05. Menepati Janji

5.6K 128 4
                                        

******

Helly berlari dengan kencang sambil menangis meninggalkan rumah Zain. Gadis itu berhenti dan duduk dikursi taman yang berada didekatnya. Sungguh, sulit baginya untuk mempercayai semua yang telah terjadi.

"Menjijikan! Aku benci kau Zain! Tega sekali pria busuk itu. Aku pikir dia pria yang setia, bahkan sejak dulu aku selalu berkorban untuknya bahkan hidupku demi dia. Tapi.."

Helly tiba tiba menghentikan tangisnya dan terdiam, sesuatu kini mengganggu pikirannya.

'Zain itu telah mengkhianati cintamu, dia sudah mempunyai kekasih bernama Cathrine. Bahkan dia sendiri yang mengenalkannya padaku dan mengatakan dia tidak memiliki hubungan apapun lagi denganmu!'

'Kau tahu? Zain juga yang telah membawaku untuk menemuimu. Dia tidak ingin terlibat dalam pembalasan dendamku, dan dia menyerahkan dirimu padaku. Ck, itu yang kau sebut cinta? Dan kau bilang, akan menikah? Haha.. lelucon yang menarik'

'Setelah kau tahu semuanya kalau aku tidak berbohong, kau harus berjanji padaku untuk menjadi budak ku..'

'Budak ku..'

Perkataan Varun itu kini terngiang dengan jelas ditelinga Helly, seakan menghantuinya. Gadis itu kemudian menepuk keningnya dengan keras.

"Bodoh kau, Hel! Bodoh, dasar payah! Sekarang kau akan menjadi budak pria devil itu!!" pekik Helly pada dirinya sendiri.

Drtt..

Helly menghapus air matanya saat mendengar dering ponsel dari dalam tasnya. Gadis itu mengernyitkan dahinya saat melihat nomor tidak dikenal yang menelfonnya, namun tetap menjawab telfon dari orang itu.

'Halo, siapa ini?'

'Halo nona Helly. Bagaimana? Kau sudah lihat semua kebenarannya? Aku tidak pernah berbohong kan padamu..'

Helly terdiam, dia mengetahui bahwa itu Varun.

'Ya, kau benar. Zain memang mengkhianatiku'

'Ckck, menjijikan sekali kekasihmu itu. By the way, kau tidak lupa kan dengan janjimu?'

Helly merasa bibirnya bergetar untuk menjawab perkataan Varun, dia merasa sangat takut untuk bertemu dengan pria itu lagi.

'Hei, kau dengar aku?'

'Euh, iya. Aku dengar. Ba..baiklah, aku orang yang tidak pernah mengingkari janji yang kubuat. Jadi sekarang, apa maumu?'

'Woah, very nice. Kau penurut sekali. Baiklah, kau datanglah kerumahku sekarang. Aku menunggumu'

'Ba..baiklah, aku datang'

Helly pun mematikan telfonnya. Jantungnya kini berdegup dengan sangat kencang, sekarang bagaimanakah dengan nasibnya?

Helly kemudian menginjakkan kakinya dirumah pria devil itu kembali. Rasanya dia merasa takut untuk menghadapi pria arogan semacam Varun.

'Tidak Hel. Kau harus bisa, jika pria itu berani macam macam denganmu segeralah kau berteriak!' batin Helly sambil memegangi dadanya.

"Nona Helly kau datang lagi?" tanya seorang maid saat melihat Helly berdiri mematung dipintu.

"Euh, iya aku. Tuan Varun menyuruhku datang kemari" jawabnya.

"Oh baiklah, sebaiknya kau langsung masuk dan temui tuan saja dikamarnya nona"

SLOWLY DESTROY [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang