07. Terenggut

8.4K 136 2
                                        

******

Helly kini membuka matanya perlahan. Tubuhnya benar benar terasa remuk karena melayani nafsu bejat dari Varun. Perih yang sangat melanda pada kewanitaan nya, apalagi pada pergelangan tangannya yang memerah, juga kedua pipinya yang memar akibat tamparan pria kejam itu.

Gadis itu berusaha bangkit dari ranjang. Ck, ralat! Bukan gadis lagi, karena kehormatannya sudah terenggut dengan paksa oleh pria yang tidak pernah dia cintai.

"Kenapa aku jadi seperti ini? Dia..dia menyiksaku dan memperkosaku, ini semua sangat sakit.." Helly menangis sambil memegangi kedua pipinya, rasanya ini semua benar benar seperti mimpi buruk baginya.

"Kau sudah bangun? Cepat mandi dan bersihkan dirimu" ucap Varun yang kini tengah memakai jaketnya.

"Kenapa kau tega sekali padaku, ha?! Kau sudah menghancurkan hidupku dengan berhasil memperkosaku habis habisan! Pria macam apa kau? Kau seperti seorang iblis yang tak mempunyai hati nurani dan rasa kemanusiaan sedikit pun!"
Helly berteriak kencang dengan amarahnya sambil menatap pada Varun.

Varun yang mendengarnya kembali merasa emosi dan menjambak rambut Helly dengan kasar.
"Apa kau bilang? Aku seseorang yang tidak mempunyai hati nurani dan rasa kemanusiaan?!" bentaknya.

"Ya, kau bahkan lebih hina dari seorang pembunuh!" Helly tetap berani menjawab dan menentang pria itu walau merasakan sakit pada rambutnya yang tertarik dengan kencang.

Plak!

Varun menampar kembali pipi Helly dan berhasil membuatnys terdiam dan mulai menangis.

"Lalu bagaimana denganmu? Hei.. apa kau lupa dengan dirimu sendiri, ha?! Saat kau menabrak mamaku dan memilih kabur begitu saja dimana letak hati nurani dan rasa kemanusiaanmu?! Katakan dimana!!"

Helly hanya bisa diam dan kembali merasa ketakutan saat dirinya mulai memancing amarah pria itu. Varun lalu menarik dagunya dengan kasar.

"Dengar ya gadis pembunuh. Oh ralat, kau bukan gadis lagi karena kau sudah tidak perawan! Ini semua balasan setimpal atas perbuatanmu itu, dan ini belum seberapa! Kau ingat ini baik baik, kau adalah pelacurku! Kau adalah jalang bagiku yang akan selalu menuruti semua perintahku. Jika kau sekali...saja menolak dan membantah, kau akan merasakan hidupmu seperti dineraka bahkan lebih buruk dari yang aku lakukan padamu kemarin. Aku bisa melakukan apapun yang kumau!"

Varun menghempaskan dengan kasar wajah Helly lalu beranjak pergi.
Sedangkan Helly sendiri mulai menangis sambil memeluk selimutnya.

"Tuhan tolong aku.. sungguh sama sekali aku tidak ada niat untuk berbuat buruk pada mamanya hingga menyebabkan beliau tiada. Saat itu aku juga bingung, akan lebih memilih mama Varun atau ibuku sendiri? Dan saat itu juga Zain menyuruhku kabur dan membuatku menjadi menderita seperti ini. Padahal aku sudah rela disalahkan sendiri, padahal Zain yang bersalah. Tapi dia.. tega sekali pria itu menghianatiku!"

"Dan sekarang.. aku harus tunduk pada Varun. Aku harus bagaimana? Bahkan aku lebih rela masuk penjara daripada harga diriku direndahkan seperti ini olehnya. Andai saja kejadian buruk itu tidak pernah terjadi, pasti aku tidak akan berada disini. Ibu ayah, tolong Helly. Helly sangat takut.."

Helly terus menangis dengan buruk. Wanita itu sangat merindukan kedua orang tuanya. Andai pula mereka masih ada, hidupnya tidak akan menyedihkan seperti ini.

"Hanny.." lirih Helly saat mengingat adiknya itu yang dia tinggalkan dirumah.

"Aku harus pulang dan menemui Hanny, dia pasti mencariku" lanjutnya dan kemudian menghapus air mata dipipinya. Wanita itu bangkit dan bergegas membersihkan tubuhnya.

SLOWLY DESTROY [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang