******
Malam ini,Varun terpaksa menuruti permintaan Teja tadi siang diruangannya. Nonton bareng dibioskop. Dengan kaos dan juga jaketnya, pria itu mengendarai mobilnya menuju rumah Teja untuk menjemput wanita itu. Errr.. really, sebenarnya dia sangat malas!
Better sleeping in room.
"Finally, kau datang juga honey"
Teja bergelayut manja dilengan Varun yang membuat pria itu merasa risih.
"Varun, kau datang? Ingin mengajak Teja nonton ya malam ini?"
Suara mama Teja terdengar dan mulai menghampiri mereka diruang tamu.
"Ah, iya bibi" jawabnya singkat.
Oh seriously? Yang mengajak nonton itu bukan dirinya tapi wanita ini yang memaksanya.
"Maa, aku dan Varun pergi dulu ya.. daaa mama..!" ucap Teja sambil mengecup pipi mamanya.
"Bibi Jassica, Varun juga izin pergi yaa.." Varun masih menghargai mama Teja karena pria itu sangat menyayangi orangtua, terlebih dia sendiri sudah tidak mempunyai orangtua. Yahh.. Teja ini beruntung sekali hidupnya masih lengkap.
"Of course menantuku. Hati hati ya.."
Mama Teja mengusap rambut Varun dengan manja, sedangkan pria itu merasa kembali risih mendengar kata 'menantu' untuknya. Ini memang sudah biasa terjadi.
Mereka pun pergi ke cinema alias bioskop untuk menonton. Saat dimobil Teja tak ada hentinya untuk bersikap manja dengan memeluk lengannya dan menyandarkan kepala dibahunya. Varun ingin sekali memekik dalam hati melihat tingkahnya, andai yang tengah memeluknya ini adalah wanita yang dicintainya pasti pria itu akan menyuruhnya untuk memeluk tubuhnya sepanjang hari. Itupun kalau bisa, ah payah!
Saat sampai dibioskop, Teja langsung mengajak Varun untuk membeli tiket dan popcorn sejenak sebelum filmnya akan dimulai.
"Kau ingin nonton film apa sih?" gerutu Varun yang sejak tadi menahan mulutnya untuk bicara.
"Kau tidak tahu hon? Ada film comedy-romance yang baru release, aku tidak ingin melewatkannya" ucap Teja sambil menyandarkan kepalanya pada bahu Varun.
"Ck, i don't like!"
"Don't forget, kesepakatan kita tadi siang dikantor ya honey.. Kau ingin aku bertindak lebih?"
Sial! Wanita ini benar benar sudah mengendalikan dirinya dengan ancaman tak berguna itu. Varun pun hanya bisa pasrah dan membiarkan Teja menarik tangannya untuk duduk dan menonton film yang akan segera dimulai.
Film bergenre comedy-romance pun perlahan mulai diputar. Beberapa saat kemudian Teja mulai sibuk menonton film kesukaannya itu, sedangkan Varun yang sama sekali tidak tertarik untuk menontonnya. Genre film ini bukanlah tipenya, lebih tepatnya Teja sama sekali bukan tipe wanita yang diinginkannya. Varun lebih menyukai film yang bergenre horror, thriller, dan sci-fi sedikit. Ya jika film seperti itu yang tayang, Varun juga tidak akan ingin menghilangkan kesempatannya.
Varun kemudian mengalihkan pandangannya dengan malas kearah lain memperhatikan sekitarnya tanpa berniat untuk melirik kearah layar film. Sedangkan Teja sudah tidak memperhatikannya lagi, wanita itu sibuk memakan popcorn nya dengan bibir yang kadang tersenyum saat ada adegan romance yang membuatnya terbawa perasaan. Menggelikan sekali.
Saat sibuk mengedarkan pandangannya bahkan hampir membuatnya tertidur karena bosan, Varun malah tertegun saat menatap seseorang yang juga sedang menonton film berada tak jauh dari kursinya. Hanya saja dirinya dan Teja duduk dibagian kursi kedua, sedangkan orang itu berada dikursi ketiga. Varun membuka matanya lebar saat melihat orang itu.
Damn, Helly?
Kenapa dia tidak menyadari kehadiran wanita itu yang kini terlihat sedang bersama adiknya Hanny?
Ya, Varun tidak salah lihat itu memang Helly dan juga Hanny yang sedang menonton. Sama seperti Varun, Helly sebenarnya tidak tertarik untuk menonton genre film yang sedang diputar saat ini. Mendengar judulnya saja membuat dia bosan, apalagi menontonnya. Maybe, bisa dikatakan selera dan tipe Varun dengan Helly sama.
"Kak, pria itu sangat romantis pada wanitanya.. Aku jadi ingin" gumam Hanny sambil memakan popcorn sambil meneguk softdrink nya.
"Biasa saja. Jika kau ingin, nanti setelah kau menikah Han" jawab Helly yang juga meminum softdrink nya.
Sedangkan Hanny tak menjawabnya lagi dan semakin fokus dengan film sesekali dia tertawa karena adegan comedy yang menghiasinya, sedangkan Helly bersungut kesal sekaligus bosan. Seharusnya malam ini dia tidur nyenyak diranjang empuknya, merawat diri dengan perawatan yang manja dirumah, tapi Hanny malah memaksanya untuk menonton film yang sama sekali tidak membuatnya tertarik. Saat dirinya sempat menolak pun, Hanny tetap kekeuh mengajaknya dan Helly tentunya tidak bisa melihat wajah adiknya yang muram.
Stt.. Stt..!
Helly tertegun lalu mulai bergidik saat mendengar sebuah suara yang lebih pada bisikan seseorang. Wanita itu mengedarkan pandangannya, kesamping, kebelakang, juga kedepan tapi tidak ada yang menarik perhatiannya semua sibuk dengan film. Helly pun merasa dia hanya berhalusinasi dan mencomot popcorn Hanny karena miliknya sudah duluan habis.
"Stt..! Stt..! Heii"
Lagi, Helly semakin yakin ada yang memanggilnya. Kemudian wanita itu mengedarkan pandangannya, dan akhirnya mendapati seseorang yang sangat dia kenal tengah duduk didepan kearah kiri sedikit sedang melambai padanya. Helly pun membulatkan matanya.
"Varun? Kenapa dia ada disini?" gumamnya.
Terlihat Varun tersenyum padanya, sedangkan Helly juga membalasnya. Kemudian Varun mengambil ponselnya dan jemarinya mulai mengutak atik layar.
Drtt..
'Hai Helly, aku sedang menonton disini. Aku tidak tahu kalau kau juga berada disini'
Helly terdiam dan melongo saat membaca pesan Varun.
Kemudian mengalihkan pandangannya untuk menatap pria itu yang sedang mengedipkan matanya dan tersenyum. Helly pun mulai mengetik untuk membalas pesan.
'Hai juga, iya aku sedang menonton bersama Hanny. Aku juga tidak sadar kalau ada kau disini. Err.. kau nonton dengan siapa?'
Send.
Wait wait.. Helly bertanya pada Varun dengan siapa dia menonton? Detik itu juga Helly ingin mengurungkan pesannya karena pertanyaannya itu lebih merujuk pada unsur kepo, tapi percuma karena Varun sudah membacanya. Ah, biarkan sajalah.
Sedangkan Varun yang sudah membacanya mulai mengetik pesannya dengan perlahan, tentunya agar Teja tidak kehilangan fokus menontonnya dan beralih untuk memperhatikannya.
'Aku bersama temanku Hel. Sebenarnya aku tidak tertarik menonton film ini, tapi bagaimana lagi.. ini terpaksa you know?'
Helly terkekeh geli membaca balasan pesan Varun. Ternyata dirinya dan juga pria itu sama. Nonton dengan terpaksa karena tidak tertarik dengan filmnya.
'Sama, aku pun juga Var. Hanny memaksaku untuk menonton film ini padahal aku tidak suka, tapi aku tidak ingin membuatnya merasa sedih jika aku menolaknya'
Sesaat kemudian Helly mulai terbawa suasananya dengan chat bersama Varun, namun ketika wanita itu mengalihkan pandangannya pada Varun diseberang sana Helly memicingkan kedua matanya dan melihat seorang wanita berambut panjang tengah memeluk mesra lengan Varun dan bersandar dibahunya.
'Jadi.. dia nonton film bersama seorang wanita? Apa itu.. kekasihnya? Aku tidak bisa melihat wajahnya karena dia membelakangiku' batin Helly.
Seketika wajah Helly kembali kusut dan tak bergairah seperti sebelumnya ditambah lagi Varun tidak membalas pesannya tadi, mungkin dia sedang sibuk bermesraan dengan kekasihnya itu. Helly mulai merasa geram dalam hatinya dan kemudian mengurungkan pesannya tadi dan untung saja Varun belum membacanya. Sial! Memalukan sekali dirinya bagaimana bisa dia chat-an dengan sang mantan?
Tbc..
I hope you like this story guys!
KAMU SEDANG MEMBACA
SLOWLY DESTROY [END]
Romance[COMPLETED] Adult! "Aku membutuhkan tangisan dan kehancuranmu lebih dari apapun" -- Varun Edward Levino DONT COPY PASTE! {Ditulis tanggal: 6 Juni 2019 Selesai ditulis: 17 Agustus 2019} Chirkoot.
![SLOWLY DESTROY [END]](https://img.wattpad.com/cover/188840189-64-k844766.jpg)