[COMPLETED]
Adult!
"Aku membutuhkan tangisan dan kehancuranmu lebih dari apapun"
-- Varun Edward Levino
DONT COPY PASTE!
{Ditulis tanggal: 6 Juni 2019
Selesai ditulis: 17 Agustus 2019}
Chirkoot.
Helly pun hanya tersenyum mendengarnya. Kini mereka, Helly bersama adiknya Hanny dan juga Zaroon tengah menyantap makan malam buatan Helly.
"Benar kata Hanny. Ini enak sekali" timpal Zaroon dan melahap spagheti dipiringnya.
"Ck, sudahlah. Tidak usah berlebihan" ucap Helly dengan malu.
Zaroon menatap wajah Helly yang merasa malu itu. Kedua pipinya memerah, ekspresinya sangat cute dimata pria itu. Zaroon diam diam memperhatikan Helly dengan kagum. Hanny pun tak sengaja melihat Zaroon menatap kakaknya diam diam.
"Hahaa.. kak Zaroon, kakak ku itu memang cantik. Menatapnya jangan sampai seperti itu juga dong.." ledek Hanny.
Zaroon pun menjadi salah tingkah dan mengalihkan pandangannya, sedangkan Helly merasa gugup saat mengetahui Zaroon sedang menatapnya tadi.
"Permisi nona Helly, saya ingin menyampaikan pesan dari tuan Varun" ucap seorang maid yang menghampiri meja makan.
Helly dan Zaroon pun saling menatap. Helly menunjukan ekspresi cemas karena berpikir apa yang akan dilakukan Varun padanya kembali.
"Katakan" kata Zaroon.
"Tuan Varun menyuruh nona Helly untuk pulang ke penthousenya sekarang juga" ucap maid itu.
Zaroon yang mendengarnya menghela nafasnya dengan berat. "Kenapa dia selalu mengatur hidup Helly?!" gertak Zaroon yang membuat maid itu tertunduk diam.
"Kau pergilah!" ucap Zaroon pada maid yang kemudian berlalu pergi.
"Zaroon, bagaimana ini?" lirih Helly.
Zaroon hanya terdiam, pandangannya menatap pada Hanny. Helly yang melihatnya merasa mengerti.
"Han, kembali ke kamarmu. Kakak ingin bicara penting dengan kak Zaroon" pinta Helly, Hanny pun mengangguk dan menuju kamarnya.
"Aku tidak ingin bersamanya lagi Zaroon, aku tidak ingin terus disiksa dan disakiti olehnya dia tidak mempunyai hati! Tolong lindungi aku darinya.. aku ingin bersama adikku.." lirih Helly, air matanya kembali berjatuhan.
Zaroon yang melihat Helly mulai menangis langsung mendekap tubuhnya. "Stt.. jangan menangis. Aku akan melindungimu, aku akan menjagamu Hel. Aku sudah mengatakan itu bukan? Sekarang kau akan tetap disini bersamaku"
Helly mengernyitkan dahinya dan mendongakkan kepalanya menatap Zaroon.
"Apa maksudmu? Bagaimana jika pria devil itu marah besar karena aku membantah perintahnya?"
Zaroon tersenyum dan mengusap air mata Helly dipipinya. "Biarkan dia kemari jika dia marah karena kau membantahnya, aku yang akan menghadapinya nanti" ucap Zaroon.
"Tapi Zaroon kau.."
"Stt.. kau tenang saja Helly. Aku akan melindungimu" bisik Zaroon dan menaruh telunjuknya pada bibir Helly dan sedikit mengelusnya. Kemudian pria itu mendekatkan wajahnya lalu mengecup bibir ranum milik Helly.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.