Hari pernikahan semakin dekat meski bakalan ada hari hari sangat sibuk dan melelahkan namun vicky tetap memprioritaskan kesehatan naira dibanding semua hingar bingar pernikahan. Sesuai keinginan vicky pernikahan hanya akan dihadiri kerabat dan kenalan tak ada rekan bisnis murni hanya saudara dan teman dekat, vicky sangat mengerti keramaian membuat naira tak nyaman.
" thats Great apa kau merasa nyaman naira? "
Naira tak menjawab masih memegangi salah satu opsi gaun yang dipilihkan untuknya
"Pakai apapun kau cantik, sangat cantik"
Naira semakin menundukan wajahnya membuat vicky harus
memegang dagu naira agar bisa melihat bola mata naira yang Indah dan sekarang sayu dibanjiri air mata.
"Heey nangis lagi, common aku janji ini hanya hitam diatas putih aku takkan memaksamu melakukan hal yang tak kau senangi"
"Nai takut"
"Apalagi yang ditakuti? Semua yang ada disini menyayangimu kau tak perlu risau aku akan menjagamu oke? "
"Kakak, a... Aku harus memanggilmu apa setelah nikah nanti? "
"Apa saja yang kau suka dan nyaman"
"Kak vick menikahiku hanya karna kasihan kan? "
"Apa kau benar benar berfikir begitu? "
Vicky mendekatkan wajahnya pada naira hingga tak ada jarak diantara mereka hidung mereka sekilas bersentuhan
"Sayang sekali, kalo aku harus menikahimu karna rasa seperti itu, lalu kau ingin aku memiliki perasaan seperti apa nai? "
"Nai tak tau"
"Jika aku ingin kau menjadi kekasihku apa kau akan menolak? "
"Aku tak punya kuasa buat menolak keinginanmu kak"
"Kalo aku memberimu pilihan mana yang akan kau pilih antara menikah denganku atau bersama yogi? "
"Nai.... Nai....
"Aku tau kau masih belum bisa melupakan yogi, dan aku kasih kamu waktu untuk beradaptasi, aku hanya ingin kau merasa nyaman dan hidup bahagia kembali"
"Nai gak suka kak vick sebut nama itu lagi"
"Its okay aku gak akan menyebutnya asal kau juga bersikap baiklah, jadilah nairaku yang manis seperti dulu"
Vicky mengecup bibir naira sekilas sebenarnya pun vicky sangat canggung untuk memperlakukan naira sebagai seorang wanita dewasa, namun vicky harus melakukanya menekan segala rasa yang berkecamuk dihati agar terlihat sungguh sungguh.
Mobil suv yang membawa naira keluar itu diikuti yogi dari belakang. hari ini vicky ingin membawa naira untuk foto preweding mereka telah setuju untuk hari ini dan naira pun bersedia, mereka akan mengambil foto di sebuah hutan pinus yang sangat rindang dan berselimut salju tipis, juga sebuah danau yang sangat luas.
Naira mengenakan gaun simple warna tosca cerah dan nampak anggun dengan bunga bunga Mawar yang timbul pada salah satu dada bagian atasnya, sementara vicky memakai jas senada dengan celana hanya sebatas betis. Vicky membantu naira turun dari mobil meskipun naira tak memakai gaun yang ribet namun vicky memastikan naira akan tiba dengan aman. Disana telah ada keluarganya juga teman teman baik vicky naira mengeratkan pegangan pada lengan vicky terhenti sejenak
"Its okay mereka sayang sama kamu "
"Nairaaa! "
Suara lantang yang datang dari mulut yogi mampu membuat semua yang ada disana menoleh tak terkecuali vicky
"Ra please kasih gue kesempatan tolong maafin gue"
"Berani lo datang kesini! "
"Kak tolong beri aku waktu buat minta maaf sama naira dan setelah itu gue akan berhenti"
Naira semakin erat merangkul lengan vicky
"Its okay dia hanya mau ngomong"
"Nai gak mau kakak nai takut"
"Naira gak mau yog"
"Ra please maafin aku! Apa kalian sinting kalian kakak adik mau menikah dan kau kak vick kau mengambil keuntungan memanfaatkan naira"
"Diamlah sebelum gue buat lo jadi mayat! "
"Ra please maafin gue waktu itu.. "
"Stop itu udah basi lo gausah mengacau disini, rai! "
"Baik tuan, kemari kau sudah bosan hidup ya"
"Lepas gue mau naira! Nai maafin aku"
"Dia gak mau"
Yogi berontak dan berhasil lepas langsung sujud dikaki naira
"Ra please maafin gue , jujurlah apa lo yakin dengan keputusan ini? "
"Kak vick!! "
"Pergi sana jangan deketin adik gue! "
"Jawab ra! "
Yogi meraung putus asa naira sangat ketakutan namun diberanikan juga menjawab berharap yogi cepat pergi.
"Tolong jangan pernah lagi muncul dihadapan nai mas, aku memaafkanmu tapi aku tak ingin melihat wajahmu lagi seumur hidupku, aku menganggap kau sudah mati beserta cintaku padamu! "
Yogi terduduk lemas sementara naira melepaskan pegangannya pada vicky dan berlari sekencang yang dia bisa hingga berhenti disebuah danau menangis
"Jangan terus kau tangisi sayang aku tau kau terluka tapi apa yang kau lakukan sudah sangat benar yogi pantas menerimanya"
"Aku keterlaluan kak? "
"Tidak tidak itu namanya penegasan! "
"Kak vick"
"Aku gak ingin memberi janji ini itu aku hanya mau kau membuktikan nya. Jangan nangis lagi"
Vicky membawa naira kembali setelah melepas pelukannya sesampainya di tempat semula yogi telah pergi pergi entah kemana, naira seolah tak peduli dengan apa yang terjadi naira meminta vicky segera memulai sesi fotonya.
"Perfect chemistry kalian oke banget"
Ucap sang fotografer saat sesi foto telah selesai.
"Thanks harold"
"Congrats buat kalian berdua doa ku beserta kalian"
"Makasih banyak "
Larut malam mereka baru kembali dalam keadaan kelelahan naira tertidur tanpa sempat berganti pakain sesi foto yang memakan waktu 4 jam dengan 7 kali ganti kostum membuat naira sangat kelelahan vicky membiarkan untuk sejenak naira tidur dalam posisi seperti itu barulah saat waktu mendekti subuh dan naira terjaga vicky memintanya berganti baju
"Bangun dulu nai ganti bajumu biar nyaman tidurnya"
"Jam berapa ini kak"
"Jam 5 pagi sayang, make up udah aku bersihin tinggal ganti baju aja, "
Naira menatap ke cermin rias dikamar itu nampak wajah pucat dan lelahnya,
"Kak naira jelek banget ya kak? "
"Kata siapa? "
"Ini jelek banget"
"Kamu cantik tenang aja, sangat cantik"
"Kak vick bohong"
"Buat apa aku bohong sayang aku gak bohong sama kamu sama sekali gak"
Naira mendekat pada vicky
"Kak tolong"
"Baiklah"
Vicky membuka resluiting gaun naira menampakan punggung putih mulus naira
"Kau berniat menggodaku lagi nai"
"Menggoda apa kak? "
Naira benar benar tak paham, tiba tiba vicky menariknya hingga jatuh kedalam pelukan vicky, vicky mengelus punggung itu.
"Kakak "
"Apa? Kau menggodaku kalau aku bener bener menginginkanmu bagaimana? "
"Aku... Aku.. "
Vicky membuat posisi naira berada dibawahnya didalam kendalinya
"Kakak mau ngapain"
"Aku ini pria normal sayang apa kau tak berfikir jika sewaktu waktu aku menginginkan itu apa kau siap"
Air mata mulai merembes dari sudut mata naira ketakutan jelas terlukis diwajah pucatnya,
"Hei jangan nangis, aku gak suka melihat kau nangis"
Naira menghapus air mata dengan punggung tanganya, vicky masih berada diatas tubuhnya naira tau kapanpun vicky menginginkan naira takkan bisa melawan bahkan sekedar menolak, naira memejamkan mata berusaha tak gemetar karna takut bayangan bayangan menakutkan kembali bersarang dibenaknya. Namun vicky bisa merasakan betapa naira sangat ketakutan vicky menyentuh bibir mungil naira dan membisikan kata
"Jangan takut padaku kumohon"
Naira membuka kembali matanya saat vicky berhenti memeluknya dan rebahan disampingnya vicky menggenggam jemari naira terasa sangat hangat, naira hanya menatap vicky dengan tatapan yang bahkan dirinya sendiri tak bisa menafsirkannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Possesif brother
FantasyKehidupan naira yang berubah seketika saat naira tertabrak mobil vicky dan dijadikan sebagai seorang adik. Vicky memberikan apapun yang naira inginkan, naira memiliki hidup yang sangat sempurna memiliki kakak yang sangat menyayanginya, vicky, seora...
