalan di padang sabana semacam kebun binatang terbuka naira sibuk menggoda seekor koala yang berpelukan erat pada sebuah pohon gelak tawanya membuat frank terbawa ke dunianya, frank sibuk memotret setiap moment naira tak lupa mereka take beberapa foto berdua.

"save ya sayang seminggu lagi kamu balik kakak bakal kangen"
"Emang kakak gamau balik indo?"
"sebentar dong tunggu semua urusan kakak beres"
"Tinggalah dimansion kak,"
"iya besok dibicarain lagi yaaa untuk sekarang mengalir dulu"
"jangan lama lama kak sendiri dengan penuh kenangan kak kimi ini menyiksa kak"
"sejak kapan nih princes kakak pinter'
"kakak lupa yaa nai pernah kehilangan daniel?"
"aah iya. Maaf sayang kok malah jadi nostalgia? Udah ah kimi juga pasti udah bahagia disana dia udah gak bakal ngerasain sakitnya kemo kan sayang"
"yaaap kakitu bener banget. nai pengen ke sidney deh kak"
nanti apa besok ya sayang pokoknya besok kakak ajak keliling australia"
"asiiik beneran ya kak nai pengen suatu saat kalo nai udah nikah honey moonya di australia deh!"
"diih masih ABG udah mikirin married!"
"Gapapa planningan masa depan"
"pinter deh princes kakak jadi adik yang manis buat kami ya sayang"
"iya kak nai sayaaang banget sama kalian, "
"kita juga sangat sayang kamu nai"

jalan jalan mereka berakhir dengan belanja souvenir oleh oleh buat sufi dan mia, sedikit terbersit ingin menjodohkan mia dan frank namun ditepis naira

"kok ngelamun jadi gak beliin T-shirtnya??"
"err iya kak jadi nih udah"
"waah couplean ber-3 ini?"
"iya dong lucu kan kak ada gambar kangurunya yang ini koala, "
"hmmm boleh gak kakak beliin boneka buat kalian juga?"
"waaaw mereka pasti girang banget kak"
"iyaaa"
"makasih kak"
"anyway"

mereka keluar dari pusat perbelanjaan menjelang senja itupun karna vicky yang mulai bernarasi lewat ponsel mereka sampai di apartemen naira tertidur di mobil seperti biasa, franken mengangkat naira saat melewati ruang tengah vicky nampak sedikit kaget

"ada apa denganya?"
"gapapa tidur seperti biasa"

mereka sedikit berbisik vicky mengikuti langkah lebar franken ke kamar utama membaringkan naira dan menyelimutinya

"haaah akhirnya"
"capek banget kayaknya"
"iya abis dari zoo ke orange field, dan  berakhir di mall"
"sudah gue duga"
"anyway thanks bro berkat naira gue bisa sedikit bangun dari keterpurukan"
"pokoknya elu tenang kita kan udah kaya sodara, kesedihan lo perlu diurai, so gausah ragu yaa"
"nai tadi minta gue tinggal di mansion"
"exactly gue juga bakal ngomong gitu, selesein urusan lo disini abis itu balik okay?"
"gimana dengan ortu lo?"
"mereka oke oke aja kok yang penting nai aman itu sih yang diutamain mereka, lo tau sendiri berapa kali nai nyaris terluka luar dalem?"
"kapan mereka balik??"
"entah mereka lebih suka tinggal di LA ketimbaag dimanapun "
"gamasalah kan lo kan bisa diandelin mereka vick"
"aaah bisa aja lo"
"Lo itu bener bener anak yang membanggakan vick gue aja bangga liat elo sukses dalam segala hal kecuali cinta"
"entahlah gue masih belum bisa percaya cinta bro, yang gue fokusin yaa cuma kebahagiaan nai dulu buat saat ini apalagi sekarang nai mulai gede."
"iyasiiih lo kudu ekstra protektif nih"
"tu lo paham, makan yook laper gue"
"delivery aja deh gampang bentar yaa"
"Siip gue beresin belanjaan nai dulu ya bro."

vicky mengacungkan jempolnya sambil tangan yang satunya memesan makanan cepat saji lewat ponsel franken. Malam itu mereka makan tanpa naira karna naira tertidur lelap, mereka tak tega membangunkanya, akhirnya mereka makan malam tanpa naira, hingga subuh tiba naira masih tertidur lelap suasana kota melbourne yang bersalju cukup membuat geliat kota sedikit tersendat bahkan seluruh penghuni apartemen pun masih meringkuk dibawah selimut tebalnya. franken bngkit dari kamarnya menatap jendela menatap salju yang turun deras mendera luar apartemenya. Suhu udara menurun drastis membuatnya sedikit gemetar karna kedinginan namun hatinya masih merasa kesepian belum terbiasa tanpa kimi disampingnya kini, matanya pedih sepedih hatinya mengenang kebersamaanya dengan kimi namun tekadnya untuk bangkit dari keterpurukanya membara menghangatkan hatinya saat franken memutuskan memasuki kamar naira mengelus kepala naira yang terlihat sangat nyenyak dan nyaman

"nyenyak yaaa naira tidur"
"eeh iya bro ,sory gue tiba tiba masuk kamarnya"
"gapapa dia adik lo juga kan? Gue ngerti lo masih kesepian kan ?"
"entah kenapa bayangan kimi terus bergayut dihati vick tapi saat gue dekat dengan nai hati gue tenang seolah olah hati gue diisi kebahagiaan dan kehangatan dengan keberadaan nai"
"gue juga gitu saat gue suntuk gue bisa langsung up lagi cuma liat dia senyum"
"gue rasa gue harus sering sering deket nai deh, lo gak keberatan kan bro?"
"what?santai aja anggap dia adik lo "
"oke thanks gue bakal cepet cepet beresin urusan disini biar cepet balik ke indo!"
"Naah gitu dong semangat sambut masa depan yang lebih cerah. Lo kudu bisa berdamai dengan hati lo!"
"gue lagi usaha bro"
"yaudah gue balik ke kamar ya, tadi gue cuma mau mastiin nai selimutan diluar dingin banget"
"iya gue juga mau kluar nih kasian kalo dia terbangun"

mereka membiarkan naira terlelap tanpa membangunkanya dan mungkin karna kelelahan juga naira tidur sampai siang hari.

Possesif brotherCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang