08. Siksaan 2 (18+!)

9.4K 143 1
                                        

Haloo✋
Sebenernya story ini mah udah aku share difb duluan bahkan udah sampe chapter 25. Tapi gapapa, aku akan tetap update disini sampe ending, bagi yg belum baca difb bisa dibaca disini😁😁

Btw, WARNING!
Ada scene 18+!

 *******

"Ahh Varun, kau menyakitiku!" pekik Helly dan menghempaskan kasar tangan pria itu yang sedari tadi menariknya seperti binatang.

"Kau pikir aku ini apa? Seenakmu saja memerintahku! Aku juga punya kehidupanku sendiri, kau tidak perlu ikut campur apalagi memerintah adikku Hanny! Aku hanya ada urusan denganmu jadi selesaikan dengan baik baik, kenapa kau sangat kejam ha?!"

Helly kini tidak bisa menahan kekesalan dan sakit hatinya lagi saat menghadapi sikap pria devil itu. Tapi kini, wanita itu telah berhasil membuat kemarahan Varun semakin menjadi.

"Kurang ajar! Berani kau meneriakiku jalang?!" Varun mendorong tubuh Helly dan menghentakannya sampai pada mobil miliknya.

"Sudah kukatakan berulang kali padamu, ha?! Kau benar benar membuatku semakin membencimu jalang!" teriak Varun.

"Heh, kau membenciku pria devil? Benci saja, whatever you say! Dan dengar, aku bukan jalang. Aku dulunya wanita baik baik, tapi setelah bertemu denganmu aku menjadi wanita paling buruk didunia ini!"
Helly menunjuk wajah Varun dengan jemarinya, amarahnya kini tak bisa terbendung lagi.

Plak!

Varun kembali menampar Helly dengan keras, membuat tubuh wanita itu terhuyung dan jatuh di rerumputan tanah. Helly hanya bisa memegangi pipinya dan menatap benci pada Varun.

"Kau seorang pria? Heh, aku rasa bukan! Kusebut kau pria sejati saja itu tidak akan cocok untukmu, karena kau hanya beraninya pada seorang wanita dan selalu memukulnya. Apa kau tidak punya hati, ha? Menjijikan!"

Helly terus mengeluarkan kata kata yang membuat Varun semakin tidak bisa menahan amarahnya. Wanita itu bukannya sengaja untuk memancing amarah Varun, tapi karena dia sudah tak tahan lagi untuk diam saja.

Varun kemudian menjambak rambut Helly dengan keras, sorot matanya yang saat ini menyatakan bahwa pria devil itu sedang dalam amarahnya.

"Kau sejak tadi membantah dan berani meneriakiku dengan kata kata tak bergunamu itu. Dan kau juga mengatakan bahwa aku bukan pria sejati? Baik kutunjukan padamu, sekaligus aku akan memberikan hukuman padamu. Kau jalang, akan merasakan hidup dineraka bersamaku"

"Ahh, lepaskan aku!" rintih Helly saat Varun kembali menariknya masuk menuju mobil.

Varun kemudian melajukan mobilnya dengan kasar kesebuah hotel pribadi miliknya yang dulunya adalah milik sang papa tapi kini beralih padanya. Pria itu menarik tubuh lemas Helly dan membanting tubuhnya itu keranjang dan langsung mengunci pintu.

"Kau ingin menyentuhku lagi? Tidak akan!" teriak Helly, walau sebenarnya dia bodoh. Bagaimana mungkin dia bisa pergi dan kabur jika pintu saja sudah terkunci?

"Ck, in your dreams!"

Helly kemudian berusaha mendorong tubuh kekar Varun yang kini ingin menindihnya. Dengan sekuat tenaga yang dia punya, Helly meraih sebuah jam weker disampingnya dan memukul tepat dikening pria itu.

"Kurang ajar!"

Helly mencari kesempatan saat Varun merintih kesakitan dan mencoba untuk kabur lewat jendela yang sedikit terbuka, namun kekuatannya tentu kalah dengan seorang pria devil itu. Varun kembali memeluk pinggangnya dari belakang sambil meremas kedua payudaranya.

SLOWLY DESTROY [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang