58. Misterius

2.9K 57 4
                                        

******

"Varun, cepaatt.. filmnya nanti keburu mulai!" pekik Helly sambil menarik lengan Varun yang sedang membeli popcorn.

"Sabar sayang, kau ini. Masih ada waktu sepuluh menit lagi sebelum filmnya mulai"

Helly menggeleng dan menghentakkan kedua kakinya dengan manja.

"Tapi aku ingin cepat agar bisa mendapatkan kursi paling depan! Ah ayolah sayang, cepat aku tidak ingin melewatkannya" gerutunya lagi.

Varun kemudian mengambil dua cup berisi popcorn yang sudah dibelinya.
"Oke oke, aku sudah selesai. Ayo!"
Helly tersenyum senang lalu menarik tangan kekasihnya untuk menonton film.

"Kau ternyata suka film horror seperti ini juga ya sayang?" tanya Varun setelah mereka berhasil duduk dikursi depan.

"Of course. Aku sangat menyukai genre film hmm.. seperti horror, thriller, dan sedikit sci-fi. Aku tidak akan pernah melewatkannya!" serunya dengan sangat gembira.

"Wow, aku tidak menyangka kalau selera film kita bisa sesama itu!" gumam Varun sambil tersenyum.

"Oh benarkah? Itu berarti kita jodoh sayang! Oh ya, kau ingat saat aku menonton bersama Hanny waktu itu? Film yang tayang saat itu benar benar membosankan, genre filmnya dengan comedy-romance. Aku tidak suka, maka dari itu aku tidak berminat sama sekali untuk menontonnya, tapi tetap pergi demi adikku" ujar Helly sambil memakan popcorn nya.

Varun merasa senang melihat wajah Helly yang berseri bahagia.
"Kita sama. Saat aku dipaksa menonton oleh Teja waktu itu, aku juga sama sekali tidak suka dengan filmnya. Tapi aku terpaksa menurutinya karena saat itu dia masih mengendalikan diriku. Tapi sekarang, aku lega karena sudah bebas dari wanita aneh itu!" cetus Varun dengan sebal.

Helly yang melihatnya tersenyum lalu mengelus pipi Varun.
"Tenang honey. Sekarang dia sudah tidak mengganggumu lagi kan? Sekarang itu hanya ada aku your princess disampingmu" ucapnya.

Varun seketika terkekeh geli mendengar perkataan Helly.
"Hahaa.. kau ini lucu sekali Hel"

"Biarkan saja! Eh, filmnya sudah dimulai! Varun, dimakan popcorn nya jangan kau biarkan nganggur seperti itu" tukas Helly.

"Ah iya, aku sampai lupa"
Varun terkekeh pelan lalu mulai memakan popcorn nya.

Mereka pun menonton film bersama. Terkadang jika ada adegan yang sangat menyeramkan seperti terlihatnya hantu atau semacamnya pada layar, Helly merasa tegang lalu memeluk tubuh Varun dengan mesra. Mereka saling mengulas senyum kebahagiaan bersama, tangan Varun mulai nakal dan menyusuri paha mulus Helly yang membuat wanita itu terkesiap.

"Eh jangan, kau ini nakal dan mesum sekali sir Edward!" bisik Helly.

Namun beberapa saat kemudian malah Helly yang memainkan bibirnya pada leher Varun lalu perlahan membuka dua buah kancing kemejanya dan memainkan tangannya dengan manja pada dada Varun yang kekar dan juga berbulu.

"Eh jangan, kau ini benar benar nakal dan mesum sekali ms. Helly Edward!" bisik Varun juga dengan menirukan suara Helly. Setelah itu, mereka malah tertawa kecil dengan lelucon yang membuat mereka sama sama bahagia.

Sementara disisi lain, mereka tak menyadari sorot mata tajam seorang pria yang sedang memperhatikan mereka dengan penuh kebencian. Pria itu kemudian berlalu pergi tak lama kemudian.

Beberapa jam kemudian, film sudah selesai. Varun dan Helly kembali menuju kantor pada sore hari. Saat dikantor, semua staff memperhatikan mereka dengan penuh penasaran. Bagaimana tidak seorang bos dan sekretaris pergi berdua bersama dalam waktu yang cukup lama, ada urusan penting apakah? Begitulah yang dipikirkan orang orang. Namun Varun dan Helly hanya cuek dan tetap melanjutkan pekerjaan mereka seprofessional mungkin.

Didalam ruangannya, Varun tengah sibuk dengan semua pekerjaannya. Namun pria itu mengerjakannya dengan mood yang baik hari ini, karena dia baru saja menghabiskan waktunya bersama wanita yang dia cintai.

Tapi beberapa saat kemudian, pintu terketuk dan menampilkan Teja yang datang. Saat melihatnya, wajah Varun berubah menjadi dingin.

"Ada apa?"

"Kau tadi pergi bersama Helly bukan?" tanya Teja dan duduk begitu saja dihadapan Varun.

"Hei, apa urusanmu Teja? Tolong jangan mulai lagi, atau aku bisa saja kehilangan kesabaranku padamu!" ketus Varun dengan tegas.

"Santai saja Varun, kenapa kau selalu marah marah padaku? Aku kan hanya bertanya" tukasnya.

Varun memalingkan pandangannya dengan malas, sedangkan Teja tersenyum sambil menyeringai pelan.

"Sudah, kau tidak perlu repot repot membohongiku Var. Aku sudah tahu kalau kau dan Helly itu memiliki hubungan istimewa" ucap Teja dan membuat Varun menatap padanya.

"Heh, baguslah kalau kau tahu sendiri. Jadi aku tidak perlu bersandiwara lagi" jawabnya dengan santai.

"Ya, itu memang bagus untukku. Tapi aku tidak akan membiarkan kau terus bersamanya Var, kau tahu sendiri kan bagaimana hasratku untuk mendapatkanmu?"

Varun hanya terdiam sambil menatap Teja yang sedang tersenyum licik dengan satu alisnya yang terangkat.

Sedangkan disisi lain, Helly juga tengah sibuk diruangannya sendiri untuk menyelesaikan beberapa proposal. Namun karena saking fokusnya dengan apa yang dia kerjakan, wanita itu tidak menyadari kalau ada seorang pria yang masuk lewat jendela yang terbuka dari ruangannya. Pria itu memakai pakaian serba hitam dengan kepala yang ditutupi oleh topi jaket dan juga wajahnya tertutup oleh masker. Pria itu berjalan mengendap menatap Helly dari belakang yang masih tetap sibuk.

"Hmmppp...!!"

Helly terkejut saat seseorang membekap mulut dan juga hidungnya, dan dia tidak bisa melihat siapa yang melakukan itu padanya. Namun rasanya wanita itu sudah kehabisan nafas, lalu akhirnya Helly jatuh pingsan. Sedangkan pria itu tersenyum senang lalu mengangkat tubuh Helly dan membawanya keluar lewat jendela.

"Kau sudah membuat hidupku hancur menjadi seperti ini wanita jalang! Dan kau, harus membayarnya dengan dirimu sendiri agar aku merasa puas" bisik pria itu dengan licik sambil menatap wajah Helly yang sedang berada dalam pelukannya.

Tbc..

Nah lohh.. who are you?

SLOWLY DESTROY [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang