64. Penyesalan

3.6K 59 4
                                        

******

"Hiks.. hiks.., Varun.."

"Stt.. tenangkan dirimu Hel"

Varun mengusap rambut Helly dan mengecup puncak kepalanya berulang kali agar sedikit menenangkan Helly yang masih syok dengan tubuh begetar.

"Varun.. mereka..mereka menyentuhku.. sakit sekali hiks.."

Melihat tangisan dari wanitanya, Varun merasa perih pria itu menangis dan memeluk tubuh Helly dengan erat dan mengecupi wajahnya berulang kali.

"Aku bersumpah, semoga mereka mendapatkan balasan setimpal atas perbuatannya itu padamu Hel. Dan Zain, pria itu sudah tiada sekarang semoga dia mendapatkan neraka tuhan disana, sedangkan Devan aku akan memastikan bahwa dia akan segera membusuk dipenjara dan menyusul Zain dengan cepat. Itu sumpah dan doaku"

"Varun hiks.."
Helly masih menangis dengan buruk, wanita itu tidak ingin melepaskan pelukannya pada tubuh Varun.

Tak lama kemudian, Teja datang dan melihat Helly yang menangis dengan wajah yang menunjukkan penderitaan dan kesakitan, begitu juga dengan Varun. Teja meneteskan air matanya, namun kemudian wanita itu mengusapnya dan membawa segelas air pada Helly.

"Minumlah Hel" ucapnya.

Helly menghentikan tangisnya dan menatap Teja yang memberikan segelas air padanya, begitu juga dengan Varun. Pria itu mengambil gelas air itu dan memberikannya pada Helly.

"Minumlah sayang" pinta Varun, Helly menatap pada Varun sejenak lalu meminum air itu dengan cepat.

Setelah selesai, Helly dan Varun terdiam lalu menatap pada Teja yang sedang menunduk.

"Aku tahu aku salah, aku melakukan dosa besar. Aku benar benar menyesal dengan apa yang sudah kulakukan sendiri. Maafkan aku, aku benar benar minta maaf karena aku ikut bagian dalam rencana balas dendam Zain dan Devan. Aku..aku saat itu sedang diliputi oleh kemarahan dan rasa tidak suka ku kepadamu Hel, jadi aku mau bekerjasama bersama mereka untuk menyingkirkanmu dari kehidupan Varun. Aku pikir, aku akan bahagia dan puas setelahnya tapi tidak, aku sadar dengan kesalahanku, aku juga menyesal dengan semuanya. Dan Varun, kau..kau bisa mengirimku kepenjara sama seperti Devan untuk menanggung jawabkan perbuatanku. Aku bersedia, karena ini semua memang salahku"

Teja menyerahkan kedua tangannya dihadapan Varun dan juga Helly. Wanita itu menunduk dengan tangisnya. Sedangkan Varun menatapnya dan mengingat satu hal yang sudah dia lakukan. Saat Teja dengan tepat waktu menembak Zain dan membantunya untuk menangkap mereka. Teja juga membantu Helly untuk kembali, walaupun dia ikut bagian dalam rencana.

Helly menatap pada Varun yang terdiam, wanita itu masih menangis.

"Bawa aku Varun. Aku ingin menanggung jawabkan perbuatanku, agar kau dan Helly merasa puas dengan aku dipenjara"

"Tidak, aku tidak akan membawamu kepenjara" ucap Varun dan langsung membuat Teja menatapnya.

"Kenapa? Aku ikhlas, aku sudah menyerah, aku sadar dengan perbuatanku sendiri" jawabnya.

"Aku tahu itu. Aku sangat senang kau sudah menyesali semuanya Teja. Tapi aku ingat, saat kau melakukan perlawanan tepat waktu pada Zain. Jika kau tidak menembaknya dahulu, maka aku bisa saja menjadi korbannya dan Helly akan tetap berada dalam cengkramannya. Aku juga tahu, kau seperti ini karena rasa iri dengki dan cemburu mu itu pada Helly karena dia adalah wanita yang kucintai. Tapi aku ingin kau bersunggung sungguh, apa kau sudah benar benar sadar dan belajar dari semua ini jika kau ingin aku untuk memaafkanmu"

"Sungguh demi kedua orangtuaku, aku menyesal aku sadar dengan kesalahanku" lirih Teja.

"Baiklah. Berjanjilah kau tidak akan pernah melakukan hal buruk seperti ini lagi"

Teja mengangguk dengan kuat.
"Aku berjanji. Aku tidak akan pernah melakukan hal buruk seperti ini lagi, aku sudah sadar dan aku ingin kembali pada jalan yang benar" ucapnya dengan mantap

Varun tersenyum mendengarnya, sedangkan Helly juga mulai tersenyum. Teja menatap pada Helly yang tersenyum padanya, rasa sesak menjalar didadanya saat menatap wajah wanita itu. Teja langsung memeluk tubuh Helly dan menangis.

"Maafkan aku Hel, maaf! Aku sudah jahat, aku membuatmu menjadi seperti ini. Harusnya aku tidak membantu kedua pria menjijikan itu dalam rencana busuknya. Aku minta maaf hiks.."

Helly mengusap punggung Teja dan berusaha untuk tersenyum.
"A..aku memaafkanmu Teja. Aku senang kau sudah menyesali semuanya. Aku tetap sangat bersyukur karena aku dan Varun masih bisa bersama disini, itu juga karena dirimu"

Teja kemudian melepaskan pelukannya dan menatap pada Helly.
"Aku berjanji tidak akan pernah menyakiti orang lain lagi. Ini semua sudah cukup membuatku sadar. Saat aku melihatmu dalam keadaan seperti itu, aku.. rasanya aku benar benar malu dengan diriku sendiri! Maafkan aku Helly.."

"Sudah cukup Teja, aku memaafkanmu"

"Terimakasih"
Teja kembali memeluk tubuh Helly dengan erat.

"Aku berjanji akan membuatmu dan juga Varun bersatu. Cinta kalian sangat indah, kalian ditakdirkan untuk bersama. Tidak akan ada yang bisa memisahkan kalian berdua" ucapnya dengan tersenyum, sedangkan Helly dan Varun saling menatap dan mengulas senyum.

Tbc..

Finally! Detik" darah penghabisan ni wkwkwk

SLOWLY DESTROY [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang