******
Malam pun tiba, Varun dan Helly kini datang kerumah Teja untuk makan malam. Varun memakai pakaian casualnya juga dengan jaket, sedangkan Helly memakai gaun mini untuk wanita hamil. Walaupun tubuh Helly sedikit lebih besar dengan perut buncitnya itu, namun dia tetap terlihat cantik dan menunjukkan sisi manis dan imut seperti Helly pada umumnya.
"Hay, kalian akhirnya datang juga! Ayo masuk kita makan" ucap Teja dan menuntun Helly untuk duduk, sedangkan Varun dituntun oleh Ruhaan juga untuk duduk bersama.
"Helly? Istri Varun bukan? Wah kau sedang hamil ya" ucap Jassica, mama Teja dan mengusap pipi Helly sambil tersenyum.
"Ya bibi. Aku Helly" jawabnya.
"Cantik sekali istrimu Varun" ucap Jassica lagi sambil menoleh pada Varun, sedangkan Helly tersipu malu mendengarnya.
"Tentu saja Helly cantik, jika tidak ada dia Varun bisa gila tanpanya" ledek Teja, Ruhaan yang mendengarnya pun tertawa tertahan.
"Hei Teja, diamlah!" sinis Varun.
"Sudah sudah, ayo kita makan"
Semuanya pun duduk dimeja makan.
"Paman dimana bibi?" tanya Varun sambil menyantap makanannya.
"Papa masih mengurus proyeknya diluar kota selama satu minggu" jawabnya.
Varun hanya mengangguk lalu melanjutkan makannya. Setelah makan malam usai, Teja dan Jassica menarik Helly untuk duduk dan berbincang bersamanya. Sedangkan Varun bersama Ruhaan diteras sambil menyesap kopi mereka.
"Kau akan segera melahirkan bukan Hel?" seru Jassica.
Helly mengangguk dan tersenyum.
"Aku paling senang sekali jika melihat wanita hamil sepertimu. Aku jadi menginginkan putriku Teja yang hamil dan memberikan cucu untukku" ucap Jassica sambil menoleh pada Teja.
"Mama ih!" gerutu Teja dengan malu.
Sedangkan Helly terkekeh geli mendengarnya.
"Sebentar lagi Teja akan menikah dengan Ruhaan, nanti Teja juga pasti akan hamil. Dan bibi juga paman akan segera mendapatkan cucu. Benar begitu kan?" ucap Helly sambil menatap pada Teja yang tersenyum.
"Benar sekali. Aku harap, semoga kau dan juga bayimu sehat Helly. Semoga persalinanmu nanti lancar" ucap Jassica dan memeluk Helly.
"Terimakasih bibi" jawabnya, Helly kemudian memeluk Teja juga. Mereka pun menghabiskan waktu untuk berbincang sejenak, begitu juga dengan Varun dan Ruhaan.
Beberapa hari kemudian, acara pernikahan Teja dan Ruhaan pun berlangsung dengan meriah. Mereka sangat terlihat bahagia, apalagi sekarang mereka telah sah menjadi sepasang suami istri.
Hanny juga semakin dewasa, dia membawa kekasihnya yang bernama Daren untuk menemui Helly dan juga Varun. Ternyata Daren adalah pria yang sangat baik, dia juga sangat mencintai Hanny. Helly merasa senang mendengarnya, Hanny ternyata sudah memiliki hubungan dengan Daren semenjak satu bulan yang lalu namun dia masih enggan untuk mengenalkan pria yang dicintainya itu pada kakaknya.
"Kak, aku dan Daren pergi keluar dulu ya.. malam ini kan malam minggu jadi aku ingin menghabiskan waktu bersamanya" ucap Hanny sambil tersenyum.
Daren juga tersenyum pada Helly.
"Benar kak. Oh ya, kak Varun tadi mengirimkanku pesan katanya sebentar lagi dia akan pulang dari kantor, kau tunggu saja suamimu itu sebentar" ucapnya.
Sedangkan Helly hanya mengangguk dan tersenyum, "Baiklah baiklah, aku tahu kalian sedang ingin berduaan sekarang. Sudah pergilah, jangan khawatirkan aku"
Hanny dan Daren saling memandang dan tersenyum, mereka berdua kemudian memeluk Helly dengan sayang. Hanny menyempatkan dirinya untuk mengusap perut buncit kakaknya, kemudian mereka berdua pun pergi untuk menghabiskan waktu bersama.
Sedangkan Helly melirik kearah pintu untuk menanti kedatangan suaminya. Wanita itu kemudian memilih untuk beranjak pergi kekamarnya, tak lupa juga dia meminta maid untuk membawakannya susu untuk ibu hamil. Helly harus rutin meminum susunya dengan baik, begitu juga dengan makanan sehat yang tentunya banyak gizi untuk pertumbuhan bayinya nanti.
"Aku pulang.."
Suara Varun akhirnya terdengar dari balik pintu, pria itu datang dan langsung menghampiri istrinya.
"Apa kau sudah makan sayang?"
Helly mengangguk dan tersenyum.
"Sudah, kau bagaimana?"
"Belum, aku akan makan nanti" jawab Varun dan mengecup perut buncit istrinya dengan sayang.
"Aku akan menemanimu makan dibawah"
"Tidak sayang, aku bisa makan sendiri. Kau sebaiknya istirahat saja, ini juga sudah malam" pinta Varun.
Helly kemudian mengangguk untuk menanggapi perintah suaminya. Varun mengecup kening istrinya sejenak, kemudian menyelimuti tubuhnya untuk segera tidur. Sedangkan pria itu bergegas untuk membersihkan tubuhnya sendiri.
Tbc..
Info gess, satu chapt lagi akan ending aduhh😬😜
Tolong divote yaa..
komennya juga dong:(
KAMU SEDANG MEMBACA
SLOWLY DESTROY [END]
Romance[COMPLETED] Adult! "Aku membutuhkan tangisan dan kehancuranmu lebih dari apapun" -- Varun Edward Levino DONT COPY PASTE! {Ditulis tanggal: 6 Juni 2019 Selesai ditulis: 17 Agustus 2019} Chirkoot.
![SLOWLY DESTROY [END]](https://img.wattpad.com/cover/188840189-64-k844766.jpg)