63. Fuck shit!(18+!)

5.2K 84 6
                                        

Tolong setelah baca inget untuk divote yaa, hanya itu doang yg penulis minta:)

******

(18+!)

"Ahhh.. to..tolonghh! Lepaskan aku brengsekk!!"

"Diam jalang!! Aku akan menghancurkanmu sekarang!!"

"Ahhh ti..tidak, aku..aku mohon jangan sentuh aku Zain! Devan, aku mohon padamu jangan hiks.."

Helly kini menangis dengan buruk, ketika tubuhnya ditelanjangi oleh kedua pria bajingan itu. Mereka mengikat kedua tangannya diatas dengan rantai dan dalam posisi berdiri. Itu semua benar benar menyakitkan baginya.

"Wow.. sudah kubilang kan Dev, wanita jalang ini memiliki tubuh yang sangat indah. Jika kita mencobanya sedikit saja, ahh.. pasti sangat nikmat" gumam Zain sambil menjilat bibir bawahnya sendiri saat menatap tubuh telanjang Helly yang terpampang secara gratis dihadapannya.

"Aku mohon.. jangan lakukan ini. Aku..aku benar benar minta maaf pada kalian jika aku pernah berbuat kesalahan. Tapi tolong.. jangan lakukan ini padaku" lirih Helly dengan tangisnya.

"Stt.. diamlah sayang. Nikmatilah sentuhan dari kita berdua" bisik Devan dan meremas payudara Helly dengan kasar.

"Akhh! Kumohon.. hiks jangan.."

"Ohh.. kau menjadi fantasi seks ku Helly Alexia" ucap Zain dan langsung menyambar bibir Helly, jemari nakalnya masuk menuju liang milik wanita itu dan mengocoknya dengan cepat.

"Hmmpp.. shhh.." desahan yang tertahan bersamaan dengan isak tangis Helly masih terdengar.

Devan masih meremas kedua payudaranya dengan kasar, bibirnya pun menghisap lehernya dengan kuat. Kemudian pria itu menikmati payudaranya yang menggantung dengan indah saat berada dihadapannya, menggigit nipple nya dengan kuat.

"Akhh.. sakit.. ahhh!"

"Oughh.. come baby.. come!"

Zain mendesah saat mempercepat kocokan jemarinya pada milik Helly.

"Ahhh.. shhh, hentikan ahh.."

Helly tidak bisa menahan dirinya yang kini tengah diserang oleh dua pria bajingan yang memiliki fantasi seks yang luar biasa. Bagian sensitifnya sudah disentuh dengan kasar, bahkan Helly sempat orgasme karena jemari Zain yang bermain pada miliknya.

"Aku sudah tidak tahan lagi, aku akan memasukimu sekarang.." bisik Zain.

"Ough.. aku juga. Kita masuki dia bersama!" timpal Devan dan berdiri dibelakang Helly untuk memasukan miliknya lewat bokong wanita itu, sedangkan Zain berada dihadapannya untuk memasukan pada miliknya.

"Ti..tidak, hentikan.. ku..kumohon jangan.." lirih Helly yang kini sudah kehilangan tenaganya.

"Akhhh..!"

Helly memekik saat milik Zain memasukinya, begitu juga dengan milik Devan yang memenuhi bokongnya. Rasa sakit yang begitu mendalam, Helly menangis dengan sangat buruk. Namun baru beberapa detik mereka menggoyangkan tubuh, pintu terbuka dengan cukup keras dan menampilkan Varun dan juga Teja yang sangat terkejut melihat kondisinya.

"Varun.." bisik Helly.

"KURANG AJAR!! BRENGSEK KALIAN BAJINGAN!!"

Srett..

BUGH!

BUGH!

BUGH!

Zain dan Devan melepaskan penyatuan mereka pada milik Helly karena tubuhnya terhuyung dan terhentak kelantai. Varun memukulnya habis habisan, sedangkan Teja menangis lalu menghampiri Helly yang sedang tak berdaya.

"BERANI SEKALI KALIAN HAA?! AKU TIDAK AKAN MENGAMPUNI KALIAN BERDUA!! AKAN KUHABISI KALIAN DENGAN TANGANKU SENDIRI KARENA BERANI MENYENTUH WANITAKU!!!"

Saat ini, Varun benar benar murka dengan apa yang dilihatnya tadi. Devan sudah tak berdaya dengan tubuhnya yang babar belur kesakitan, sedangkan Zain tak menyerah pria itu mencekal tubuh Varun dari belakang dan membuat tenaga Varun sedikit habis.

"Aku tidak akan pernah membiarkanmu hidup dengan tenang!" bisik Zain ditelinganya.

Varun berusaha melepaskan cekalan tangan kuat Zain pada lehernya. Sedangkan Helly yang masih bisa melihatnya merasa takut dengan keadaan Varun.

"Tidakk..! Varun.."

"Sebelum kau menghabisiku, aku akan menghabisimu terlebih dahulu tuan Varun Edward yang terhormat.." bisik Zain dan menancapkan pistol pada kening Varun.

"Tidakkk..!!" pekik Helly.

DORR..!

Varun terdiam dengan nafasnya yang tersengal, Helly menatapnya dengan terkejut. Zain merasa tubuhnya lemas dan rasa sakit yang begitu kuat menjalar pada punggungnya, pria itu terjatuh dan ambruk dibawah.

Varun dan Helly menoleh pada Teja yang ternyata sudah menembak Zain dengan pistol terlebih dahulu. Zain pun akhirnya tewas ditempat.

"Varun.." bisik Helly.

"Helly!"
Varun langsung memeluk tubuh Helly yang bergetar hebat dengan tangisannya. Pria itu kemudian membuka ikatan kuat pada kedua tangannya.

"Berikan ini padanya Varun" ucap Teja dan memberikan selimut padanya untuk menutupi tubuh telanjang Helly.

"Varun.. hiks.. mereka sudah.."

"Stt.. tenang sayang. Aku disini. Selama aku hidup, kau akan baik baik saja"

"Varun.. tapi.. mereka hiks.., aku kotor.."

"Tidak sayang, tidak! Kau baik baik saja, kita akan pergi darisini"

Varun kemudian mengangkat tubuh Helly dan membawanya pergi, polisi juga kemudian datang lalu menangkap Devan dan juga mengevakuasi jenazah Zain yang sudah terbujur kaku. Teja memandang mereka semua dengan air mata yang mengalir. Wanita itu mengingat bagaimana dia ikut andil dalam rencana busuk ini, bagaimana saat keadaan Helly tadi yang benar benar sangat menyakitkan. Rasa penyesalan mulai melanda pada hatinya.

"Ba..bagaimana bisa aku melakukan semua ini? Bagaimana bisa aku..aku bekerjasama dengan kedua pria itu? Aku juga seorang wanita, jika aku berada diposisi Helly sekarang.. aku pasti juga akan ketakutan sama sepertinya. Tuhan, aku..aku berdosa" lirihnya, Teja meremas rambutnya dengan kuat kemudian berlalu pergi dari tempat itu.

Tbc..

SLOWLY DESTROY [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang