12. Burning Passion

4.1K 94 0
                                        

Scene 18+!           

******

"Varun, kau mau apakan aku lagi?!" pekik Helly dan menghempas kasar tangan Varun yang sejak tadi menariknya. Mereka kini sudah sampai dipenthouse.

"Melanjutkan yang kemarin lah" jawabnya santai.

"Brengsek! Aku tidak mau!" bantah Helly dan berjalan dengan cepat menuju pintu.

Namun wanita itu merasakan pinggangnya tengah dipeluk oleh lengan kekar Varun.
"Mau kemana lagi sih baby? Sudah cukup acara kabur kaburannya.." bisik Varun tepat ditelinga Helly.

Helly langsung berusaha memberontak agar Varun melepas dirinya.

"Bisa kau diam? Ck, jika kau terus saja seperti ini aku bisa marah Hel"

"Marah saja! Aku tidak perduli! Lepaskan aku brengsek..!" pekik Helly.

"Dengar aku, jika kau terus saja membantah seperti ini.. kau tahu apa yang bisa kulakukan hm?"
Varun mulai mencengkram bahu Helly dengan kuat, membuat wanita itu sedikit meringis.

"Aku tidak takut dengan ancamanmu!"

"Baiklah, kau berani melawanku? Maka seseorang lah yang akan menanggung sikapmu ini" lanjut Varun.

Helly hanya terdiam.

"Hanny, adikmu. Kau tidak ingin kan terjadi sesuatu yang buruk pada adik kesayanganmu itu?"

Mendengar nama Hanny, Helly merasa takut dan berhenti memberontak.
"Kumohon jangan lakukan hal apapun pada adikku! Apa kau gila? Dia masih kecil, jangan sampai kau menyakiti adikku!" ucap Helly dengan penuh tekanan.

"Nah itu dia, makanya kau jangan melawanku. Jika tidak.."

"Ahh.."
Helly meringis kesakitan saat Varun mencekal lengannya dengan kuat kebelakang.

"Adikmu itu akan berakhir ditanganku"

Helly menelan ludahnya dengan susah payah saat mendengar ancaman Varun. Inilah yang paling dia takutkan. Adiknya Hanny pasti akan ikut terlibat dalam semua ini. Tidak, Helly tidak akan membiarkan adiknya itu merasakan sakit seperti dirinya.

"Understand?"

Wanita itu akhirnya mengangguk pelan.

"Nice baby. Sekarang kau harus bisa memuaskan aku, karena aku tidak bisa menyalurkan hasratku lagi pada siapapun" Varun kemudian menarik tangan Helly dan membawanya ke kamar.

Disisi lain, Vino sudah mengintip dan menguping pembicaraan mereka sejak tadi. Pria baya itu menggelengkan kepalanya merasa muak dengan sikap putranya itu.

"Varun, kau sudah sangat keterlaluan memperlakukan Helly. Aku tidak akan membiarkan kau merasa puas dengan rencana jahatmu ini!"

-

"Varun, kumohon.. jangan lagi. Aku masih kesakitan" lirih Helly yang memohon pada Varun.

"Sakit?"
Pria itu mengernyitkan dahinya bingung.

"Kau menyiksaku itu masih tersisa bekas yang tidak akan mudah hilang begitu saja" jawab Helly.

Sedangkan Varun tak perduli, pria itu membanting tubuh Helly diranjang lalu menindihnya.

"Kumohon.. aku lelah. Jangan paksa aku" lirih Helly lagi, wanita itu merasa jika kekuatannya perlahan menghilang untuk melawan pria devil dihadapannya ini.

"Ck, bisakah kau sekali saja tutup mulutmu itu ha?! Sudah kubilang turuti saja perintahku dan jangan melawan, apa kau tuli?!" bentak Varun yang membuat Helly memalingkan pandangannya.

Bulir air mata perlahan jatuh dari pelupuk matanya. Helly merasa betapa malang nasibnya kini.

Sedangkan Varun yang melihat Helly menangis mulai menyeringai.
"Menangis saja, itu lebih baik daripada kau selalu mengoceh tidak jelas. Sekaligus kau membuatku semakin puas dengan melihat penderitaanmu" ucapnya.

Pria itu kemudian merobek pakaian Helly dengan kasar dan langsung membuat bra yang dikenakan wanita itu terlihat dihadapannya. Bra berenda berwarna maroon itu seperti tidak muat untuk menampung kedua payudara bulat miliknya. Varun menyeringai dengan penuh nafsu.

"Wow, kau sangat seksi.." bisiknya.

Kemudian pria itu mengecup puncak dada Helly dengan perlahan lalu meremas payudaranya dengan kasar.

"Ahh, sakit.. bisakah kau pelanhh.." rintih Helly, pria itu kini menghisap lehernya dan memberikan banyak kiss mark disana.

Varun lalu membuka kaitan bra milik Helly dengan tergesa gesa, pria itu seperti tidak bisa lagi menahan nafsunya. Sedangkan wanita yang kini berada dibawahnya hanya bisa merintih sambil menangis.

Varun menatap kagum pada dua benda bulat kenyal yang sedang menantang dirinya saat ini. Dalam hati, pria itu mengagumi setiap jengkal tubuh Helly yang begitu seksi.

'Shit! Payudara wanita pembunuh ini sangat besar dan begitu menggoda! Bahkan milik Dhania saja kalah dengannya..' Varun membantin sambil menatap payudara Helly dengan nipple yang mencuat keras dan berhasil membuat bagian bawah pria itu mengeras.

Sedangkan Helly sendiri sesungguhnya merasa malu saat Varun menatap miliknya seperti itu. Jika saja dia bisa berteriak dan melawan pria devil ini, wanita itu akan melakukannya.

Varun lalu meremas payudara kiri Helly dan memainkan lidahnya pada nipple kanannya yang membuat siempunya langsung mendesah. Helly meremas rambut Varun untuk melampiaskan sensasi yang diberikan oleh pria itu.

"Ahh shh.."

Mendengar desahan kecil dari Helly, membuat Varun semakin merasa bergairah. Pria itu kemudian ingin membuka hotspant milik Helly dengan cepat.

Tok..tok..

Shit! Varun menggeram dengan kesal mendengar ada yang mengganggu aksinya.

"Tuan muda Varun ada hal penting yang ingin dibicarakan oleh tuan besar. Beliau ingin kau menemuinya sekarang dikamar" ucap seorang maid dari arah luar.

"Kurang ajar!"
Dengan rasa kesal, Varun bangkit dari tubuh Helly dan membuka pintu sedikit untuk melihat maid yang berada diluar.

"Aku akan kesana, kau pergilah!" perintahnya.

Maid itu hanya mengangguk lalu kemudian berlalu pergi.

Pria itu menatap pada Helly yang terlihat berantakan dengan tubuh setengah telanjang nya. Dan sialnya itu semua ingin membuat Varun langsung menerkamnya, tapi pria itu harus mendengar perintah papanya.

"Cepat rapikan dirimu. Aku akan ke kamar papa, dan kau jangan pernah berpikir untuk pergi dari kamar ini lagi karena itu tidak akan bisa!" ancam Varun dan langsung mengunci Helly dikamarnya agar dirinya tidak kabur lagi.

Sedangkan Helly hanya menghela nafasnya dengan pasrah, wanita itu juga sudah cukup lelah menghadapi semua ini. Dan kali ini, dia tidak ada gairah untuk kabur karena seluruh tubuhnya seperti remuk akibat pria devil itu. Helly kemudian memungut pakaiannya dan membaringkan tubuhnya untuk tertidur diranjang kamar milik Varun. Masa bodoh, Helly tak perduli apapun, kali ini dia hanya butuh tidur.

Tbc..

SLOWLY DESTROY [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang