Chapter 33 : Dunia Venetary

472 42 0
                                        

Beberapa hari kemudian setelah kejadian invansi Shinra ke bumi. Sekarang aktifitas penduduk Jakarta kembali normal seperti biasanya.
Semua penduduk Jakarta tidak ada satu pun yang ingat tentang kejadian itu, akibat Jullius yang menghapus ingatan mereka.

============================

Diruang makan terlihat seorang perempuan berambut panjang terurai berwarna hitam dengan seragam sekolah yang dikenakannya dia berjalan dengan tergesa-gesa sambil membawa tasnya yang dia bawa di tangan kanannya. Dia berjalan melewati ruang makan menuju pintu keluar rumahnya. Dia adalah Lisa Wulandari.

"Oh iya, aku hampir lupa," ucap Lisa sambil berjalan kearah foto Ayah dan Ibunya.

"Ayah, Ibu, aku berangkat sekolah dulu," ucap pelan Lisa saat melihat foto keluarganya yang berada di ruang tengah.

Lisa kemudian bergegas mengenakan sepatunya dan berjalan keluar rumahnya.

============================

Dijalan menuju sebuah sekolah SMA, terlihat Lisa sedang berjalan pelan menyusuri jalan tersebut.

'Aku merasa seperti bermimpi sangat panjang.'

'Dalam mimpiku aku merasa seperti mempunyai seseorang yang sangat berarti bagiku.'

'Walaupun aku tidak bisa mengingatnya. Tapi aku merasa itu bukanlah mimpi buruk.'

"Gawat-gawat ... Aku tidak boleh melamun di jalan," gumam Lisa sambil menepuk-nepuk pipinya dengan kedua tangannya.

Sejak kejadian itu Lisa kembali melakukan aktifitasnya seperti biasanya seperti berangkat sekolah dan lainnya.

============================
============================

Di dunia Venetary, tepatnya di kerajaan manusia terlihat Gaell dan Gloria sedang melaporkan tugasnya kepada sang Raja di ruang tahta.

"Bagaimana apa kalian berhasil menghentikan rencana Shinra?" tanya Raja.

"Kami berhasil, Yang Mulia. Tapi kami kehilangan salah satu rekan kami akibat pertempuran melawan Shinra," jawab Gaell.

"Begitu kah. Aku turut berduka atas rekan kalian yang telah gugur dalam pertempuran."

"Terima kasih, Yang Mulia."

"Hm. Bagaimana dengan Faltory?" tanya Raja selanjutnya.

"Maaf, Yang Mulia. Kami hanya menemukan satu Faltory dari tiga Faltory yang Shinra kumpulkan. Mungkin Faltory yang lain telah hancur akibat pertempuran melawan Shinra."

"Begitu ya. Sayang sekali, padahal Faltory merupakan salah satu magic item yang cukup berharga."

"Maaf atas ketidak mampuan kami dalam menjalankan misi ini, Yang Mulia."

"Aku maafkan, karena kalian sudah berkerja keras untuk mendapatkannya."

"Terima kasih banyak, Yang Mulia."

"Hm."

============================
============================

Di sebuah sekolah SMA, tepatnya di kelas Lisa.

"Neh Lisa, akhir-akhir ini kamu sering melamun? Memangnya ada apa?" tanya Lina cemas.

"Eh, bukan apa-apa ko," jawab Lisa sambil mencoba tersenyum.

"Jika ada masalah kau bisa bicarakan denganku. Aku mau ko jadi teman curhatmu."

"Hm, terima kasih Lin. Maaf membuatmu kawatir."

"Iya sama-sama. Oh iya nanti sepulang sekolah mau gak jalan-jalan, biar gak bete di rumah terus."

"Jalan-jalan kemana?"

"Hm, nanti juga kamu akan tahu."

============================

Sore hari sepulang sekolah di Monas, terlihat Lisa dan Lina sedang berjalan-jalan di taman.

"Jalan-jalan di Monas kah," gumam Lisa.

"Ayo Lis ... Cari spot selfie yang menarik buat di upload di Instagram ..." ucap Lina sambil berjalan pergi.

"Eh, tunggu aku Lin ..."

Lisa pun akhirnya menemani Lina berjalan-jalan di sekitar Monas.

============================

Beberapa saat kemudian, di taman Monas.

"Maaf Lis, aku mau ke toilet dulu," ucap Lina sambil berjalan pergi mencari toilet umum.

"Huff ... Kau ini. Aku tunggu disini yah," ucap Lisa sambil duduk di bangku taman.

Tak lama kemudian saat Lisa sedang duduk di bangku taman, ia tak sengaja melihat sebuah bola kristal berwarna hitam yang tergeletak di rerumputan taman.

"Benda apa itu?" ucap Lisa sambil berjalan menghampiri bola kristal hitam itu.

Lisa kemudian mengambil bola kristal hitam itu dengan kedua tangannya.

WUUSSSS..!!

Tiba-tiba bola kristal hitam itu mengeluarkan aura hitam dan seketika itu lubang dimensi muncul di depan Lisa.

"Kenapa ini? Apa yang terjadi?" kejut Lisa heran.

Lubang dimensi yang muncul di depan Lisa perlahan menghisapnya masuk kedalam lubang dimensi tersebut.

"Kiyaa ... Kenapa benda ini menghisapku?" ucap Lisa yang perlahan terhisap ke dalam lubang dimensi tersebut.

Lubang dimensi itu akhirnya menghisap Lisa dan seketika itu lubang dimensi menghilang.

============================
============================

Ditengah hutan yang lebat terlihat lubang dimensi muncul dan dari dalam lubang dimensi itu keluar Lisa dan seketika itu lubang dimensi menutup kembali dan menghilang.

"Dimana ini?" ucap Lisa sambil melihat sekitarnya.

Terlihat di sekelilingnya hanya ada pepohonan besar yang menjulang tinggi.

"Kenapa aku bisa ada disini? Seharusnya aku masih di sekitar Monas," gumamnya heran dan bingung sambil berjalan mencoba keluar dari hutan tersebut.

Terlihat di depannya terdapat padang rumput hijau yang sangat luas. Lisa kemudian berjalan keluar dari hutan tersebut.

Lisa melihat kelangit dan seketika itu wajahnya berubah antara terkejut dan heran saat melihat dua bulan besar dilangit.

"Ini ... Ini masih di bumikan?" gumamnya saat melihat dua bulan besar tersebut.

The Fallen AngelTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang