06. Siksaan 1 (18+!)

11.6K 166 3
                                        

WARNING! 18++
(Sudah ada peringatan sebelumnya, jadi up to you aja mau dibaca atau ga yaa)

******

Varun mulai menjalankan aksi bejatnya dengan merobek tanktop merah maroon yang dikenakan Helly dengan kasar. Terlihatlah kedua payudaranya yang tertutup dengan bra berwarna hitam. Melihat itu, tangisan Helly semakin menjadi.

"Wow, dadamu ternyata besar sekali gadis pembunuh.." ucap Varun dengan kagum dan langsung meremas payudara kanan Helly dengan kasar.

"Ahh.."

Varun kemudian beralih pada leher jenjang Helly dan menghisapnya dengan kuat sesekali menarik tali yang sedang mengikat tangan gadis itu dengan sangat kencang agar Helly semakin merasa tersiksa.

"Ahhh, sakit.. ahhh lepasmm.."

Pria itu langsung membungkam bibir Helly dengan menciumnya. Itu dilakukannya agar tidak ada yang mendengar apalagi mengetahui aksi bejatnya ini.

"Kau akan tersiksa. Kau akan kuhancurkan secara perlahan.." bisik Varun dan menggigit bibir bawah Helly sampai mengeluarkan darah karena gadis itu tak membalas ciumannya.

Pria itu lalu mengangkat kedua kaki Helly dan melingkarkannya dipinggang. Varun kembali mengecupi leher Helly dan menggigitnya dengan kuat. Saat itu juga, Helly ingin berteriak kesakitan tapi Varun malah menampar pipinya.

"Diam! Sekali lagi kau berteriak, aku akan menamparmu! Bahkan bukan hanya menampar, aku bisa membuatmu tiada sama seperti yang kau lakukan pada mamaku!!"

"Ahh, cukup! Tapi..tapi ini sakit bagaimana bisa aku tidak berteriak!" pekik Helly dengan sisa tenaga yang dia punya.

Plak!

Varun menamparnya lagi dan gadis itu hanya bisa menangis tertunduk.
"Dengarkan dan turuti saja perintahku, karena kau adalah budak ku mulai detik ini pembunuh!!"

"Sa.. sakit.."

Helly kembali merintih saat Varun menghisap nipple payudaranya dengan kuat dan sedikit menggigitnya dengan kasar.

"Kumohon, hen..hentikan ahhh"

Varun terus menghisap payudara Helly dengan kuat, bahkan membuat kedua payudara bulat itu memerah dan membengkak karenanya.

"Ini belum seberapa pembunuh.." bisik Varun dan menurunkan kedua kaki Helly lalu detik kemudian pria itu sudah membuat tubuh Helly kini tanpa sehelai benang pun.

"Hikshiks.. kumohon jangan lakukan ini. Varun, aku mohon.." Helly terus memohon dan menangis dengan buruk saat Varun mengarahkan kejantanan nya yang sudah mengeras pada miliknya.

"Kau masih virgin?" tanya Varun dengan kilatan matanya yang dipenuhi nafsu.

Helly mengangguk dengan lemah
Wajahnya memelas menatap pria kejam dihadapannya itu, berharap pria itu akan mengasihani dirinya.

"Kumohon.. jangan ambil kehormatan ku seperti ini. Aku menjaganya untuk suamiku kelak, bukan seperti ini. Just please.." bisik Helly dengan suaranya yang perlahan melemah.

Varun tersenyum saat menatap wajah Helly yang sangat menderita karena dirinya. Pria itu lalu mengelus pipinya dengan perlahan.

"Ckck, kasihan sekali. Tapi aku tidak akan mengampunimu pembunuh! Kau sudah tahu kan sekarang budak yang aku maksud? Ya, ini dia!!"

"Ahhhh..!"

Helly berteriak kencang saat sesuatu menerobos masuk dengan paksa kedalam miliknya. Varun memasukan miliknya dengan kasar, dan menghentakannya keras.

"Ahhh, sakit sekali kau.."

"Oh Fuck, kau sangat nikmat.."
Varun menggeram dan mulai memajukan miliknya didalam liang milik Helly. Pria itu melingkarkan kaki gadis itu lagi dipinggangnya.

"Ahhh oughhh.."
Helly ingin sekali meluapkan rasa sakitnya saat ini, tapi kedua tangannya terikat dan gadis malang itu tak bisa berbuat apapun lagi.

"Uhh.. milikmu sempit sekali ouhhh.."

"Ahhh sa..sakit.."
Helly terus menangis dan merintih saat Varun menggoyangkan tubuhnya, selangkangan nya kini sudah mengeluarkan darah dan itu sangat sakit.

"Kau lihat, ha?! Aku..aku sudah mengambil kehormatanmu, oughh kau akan menjadi budak ku Helly dan kau sudah tidak perawan lagi! Kau ahh sungguh nikmat.."

Varun terus mendesah dengan nikmat sambil memainkan kembali payudara bulat milik gadis itu.

"Oughhh, Va..Varun aku..aku"

"Oh C'mon baby.. aku sampai.."

"Ahhhh..!"

Varun mengeluarkan cairan miliknya diatas payudara Helly. Setelah mengeluarkannya, pria itu mengarahkan miliknya pada mulut Helly.

"Hisap dan telan!" pintanya.

Helly menggeleng kuat dan menutup mulutnya dengan rapat.

Plak!

"Sudah kubilang tidak ada bantahan, Bitch!" teriak Varun dan menampar pipi gadis itu lagi kesekian kalinya.

Helly terpaksa membuka mulutnya karena tubuhnya sudah lemas dan tidak kuat merasakan sakit yang diberikan pria itu. Helly kemudian menghisap milik Varun walau terbatuk batuk karena milik pria itu sangat memenuhi rongga mulutnya.

"Ahh yess.. seperti itu bitch.." desah Varun merasakan nikmat saat miliknya berada dalam mulut Helly.

Saat pria itu akan sampai, Helly melepas milik Varun dan menjauhinya.

"Telan! Kubilang telan!" teriaknya.

Plak!

Sekali lagi, pria itu menampar pipi Helly hingga benar benar memar. Dengan terpaksa, Helly menelan cairan pria itu walau setelahnya dia langsung muntah karena tidak bisa menahannya.

"Nice baby.."

Varun kemudian melepas ikatan tangan Helly, gadis itu langsung lunglai dengan tubuhnya yang lemas. Kedua tangannya terjatuh memeluk leher Varun karena menahan rasa sakit sejak tadi.

"Sudah cukuphh.. aku tidak kuat lagi"
Helly kini benar benar kehilangan tenaganya, bahkan dia tak sanggup sedikit pun untuk melawan tindakan Varun padanya.

Pria itu kemudian mengangkat tubuh Helly yang menggigil karena terus saja tersiram air shower dan membawanya keatas ranjang. Pria itu melanjutkan permainan nya bersama Helly tanpa memberi gadis itu istirahat sedikit pun. Dan itulah yang Varun inginkan, tangisan dan kehancuran bagi pembunuh mamanya.

Tbc..

SLOWLY DESTROY [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang