25. The Plan Ends

3.7K 93 0
                                        

******

Dua minggu kemudian..

Zaroon telah kembali dari luar kota, pria itu kini sedang membahas dan mematangkan rencana nya bersama Helly untuk membongkar semua kebusukan Zain.

"Kau sudah mengerti kan Hel?" tanya Zaroon.

"Ah iya, aku mengerti" jawab Helly.

"Baiklah, ayo kita pergi sekarang"

Helly mengangguk namun tubuhnya tiba tiba terhuyung kesamping, Zaroon yang melihatnya langsung menangkap bahunya.

"Hel, ada apa? Kau baik baik saja kan?" tanya Zaroon dengan cemas.

Helly yang tengah memegangi kepalanya hanya terdiam.

'Zaroon tidak boleh tahu kalau aku sedang hamil, jika dia mengetahuinya pasti dia tidak akan mau melanjutkan rencananya. Tuhan, kuatkanlah aku. Dan kau sayang, jangan nakal ya jangan ganggu mama dulu. Mama harus berjuang demi kebenaran'
Helly membatin sambil mengusap perutnya.

Sedangkan Zaroon yang melihatnya merasa bingung.
"Ada apa? Kenapa kau memegangi perutmu? Apa perutmu sakit Hel?" tanya Zaroon lagi, pria itu kini menangkup pipi Helly dengan cemas.

"Ah tidak. Aku hanya sedikit pusing saja. Ayo kita pergi Zar, kita harus cepat" jawabnya.

"But.. you okay?"

Helly tersenyum dan mengangguk.
"Yes, i'm fine. C'mon!"

Zaroon yang mendengarnya mengangguk kemudian menuntun Helly untuk menuju mobilnya. Zaroon melajukan mobilnya menuju rumah Zain yang letaknya dikota Stamford. Sebenarnya pria itu merasa bingung melihat wajah Helly yang sedikit pucat, dan Zaroon merasa Helly terlihat sedikit lemah.

Setelah sampai tujuan, Zaroon memberikan kode pada Helly. Helly mengangguk dan berjalan masuk menuju rumah Zain. Sedangkan Zaroon berjaga jaga disekitar rumah Zain sambil memegangi ponselnya.

Tok..tok..

Helly mengetuk pintu rumah mewah berwarna putih itu. Tak lama kemudian, pintu terbuka.

"Ya, siapa?"

Helly terdiam dan menatap Zain yang juga sedang terdiam menatapnya.
"Kau?"

"Hai Zain, how are you?" ucap Helly dengan senyumnya.

"Darimana kau tahu aku disini?!" ketus Zain.

"Oh ayolah, tentu saja aku tahu. Aku kemari.. ingin membawamu ke penjara! Kau telah menghancurkan hidupku selama ini tuan Zainnu Barrack!" pekik Helly dan menunjuk wajah Zain yang membuat pria itu menatapnya.

Helly kemudian tersenyum sinis dan masuk kedalam rumah Zain begitu saja.

"Hei! Kau.." ucap Zain yang mulai merasa kesal karena Helly masuk kerumahnya begitu saja tanpa permisi.

"Why? Aku tamu kan, jadi biarkan aku masuk. Oh astaga.. rumahmu sangat mewah. Dan.. oh ya, dimana Cathrine? Kau dan dia sudah menikah?" tanya Helly.

"Ya, aku dan dia sudah menikah. Apa maumu sekarang?!" pekik Zain dengan kesal.

"Oh God, secepat itu kau ternyata melupakan diriku Zain.."
Helly sedikit mendramatisir ucapan dan ekspresinya.

"Cukup! Keluar kau dari rumahku, aku tidak ingin melihatmu!" ucap Zain dan menarik tubuh Helly, namun wanita itu menghempaskan tubuhnya dan duduk disofa.

"Aku baru saja datang kau sudah menyuruhku pergi? Ck, bersikap baiklah sedikit padaku Zain.."

"Cukup Helly! Kau memancing emosiku, aku bisa saja.."

SLOWLY DESTROY [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang