34. Permainan Takdir

2.7K 90 4
                                        

******

"Kenapa.. kenapa kau meninggalkanku?" lirih seorang wanita yang kini tengah menunduk dalam tangisnya.

Wanita itu adalah Helly, dia mengusap sebuah nisan yang sudah berwarna kecoklatan bertuliskan nama Zaroon Alexander. Ya, Zaroon suaminya memang sudah tiada satu tahun yang lalu karena sebuah kecelakaan.

"Ikhlaskan kak Zaroon, kak. Biarkan dia tenang disana.. kak Zaroon pasti sedih melihatmu menangis seperti ini" lirih Hanny yang kini sudah terlihat dewasa. Usianya sudah menginjak dua puluh tahun, dan gadis itu masih menempuh masa kuliahnya.

Helly merasa kesedihan kembali datang padanya, kemudian wanita itu memeluk tubuh adiknya dan menangis terisak disana sembari mengingat kenangan indahnya bersama sang suami dan sampai pria itu meninggalkannya.

Flashback..

"Sayang.. aku pulang!"

"Zaroon akhirnya kau pulang juga. Aku sudah menunggumu dari tadi" ucap Helly dan meraih tas kerja Zaroon dan menaruhnya diatas meja.

Zaroon terlihat tersenyum kecil sambil memeluk pinggang istrinya.
"Kau pasti merindukan suamimu ini kan sayang?" goda Zaroon.

Helly merasa malu dan mencoba melepaskan pelukan Zaroon ditubuhnya.
"Jangan kepedean tuan Alexander! Cepat bersihkan dirimu, aku sudah menyiapkan makan malam"

"Tidak perlu istriku sayang.." bantah Zaroon dan semakin mengeratkan pelukannya.

Helly mengernyitkan dahinya bingung.
"Why?"

"Because, we will have a romantic dinner outside"

"Ouh really?"
Helly menaikan alisnya dengan senyum menggoda.

"Yes baby. Kau bersiaplah, pukul tujuh kita pergi" pinta Zaroon.

"Ck, lalu bagaimana dengan makanan yang sudah kusiapkan?! Kau sudah membuat aku repot saja dengan memasak tadi. Kenapa kau tidak mengatakannya lebih dulu Zar?" protes Helly sambil memanyunkan bibirnya.

"Besok kan bisa kita makan, kau tinggal hangatkan saja lagi" jawab Zaroon sambil terkekeh geli menatap wajah istrinya yang cemberut.

"Hm, baiklah" ucap Helly akhirnya. Mereka pun masing masing bersiap untuk makan malam diluar.

Setelah sampai ditempat tujuan, Helly dan juga Zaroon terlihat menikmati makan malam mereka.

"Suasananya benar benar romantis sekali ya Zar, kau memang paling bisa membuatku menjadi terpana seperti ini" ucap Helly dengan senyumnya.

"Apapun akan kulakukan untuk istriku tersayang" jawabnya.

Helly tersenyum lalu melanjutkan makannya. Zaroon menatap pada istrinya dan tersenyum kecil.

"Apa kau benar benar telah mencintaiku Hel?" tanya Zaroon.

Helly yang mendengarnya seketika menghentikan aktifitasnya dan menatap pada Zaroon dengan raut wajah bingung.

"What do you mean? Aku sudah mengatakan berulang kali padamu Zaroon. Aku memang mencintaimu sekarang, kita juga sudah tiga tahun hidup bersama. Dan tolong.. jangan membahas masa lalu lagi itu tidak penting bagiku. Saat ini aku hanya ingin hidup bersamamu selamanya"

Helly menggenggam jemari Zaroon, dan pria itu juga tersenyum lalu meraih tangan Helly dan mengecupnya mesra.

"Oh ya, by the way Hanny kapan akan pulang dari turnya?" ucap Zaroon dan melanjutkan makannya.

SLOWLY DESTROY [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang