43. Kerjasama Stage

2.5K 78 1
                                        

******

Helly kini tengah termenung dibalkon kamarnya. Wanita itu tidak bisa menutup matanya untuk tidur, karena pikirannya tengah dipenuhi oleh bayang bayang seseorang, siapa lagi kalau bukan Varun?

Braak!

'Dasar kurang ajar!! Beraninya kau mencoba memperkosa seorang wanita!!'

BUGH!

BUGH!

'Bawa dia!! Menjijikan!!'

'Aku takut sekali.. dia menyentuhku, aku..aku kotor..'

'Tenanglah, dia sudah pergi'

'Sungguh Hel, aku tidak percaya aku bisa melihatmu lagi setelah empat tahun lamanya. Menatap wajahmu seperti ini, benar benar diluar dugaanku. Wanita yang kutolong ditoilet ternyata adalah kau. Dan aku tahu kalau kau bekerja distage itu. Kenapa kau memilih job itu Hel? Bukankah kau.. ahh ya, dimana Zaroon? Aku..aku tahu kalian sudah menikah. Hidupmu pasti sangat bahagia bersamanya'

Shit! Helly meremas rambutnya dengan kasar sambil menundukan kepalanya. Kejadian tadi begitu cepat, apalagi saat dirinya bertemu Varun kembali. Benar benar diluar dugaannya sendiri bahwa dia akan kembali melihat pria itu.

Helly kemudian mendongakkan kepalanya kearah langit malam yang kini sedang penuh dihiasi oleh bulan dan juga bintang.

"Kenapa kau selalu mempermainkan takdirku? Aku.. tidak tahu lagi kau akan membuat hidupku menjadi apa setelah ini" lirih Helly, tak terasa bulir air mata menggenang dipelupuk matanya.

"Zaroon, aku merindukanmu. Katakan padaku, kenapa dia kembali? Kenapa aku harus bertemu dengannya lagi? Apa maksud ini semua? Apakah dunia sesempit ini sampai aku harus kembali mengingat semua masa laluku bersamanya.."

Sementara disisi lain..

Varun membaringkan tubuhnya diatas ranjang sambil menatap langit langit kamarnya. Pikirannya benar benar dipenuhi oleh Helly, wanita yang selama ini sangat dia rindukan. Bahkan walaupun sudah bertahun lamanya tidak menatap wajah wanita itu, cinta dalam hatinya tidak pernah menghilang. Entah, pria itu tidak tahu harus merasa senang atau sebaliknya.

Jujur, Varun sangatlah bahagia karena tuhan mempertemukannya kembali dengan Helly secara tidak sengaja, namun dalam hati kecilnya pria itu juga tak sanggup mengingat kesedihan Helly selama ini. Apalagi tentang Zaroon, oh benar benar sulit dipercaya! Zaroon sahabatnya ternyata sudah tidak ada didunia ini. Mengingat kebersamaannya bersama sahabatnya itu, membuat kedua matanya berair.

"Zaroon, sahabatku semoga kau tenang disana. Aku sekarang disini, aku sudah dipertemukan kembali dengan istrimu. Dia sudah banyak berubah Zar, dia lebih dingin dari dirinya yang dulu. Aku tahu mungkin dia sangat mencintaimu, tapi aku berjanji akan bersamanya mulai saat ini. Kau bisa tenang disana, aku akan menjaganya"

-

Pagi ini, Helly kembali pergi kestage dan menjalani pemotretannya. Kali ini pemotretannya bersama model lainnya, namun bukan pria tapi seorang wanita. Helly merasa senang karena dia dipotret dengan model sepertinya, bukan dengan seorang pria mesum yang kapan saja bisa menyentuhnya lagi.

"Hel, kau duduk diatas sofa dengan membuka lebar kakimu. Dan aku akan berjongkok diatas sofa"

Helly mengangguk dan melakukan posisinya, "Kakimu juga kurang lebar Lila!" pinta Helly pada Lila model yang kini sedang dipotret bersamanya.

"Ah iya, oke sudah" jawabnya.

Mereka pun dipotret seperti biasa, selama dua jam mereka juga harus berganti pakaian. Helly juga terkadang dipotret bersama model wanita lainnya, semua berusaha agar melakukan job nya seprofessional mungkin.

"Thank you guys! Kita break sebentar" ucap Niko.

Helly pun mengambil botol air mineralnya lalu meminumnya, begitu juga dengan Lila yang sedang minum sambil mengecek ponselnya. Helly melihat jika Lila kini sedang menarik ulur beranda Instagram nya.

"Kau sudah follow instagram ku Hel?" tanya Lila.

"Belum, aku tidak tahu apa nama akunmu" jawab Helly.

"Baiklah, aku yang follow akunmu dan kau langsung follback ya..!" pinta Lila.

Helly pun mengangguk saja sambil tetap meneguk minumannya.

"Name?"

"@hellyalexiajohn" jawabnya.

Jemari Lila pun mencari akun Helly dan dia menemukannya. Akun instagram Helly mempunyai begitu banyak pengikut, sekitar dua ratus ribu orang sedangkan Lila masih sembilan puluh ribu.

"Oke, follback ya" pinta Lila lagi.

"Siap!"

"Next, kita lanjutkan pemotretannya" ucap Niko lagi.

Helly, Lila dan model lainnya mulai bangkit dan mencari posisi mereka yang sudah disiapkan pada skrip.

"Helly, kau tidak perlu lagi" ucap Niko.

Sedangkan Helly mengernyitkan dahinya bingung, "Why?"

"Kau dipanggil sir El keruangannya. Dia ingin bicara penting padamu"

Helly pun hanya mengangguk kemudian berlalu pergi keruangannya setelah memakai hoddie untuk menutupi tubuhnya yang terbuka dengan pakaian seksi.

Tok..tok..

Helly mengetuk pintu ruangan pribadi El dengan perlahan.

"Ya, masuklah" ucap El.

Helly pun membuka pintu dan masuk namun dia langsung tertegun saat melihat ada Varun bersama dengan El.

"Kemari Hel, duduklah" pinta El dan Helly duduk dihadapannya dengan gugup saat melihat Varun yang kini berada disampingnya.

"Ada apa sir?"

"Ehm begini Helly, disini stage kita kedatangan pengusaha kaya dia juga memiliki stage model sama sepertiku. Sir Varun Edward" ucap El sambil memperkenalkan Varun pada Helly.

Helly hanya terdiam saat Varun menatapnya sambil tersenyum.

"Aku sudah mengenalnya sir" ujar Varun.

"Really? Sejak kapan?" tanya El.

"Ehm.. ya saat kemarin aku menolongnya ditoilet. Sejak itu kita berkenalan" jawab Varun.

Helly kemudian menatap pada Varun saat mengetahui pria itu berbohong tentang mengenal dirinya.

"Oh begitu, baiklah. Aku memanggilmu untuk menjadi bintang model sir Varun, dia membutuhkan sampul terbaik untuk stagenya. Sir Varun yang memilihmu karena dia merasa cocok dengan kinerjamu"

Mendengar itu, Helly hanya terdiam lalu perlahan menatap El kemudian beralih pada Varun secara bergantian.

"Bayaranmu juga akan dua kali lipat, tenang saja" lanjutnya.

"Tidak usah takut Hel, kau hanya perlu pergi kestage milikku, dan kau juga akan dipotret seperti biasanya, lalu aku akan membayarnya. Hanya itu" ucap Varun yang mencoba menenangkan Helly.

Mendengar bayaran yang dituntut lebih, Helly tertarik karena dia ingin menjadi lebih kaya bahkan wanita itu ingin uang yang dihasilkan dari kerja kerasnya lebih banyak. Setelah berpikir dalam diamnya, Helly perlahan mengangguk.

"Baiklah, aku setuju. Aku akan menjadi modelmu sir Varun" ucap Helly sambil menatap pada Varun.

Sedangkan Varun yang mendengar jawaban Helly langsung tersenyum kecil, "Thank you ms. Helly"

Tbc..

SLOWLY DESTROY [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang