WARNING 18+!
******
Keesokan harinya..
Varun perlahan mengerjapkan matanya, pria itu sedikit meringis saat merasakan sakit dikepalanya. Dan dia juga menatap langit langit diatasnya yang bukan langit kamarnya, tapi kamar orang lain.
"Kenapa aku bisa ada disini?" ucapnya dengan bingung. Pandangannya kemudian beralih menatap seorang wanita tengah tertidur pulas diatas sofa.
"Helly? Ini rumahnya. Kenapa aku bisa ada disini?" pikirnya.
Sedangkan Helly yang perlahan mulai bangun dari tidurnya langsung melihat Varun yang terdiam sambil memegangi kepalanya.
"Varun, kau tidak apa apa?"
Helly mendekati Varun dengan sedikit rasa khawatir.
"Kenapa aku bisa ada dirumahmu?!" ketus Varun dengan sinis.
"Euh kemarin kau pingsan, mungkin karena kau terlalu banyak minum. Aku tidak mungkin membawamu pulang, jadi aku membawamu kerumahku" jelas Helly.
"Aku ingin pulang saja!" ucap Varun dan hendak bangkit, namun sakit dikepalanya semakin menjadi saat dirinya bergerak.
"Shh.. kenapa dengan kepalaku ini!" gerutu Varun sambil memegangi kepalanya.
"Itu efek kau terlalu banyak minum semalam, kepalamu pasti akan terasa sakit. Sudah kau lebih baik diam saja disini dulu, aku akan bawakan makanan dan juga obat penghilang rasa sakitmu itu"
"Kau tidak perlu sok baik dan memperhatikanku!"
"Tutup mulutmu itu tuan! Sudah sakit saja kau masih seperti devil dan hanya bisa meremehkan orang lain!" umpat Helly dan pergi dari kamarnya.
Sedangkan Varun hanya menatap kepergian Helly sambil tetap memegangi kepalanya. Merasa tidak kuat, pria itu memilih untuk kembali berbaring.
Setelah mandi dan bersiap, Helly menyiapkan sarapan untuk Hanny yang akan berangkat ke sekolahnya. Wanita itu juga menyiapkannya untuk Varun.
"Kak, bagaimana dengan kak Varun? Apa dia sudah bangun?" tanya Hanny sambil melahap rotinya.
"Sudah, dia sudah bangun. Kakak akan membawakannya sarapan dan juga obat"
Hanny menggelengkan kepalanya dengan bingung.
"Kenapa kakak itu baik sekali? Dia sudah sangat jahat kan pada kakak, dia juga sering menyakiti kakak. Tapi kenapa kau masih memperdulikannya?" gerutu Hanny.
Helly hanya terdiam. Wanita itu juga baru menyadari rasa perduli dan perhatiannya pada Varun. Entah apa yang membuatnya menjadi seperti ini.
"Sudahlah lupakan itu. Cepat kau berangkat, nanti kau akan terlambat" ucap Helly.
Hanny menyelesaikan sarapannya dan mengambil tasnya.
"Nanti aku sedikit pulang agak sore ya kak, karena aku dan teman teman langsung pergi les belajar" ujar Hanny.
Helly hanya mengangguk dan memeluk tubuh adiknya, "Jaga dirimu dan belajar yang rajin. Jika sudah waktunya pulang, kau pulanglah jangan bermain kemana mana lagi!" perintah Helly.
"Ashiapp bos!" jawab Hanny dan langsung melesat pergi dengan diantar oleh taksi yang sudah dipesannya.
Helly yang melihatnya hanya terkekeh geli, kemudian wanita itu mengambil sarapan yang sudah dia siapkan dan menuju pada Varun.
Sampai dikamarnya, Helly melihat Varun yang sedang terbaring sambil memegangi kepalanya.
"Makanlah, setelah itu kau minum obatmu agar rasa sakitnya sedikit berkurang" ucap Helly dan menaruh nampan yang dibawanya diatas meja.
KAMU SEDANG MEMBACA
SLOWLY DESTROY [END]
Romance[COMPLETED] Adult! "Aku membutuhkan tangisan dan kehancuranmu lebih dari apapun" -- Varun Edward Levino DONT COPY PASTE! {Ditulis tanggal: 6 Juni 2019 Selesai ditulis: 17 Agustus 2019} Chirkoot.
![SLOWLY DESTROY [END]](https://img.wattpad.com/cover/188840189-64-k844766.jpg)