56. Amarah Teja(18+!)

5.2K 73 1
                                        

******

"Hayye Varun, kau sudah mendapatkan proyek besar itu kemarin di Manhattan?" tanya Teja yang langsung duduk dihadapan Varun.

"Ya, aku sudah mendapatkannya" jawab Varun.

"Wow, so great! Tapi kenapa kau lama sekali di Manhattan? Bukankah proyek itu hanya berjalan sehari saja? Dan kau pergi bersama.. Helly kan" Teja mengerucutkan bibirnya dengan malas saat menyebut nama Helly.

"Ya, aku pergi bersamanya. Proyek memang berjalan sehari, tapi kami juga perlu istirahat" ucap Varun dengan santai.

"What? Istirahat? Kalian tidur bersama begitu?!" pekik Teja.

Varun menutup telinganya saat mendengar pekikan Teja.

"Bisakah kau tidak perlu berteriak seperti itu? Aku dan Helly hanya istirahat,  bukan tidur bersama" jawab Varun, tentu saja dia berbohong.

Teja kemudian menganggukkan kepalanya, "Baguslah kalau begitu. Jangan sampai aku tahu kalau kau dan dia ada sesuatu yang lebih ya sir Varun" ancamnya.

Varun mengernyitkan dahinya.

"Jika aku mengatakan ya, kau akan apa? Kenapa kau selalu mengurus hidupku? Aku sudah mengatakan berulang kali kita hanya rekan kerja, dan selebihnya dari itu kita adalah teman. Sudah itu saja, kumohon kau jangan berharap lebih padaku"

"Tapi aku memiliki perasaan padamu Var.. Aku tentu tidak bisa melihatmu bersama wanita lain!" bantah Teja.

"Cukup! Aku tidak ingin mendengar ocehanmu itu lagi Teja!"

Teja terdiam sejenak, lalu kemudian bangun dari duduknya dan memberikan beberapa map yang berisikan berkas penting.
"Baiklah, aku kembali keruanganku dulu. Maaf jika membuat pagimu rusak karena mendengarkanku"

Wanita itu kemudian berlalu pergi dari ruangan, sedangkan Varun masih menatapnya sambil memijat keningnya dengan pusing. Namun beberapa saat kemudian, pintu terbuka dan menampilkan Helly yang datang sambil membawa secangkir kopi panas.

Melihat kedatangan Helly, Varun langsung bangkit dan mendekatinya.
"Sayangku.. morning" ucapnya sambil tersenyum

"Morning too Var. Ini aku bawakan kopi untukmu, diminum ya" pinta Helly dan menaruhnya diatas meja kerja.

Varun tersenyum menatap Helly, sedangkan Helly yang merasa ditatap seperti itu merasa malu.
"Ada apa?"

"Kau cantik sekali Hel" bisiknya dan langsung memeluk pinggang Helly yang sedang tersipu malu.

"Kau juga tampan, kau selalu tampan dimataku" jawabnya dan mengalungkan kedua tangannya pada leher Varun.

"Enghh.."

Helly mendesah kecil saat Varun mengecup lehernya, wanita itu mendongakkan kepalanya saat merasakan sentuhan Varun pada tubuhnya. Kemudian Varun melumat bibir ranumnya dengan cepat, kedua tangannya mulai meremas payudara Helly yang masih tertutup blazer nya.

"Ahhh, mphh.."

Varun menghentikan aktifitasnya saat mendengar desahan Helly yang semakin keras, sedangkan Helly sendiri menunjukan wajah kecewa saat pria itu menghentikannya.

"Maafkan aku Hel, aku sepertinya terlalu memaksamu. Aku tidak bisa menahan diriku saat melihatmu. Aku sangat mencintaimu. Dan aku juga tidak ingin memaksamu melayani diriku seperti dulu, apalagi aku.. sampai menyakiti dirimu. Tidak, aku tidak akan mengulangi itu semua"

Helly menutup bibir Varun dengan tangannya dan membuat mereka saling menatap.

"Lupakan itu Var, semua itu sudah menjadi masa lalu. Aku sudah melupakannya, sekarang aku hanya bahagia karena kita bisa bersama. Aku tidak merasa terpaksa sekarang, aku yang ingin melakukannya sendiri"

Varun hanya bisa terdiam, namun seketika pria itu tersentak saat Helly membuka jasnya dengan tergesa gesa dan membuangnya kesofa, lalu jemarinya mulai membuka satu persatu kancing kemeja Varun dan menampakan tubuh kekarnya. Helly mengecupnya dengan gerakan sensual dan penuh perasaan, sedangkan Varun menutup kedua matanya merasakan nikmat.

"Ahh.., Hel.."

"Uchh.., aku sangat menyukai tubuhmu ini Var" bisik Helly disela kecupannya pada tubuh sixpack Varun.

"Akhh..!"
Varun memekik pelan saat Helly semakin agresif dengan meremas kejantanannya yang mulai menegang dari balik celananya. Helly menatap pada Varun yang sedang terengah sambil tetap mengelus miliknya.

"Dan ini.. milikmu. Ya milikmu selalu membuatku menginginkannya Varun, dia selalu membuatku basah hanya dengan sentuhan kecil saja.." bisik Helly semakin vulgar dengan perkataannya.

Namun disisi lain, mereka tak menyadari aksi mereka itu telah dilihat oleh seseorang. Teja. Wanita itu kembali membekap mulutnya tak percaya saat melihat Helly yang diluarnya terlihat seperti wanita polos malah kini sedang menggoda bosnya sendiri. Tapi Teja sudah tahu, bahwa mereka memang memiliki hubungan spesial.

"Menjijikan sekali wanita itu. Dasar jalang! Murahan kau Hel! Berani sekali kau menyentuh Varun! Aku sudah yakin kalau kalian memang memiliki hubungan, tapi Varun malah berbohong padaku tadi. Cih, dia pikir aku sebodoh itu? Tidak, ini tidak bisa terus dibiarkan. Aku harus melakukan sesuatu untuk memisahkan mereka. Varun hanya milikku dan akan tetap seperti itu!" ucap Teja dan meremas kedua tangannya dengan amarah.

Tbc..

Jrengg jrenggg..

SLOWLY DESTROY [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang