09. Kebohongan Dhania+Zaroon

6.6K 140 0
                                        

Aku langsung update 2 chapter yaa.. jan lupa divote:)
Happy Reading✨

******

Setelah menghabiskan waktu bersama kekasihnya, Varun melirik jam ditangannya yang menunjukan pukul enam sore.

"Sayang, kau sudah puas kan bersamaku? Aku akan pulang dulu" ucap Varun.

"Ck, baru beberapa jam saja! Oh ayolah, kita bermain saja dulu baby. Apa kau tidak ingin menyentuhku, hm?"

Dhania mulai menggoda Varun dengan menunjukan kedua payudaranya yang bulat itu dan mengeluarkan ekspresi menggoda padanya. Dhania juga duduk dipangkuan Varun dan mengelus dada bidangnya yang berotot.

"Ohh.. come baby" bisiknya.

Varun tak bisa menahan gairahnya saat melihat pemandangan itu. Dengan cepat, pria itu melumat bibir kekasihnya dan menciumi leher dan puncak dada Dhania yang membuat wanita itu mendesah.

"Kau sudah menggodaku, Nia. Akan kubuat kau hamil anakku, dan kita akan menikah. Aku sangat mencintaimu.." bisik Varun lalu mengecupi telinga kekasihnya.

Dhania seketika terdiam dan tak membalas ciuman Varun saat mendengar bahwa pria itu ingin membuatnya hamil dari benihnya.

'What? No! Aku tidak ingin hamil anaknya. Aku hanya membutuhkan kasih sayang dan tubuhnya saja yang bisa memuasiku. Tapi tidak dengan hamil!'

Varun kemudian mengangkat tubuh Dhania kesofa dan mulai menyatukan miliknya, tapi wanita itu menghentikannya.

"Tidak Varun!"

Varun mengernyitkan dahinya bingung.
"Why? Bukankah kau menginginkannya tadi? Kau harus hamil anakku, agar kita bisa menikah"

Dhania memalingkan pandangannya dengan malas saat mendengar perkataan Varun, "Ehm Var, bukan maksudku menolak. Ehm, aku..aku lupa kalau mama menyuruhku menjemputnya di mall karena dia tidak bawa mobil. Kasihan nanti dia akan menungguku disana" ucap Dhania, tentu saja dia berbohong.

Varun akhirnya diam.
"Oh begitu. Kau akan kesana sekarang? Perlu aku antar?"

"Ah tidak. Aku bisa sendiri, baiklah kau bisa pulang saja aku akan pergi menjemput mama" ujar Dhania.

Varun tersenyum lalu mengecup kening kekasihnya, "Besok kita lanjutkan lagi.." bisik Varun.

"Aku pergi dulu bye.." lanjut Varun dan bergegas pergi.

Dhania menatap kepergiaan Varun sambil mengumpat.
"Astaga, aku tidak ingin hamil apalagi menikah dengannya karena aku tidak mencintainya! Dia berpikir aku mencintainya? Ck, padahal aku hanya ingin harta kekayaannya saja. Dhania kau harus bisa menghindarinya dengan baik, jangan sampai rencanamu hancur"

"Aku akan menemui Daniel sekarang, aku merindukannya" lanjut Dhania yang ternyata pergi menemui seorang pria. Lebih tepatnya lagi, selama ini wanita itu telah mengkhianati cinta Varun.

Varun kini tengah mengemudikan mobilnya dengan perasaan bingung. Pria itu masih memikirkan tentang sikap Dhania tadi padanya.

"Kenapa Nia aneh sekali? Padahal dia yang menggodaku tapi saat aku ingin memulainya, dia malah berhenti" gumam Varun.

"Ck, sudahlah. Mungkin dia memang harus menjemput mamanya" lanjutnya.

"Astaga, aku hampir melupakan jalang kecilku dirumah. Sudah lama aku tinggal, awas saja kau jika berani kabur" Varun menyeringai lalu mengemudikan mobilnya dengan cepat.

Sesampainya dirumah, Varun langsung menuju kamarnya dan pria itu terkejut saat Helly tidak ada. Kembali, seringaian dibibirnya muncul.

"Keras kepala sekali wanita itu! Ternyata dia memang ingin cara yang kasar dariku. Baiklah, baby kau tidak akan bisa kabur dariku"

SLOWLY DESTROY [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang