pdkt

498 12 2
                                        

Semenjak diberi kontak naira daniel gencar menghubungi naira pagi, siang,sorepun daniel menghubungi naira, meskipun naira hanya menjawab seperlunya, vicky belum mengetahui hubungan mereka sementara keempat kakaknya telah kembali keluar negeri.

Daniel:"hii"
Naira:"hii"
Daniel:"kamu lagi apa ra?"
Naira:"lagi duduk"
Daniel:"ehmm, duduk? Lagi nungguin kakak kamu yaa?"
Naira:"iyaa"
Daniel:"😊😊

Pesan yang terakhir hanya di read
Daniel masih terus kepikiran naira sebenarnya naira pun begitu tapi naira masih ragu,naira takut daniel tak tulus mendekatinya,

"Nai, kok bengong?

Naira terkesiap saat vicky menyapanya

"Eehm apa kak?"
"Kamu kenapa kok bengong lagi ada masalah apa?"
"Gak...gak ada kok kak, kok kakak bawa koper mau kemana?" Kakak mau ke jerman beberapa hari nai"

Naira melongo menatap tak percaya

"Kakak mau ninggalin nai sendirian?kakak jahat!!"

Naira menangis berlari keatas kekamarnya

"Nai... Nairaaaa!"

Naira tak mendengarkan penjelasan vicky,bahkan tak mau membuka pintu, naira marah menangis sejadi jadinya, vicky menelpon franken mencari solusi

"Halo, ada apa vick?"
"Naira marah sama gue!"
"Lo jadi ke jerman juga?"
"Gimana lagi? Gue harus mencari dokter yang bisa menyembuhkan nai frank!"
"Gue ngerti tapi saat ini lo salah waktu vick"
"Gimana lagi lo tau kan waktu gue terbatas buat nemenin naira aja ketat banget waktunya"
"Lalu lo tetap berangkat kesana?"
"Tiket udah kebeli frank"
"Duuh gimana ya? Kalau gue balik lagi kimi bakal marah nih sama gue, "
"Alres lagi kosong gak ya?"
"Mungkin rio lagi cuti tapi kayaknya dia di itali"
"Yaudah tolong kasih tau rio ya gue titip naira "
"Beres,,,lo ati ati gue telpon rio dulu"
"Thanks ya bro"
"Anyway"
"Bye"
"Bye"

Selesai berbicara dengan franken vicky memindah ponsel ke mode pesawat sementara franken menghubungi rio, usai menutup telpon dari frank rio langsung berangkat menggunakan pesawat pribadinya kembali ke indonesia. Rio melangkah memasuki mansion yang nampak sunyi. waktu telah memasuki pukul 02:00 dini hari, rio langsung menuju kekamar naira yang berada di lantai atas.

"Naira, kok belum tidur sayang"
"Kak rio? Kok bisa ada disini?"
"Iya dong"
"Bukanya kak rio di itali lagi cuti?"
"Kak rio ini artis sayang bukan karyawan"
"Lalu?"
"Kak rio bebas ngapain aja termasuk nemenin kamu"
"Kakak"
"Jangan marah sama vicky nai dia ke jerman buat kamu juga kok, eeh iya denger denger daniel mulai pdkt ma kamu nai?"
"Iya kak, besok aja ngajakin main"
"Yaudah gak papa, besok ketemu daniel kakak tungguin disini oke?"
"Kakak beneran mau nunggu sampe nai pulang?"
"Iya aku tungguin sampai vicky balik bahkan!"
"Makasih ya kak"
"Sekarang tidur ya?"
"Temenin kak rio ya?"
"Iya "

Rio mengangsurkan selimut ke naira dan memeluknya naira mudah sekali terlelap dalam pelukan rio, tak sampai setengah jam naira terlelap,
Keesokan paginya naira keluar menemui daniel

"Kak rio bantuin nai dong"
"Hmm oke, sini"

Naira memasang punggungnya yang terbuka,

"Duuuh naira kak rio bisa mupeng nih sayang"
"Kenapa sih kak dari dulu juga udah sering liat nai ganti baju kak,"
" Tapi sekarang kamu udah gede, cantkk banget lagi,"
"Kak rio nai malu, makasih ya kak"

Rio mengantar naira sampai tempat yang ditentukan

"Sini aja kak nai turun yaa, "
"Oke hati hati daan kalo ada apa apa langsung telpon kakak"

Naira turun dari mobil memasuki sebuah cafe, celingak celinguk mencari daniel baru saja naira hendak memutar tubuhnya daniel menyapanya.

"Hei, udah lama?"
"Eeehm baru saja "
"Duduk yuuk,"

Naira hanya mengekor daniel yang berjalan terlebih dahulu ke sebuah meja yang agak terpojok namun dari sana pemandangan diluar dapat terlihat menakjubkan.

"Kamu mau minum apa?"
"Cappucino"

Setelah memesan mereka mengobrol ringan meskipun kebanyakan daniel lah yang aktif karna naira hanya menjawab seperlunya daniel tak mudah menyerah, daniel terus berusaha mengambil hati naira,

"Eeehm ra!"
"Iya?"
"Setelah hari ini kamu masih mau kan jalan sama aku?"
"Tentu dan!"
"Oke karna udah sore juga kita pulang yuk", "iya"

Setelah cukup lama mereka mengakhiri pertemuan dan berjanji untuk terus saling komunikasi, daniel mengantarkan naira sampai ke kantor vicky karna naira meminta begitu disana rio telah menunggu.

"Ciee yang abis pacaran"
"Kaka nai gak pacaran kok"
"Iya belum"
"Kak rio!"
"Yaudah balik ya dah sore mendung juga"
"Iya kak"

Mereka meninggalkan basement rio melajukan mobil mewah itu kearah mansion.

"Yaap sampai, nai kau suka sama cowok itu?"
"Nai gak tau kak!"
"Jalanin aja dulu"
"Maksud kakak?"
"Iya paling bentar lagi dia juga nembak kamu!"
"Kalo kak vicky tau gimana?"
"Heey ini hidupmu masa mudamu nai"
"Tapi kak vicky"
"Pikir nanti lagian wajar dong kalo kamu punya pacar enjoy your life princes"

Naira tak lagi menjawab langsung kekamarnya tak yakin apakah naira benar benar menyukai daniel atau tidak, seperti yang dijanjikan daniel malam itu mereka mengobrol lewat telpon sampai naira ketiduran tanpa menutup pintu kamar, rio masuk dan memasang selimut sambil bergumam
"gak pernah berubah nih bocah, kebiasaan gak pernah bener posisi tudurnya."

Hari hari berlalu begitu cepat vicky telah kembali dan berkat daniel naira lupa kesal nya kepada vicky mereka baik baik saja dan hubungan antara naira dan daniel pun semakin lama semakin dekat naira semakin membuka dirinya untuk daniel.


Possesif brotherCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang