stay close with me

545 12 0
                                        

"Kak vick"
"Hmmm? Ada apa? "

Naira mendekati vicky yang tengah berada di ruang kerjanya,  vicky tau naira pasti mengalami hal berat hingga berani mendekatinya,  akhir akhir ini semenjak kejadian itu naira tak pernah membuka diri pada siapapun termasuk vicky naira menyimpan sendiri beban fikiranya,  bagi naira dirinya sekarang hanyalah orang asing, vicky sering mendapati naira menangis didalam kamar saat vicky tak ada dirumah dan tiba tiba pulang malam buta,  dan itu sering. Vicky memberikan privasi bagi naira ada kalanya seseorang lebih nyaman menyimpan bebanya sendiri , namin vicky memastikan itu masih dalam tahap aman bagi psikis naira. Dan malam ini vicky kembali dari kantornya larut malam sebelumnya vicky telah mengabari naira untuk tak menunggunya pulang,  sesampainya dirumah dalam keadaan gelap vicky memasuki kamar dalam diam naira masih meringkuk di ayunan dekat jendela balkon kamar ini adalah kloningan kamar naira semasa di Indonesia hanya beberapa ornamen yang berbeda,  vicky sengaja meletakkan ayunan dekat jendela balkon agar naira tak perlu keluar untuk menatap langit malam favoritnya, saat vicky mendekati naira yang belum menyadari kehadiran vicky , vicky tau naira sedang menangis terisak dalam diam meskipun naira berusaha tak mengeluarkan suara namun isakanya jelas terdengar dalam kesunyian malam.

"Nai,  sayang kamu kenapa? "

Naira terkejut kaget setengah mati mendapati vicky didekatnya menyentuh pundaknya,  sembari menggeser duduknya naira menghapus air mata.

"Tak perlu kau tutupi bicaralah kalo ada yang tak nyaman jangan begini"

Naira hanya menggeleng

"Aku suami kamu loh"

Naira tak bergeming,  vicky gemas karna tak ada tanggapan dari naira menangkup wajah naira

"Kalo tak ada apa apa lalu kenapa kau nangis? Hmmmm? "

Naira kembali menggeleng

'Baiklah terserah kalo kamu butuh apapun dariku aku diruang kerja"

Naira hanya menatap kepergian vicky sendu,  setelah bermenit menit berlalu naira masih mematung disana tiba tiba hatinya tergerak merasa apa yang dilakukan ya terhadap vicky tak benar biar bagaimanapun vicky sekarang adalah suami yang harus dihormatinya, dihargainya,  dan selama ini vicky telah menunjukan diri sebagai suami yang bisa diandalkan dalam hal apapun. Vicky sangat mengerti bagaimana menghadapi naira. Bagaimana membuat naira nyaman,  sungguh vicky sangat faham apapun yang naira butuhkan.

"Kakak.. "

Vicky menghentikan aktifitasnya dan menatap naira penuh minat yang ditatap seketika langsung gugup

"Ada apa sayang? "
"Nai.... Nai?

Naira memainkan ujung ujung jemarinya membuat vicky semakin gemas,  vicky bangkit dan membimbing naira duduk disofa seperti yang selalu dilakukannya saat naira galau.

"Nah sekarang bicaralah ada apa? Kau perlu apa?  Atau kau kenapa? "
"Kakak nai... Nai pengen makan ramen"

Vicky menepok jidatnya dan tertawa mencubit pipi naira semakin gemas, 

" apa kau ngidam?  Ini malem banget yaudah tunggu bentar"

Vicky mengutak atik ponselnya meminta asistenya mencarikan ramen

Possesif brotherCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang