******
(18+)
"Ahh.., ahhh.. fuck me!"
Helly mendesah dengan tubuhnya yang bergoyang diatas tubuh Varun. Mereka berdua kembali bercinta diruangan kerja dengan sedikit cepat.
"Ahh.., Varunhh ahh.."
Helly kembali meraih tangan Varun dan menaruhnya pada bagian payudaranya, seakan mengerti Varun meremas benda itu dengan cukup kuat sambil memainkan nipplenya dan langsung membuat si pemiliknya semakin merasakan nikmat.
"Ahhh.., yess.. ahh!"
"Oughh.. Hell.., kau menjepitku!"
"Aku suka.. aku gila karenamu Varun, ini sangathh.. nikmatt"
"Ahh aku..aku juga merasakannya, aku mencintaimu Hel.."
"Shh.., lebih cepat Var ahh lebih cepat..!"
Mendengar perintah Helly, Varun menurut dan mempercepat gerakannya. Helly yang berada diatas Varun juga membantu menggerakan tubuhnya seperti seseorang yang sedang menunggang kuda. Wanita itu bergoyang erotis diatas tubuh Varun, sedangkan Varun sendiri menatap Helly yang begitu sangat seksi dihadapannya.
"Akhhh...!"
Mereka pun akhirnya sampai, Varun kembali mengeluarkan benihnya dalam milik Helly, dan membuat milik mereka sama sama banjir oleh cairan cinta yang telah mereka keluarkan.
Helly terjatuh dan menimpa tubuh Varun, mereka kini terkulai lemas didalam kamar tidur yang tersedia diruangan kerja Varun. Helly masih terengah mencoba mengatur nafasnya.
"Kau nikmat sekali sayang.." bisik Varun dan meremas payudara Helly kembali.
"Enghh.. Varun, aku..aku ingin bertanya sesuatu padamu" ucap Helly dan memindahkan tangan Varun dari dadanya.
"Katakanlah"
"Bagaimana jika aku hamil? Kita sudah bercinta kembali Var" ucapnya dengan lirih.
Sedangkan Varun malah tersenyum dan mengusap rambut Helly dengan sayang.
"Memang kenapa kalau kau hamil? Itu bagus bukan? Kau ingat dulu Hel, kita pernah kehilangan anak kita. Kau hamil anakku, tapi aku tidak mengetahuinya dan dia sudah pergi kembali pada tuhan karena kecelakaanmu itu. Tapi jika tuhan berbaik hati lagi pada kita, dia bisa membuatmu hamil. Aku pasti sangat bahagia akan hal itu, dan aku juga berjanji bersumpah padamu aku tidak akan pernah menyia nyiakanmu lagi seperti dulu. Tidak akan pernah. Aku bersyukur pada tuhan, dia sangat baik. Dia masih memberiku kesempatan untuk bisa bersamamu, karena dia tahu aku sudah menyesali semuanya dan aku.. juga sangat mencintaimu"
Tak terasa, Helly meneteskan air mata kebahagiannya saat mendengar perkataan Varun. Kemudian dia memeluk tubuh pria itu dengan erat.
"Aku bahagia Var, jadikan aku milikmu selamanya. Nikahi aku! Aku sudah lelah hidup sendirian, aku butuh dekapan dari orang yang kucinta" bisik Helly pada telinga Varun.
"Tentu saja sayang, aku pasti akan menikahimu dan kita akan bersama untuk selamanya. Kau tidak akan pernah sendirian lagi. I'm promise" Varun mengusap rambut Helly lalu mengecup keningnya.
-
Teja yang masih merasa kesal dengan apa yang dilihatnya tadi memilih untuk pergi dari kantor, namun saat sampai diluar dia tak sengaja bertabrakan dengan seseorang.
"Awhh..! Apa kau tidak punya mata ha?! Jalan saja tidak becus!" pekik Teja dengan geram.
Pria dengan tatapan elangnya itu merasa tersinggung dengan teriakan Teja yang tepat pada wajahnya. Pria itu menarik lengan Teja dan menghentakkannya pada kaca mobil yang tak jauh dari sekitar mereka.
"Aaaa..! Hmmpp.."
Pria itu membekap mulutnya, Teja merasa ketakutan dengan seorang pria yang sedang memakai pakaian serba hitam dan kepalanya ditutupi oleh topi jaket.
"Berani sekali kau berteriak padaku seperti itu ha?!" ucap pria itu dengan pelan namun perkataannya penuh tekanan.
"Hmmpp..!"
Pria itu kemudian melepaskan bekapan tangannya pada mulut Teja dan langsung membuat wanita itu terengah saat menatapnya.
"Ma..maafkan aku. Tadi.. itu aku..aku refleks" ucapnya gugup
"Kau akan kumaafkan jika kau menuruti apa yang kuperintahkan"
Teja membulatkan matanya karena merasa takut dengan pria asing dihadapannya ini.
"A..apa? Ti..tidak. Kau..kau siapa ha?!"
"Diam! Aku akan memberimu pelajaran karena berani berteriak padaku, tapi itu tidak akan terjadi jika kau menuruti perintahku dan juga membantuku untuk balas dendam"
"Mem..membantumu? A..apa maksudmu?"
Pria itu menyeringai dengan licik, tatapan dengan mata elangnya benar benar menusuk, dan membuat Teja semakin merasa takut namun sekaligus merasa penasaran dengannya.
-
Jam istirahat makan siang sudah datang, Varun mengajak Helly untuk makan siang direstoran luar sekaligus berjalan jalan sejenak. Namun Helly meminta pada Varun untuk tidak memberitahukan atau memamerkan hubungan mereka dahulu pada orang orang, Helly ingin menunggu saat yang tepat untuk memberitahunya. Dan Varun setuju, pria itu berjalan lebih dulu dengan Helly yang mengikutinya dari belakang. Varun memberi alasan bahwa mereka ada urusan penting sebentar pada rekan rekannya.
"Euh Varun, tadi aku sempat melihat Teja keluar dari ruanganmu sebelum aku masuk. Kalian.. membicarakan apa?" tanya Helly sambil memainkan sendok dan garpu ditangannya.
"Dia bertanya tentang proyek besar itu, apa aku sudah mendapatkannya atau tidak, lalu aku bilang aku mendapatkannya. Tapi setelah itu.. dia curiga pada hubungan kita" jawab Varun sambil melahap spaghetinya.
"Benarkah? Lalu bagaimana Var?"
"Aku bisa saja mencari cari alasan lain. Dan kuharap dia percaya, tapi jika dia tahu pun aku tidak perduli. Biarkan dia tahu, bahkan orang orang juga harus tahu bahwa kita saling mencintai. Untuk apa kita bersembunyi?" ujar Varun dengan santai.
Helly mendengus dengan pelan.
"Aku hanya ingin menunggu waktu yang tepat saja. Aku tidak ingin jika orang orang dikantor berpikiran buruk tentangku, apalagi kalau mereka berpikir aku.. menggodamu untuk bisa mendapatkan dirimu yang nyatanya kau adalah bosku" lirihnya.
Mendengar itu Varun mengusap pipi wanitanya dengan lembut.
"Baiklah sayang, kita tidak akan memberitahukannya dulu. Kau jangan sedih begitu, cantikmu jadi menghilang. Ayo senyum sayangku, cintaku, wanitaku, istriku. Hm?"
Varun membuat Helly tersenyum, wanita itu tersipu malu mendengar perkataannya.
"Nah, seperti itu kan cantik. Kau harus selalu tersenyum sayang, aku tidak ingin melihat wajahmu tertekuk seperti itu"
"Baiklah, kau selalu bisa merayuku" jawab Helly dan kembali melahap makanannya.
Sedangkan Varun terkekeh geli. melihat pipi Helly yang memerah
"Setelah ini kita pergi nonton yuk! Ada film baru yang sedang release" serunya.
"Ah iya, aku baru ingat! Baiklah, kita pergi setelah menghabiskan makan siang" jawab Helly dengan senang. Mereka menikmati makanan dengan ulasan senyum dibibir, mereka juga saling bersuapan dengan mesra dan tak jarang membuat orang orang disekitar mereka merasa iri dengan keromantisan pasangan yang satu ini.
Tbc..
KAMU SEDANG MEMBACA
SLOWLY DESTROY [END]
Romance[COMPLETED] Adult! "Aku membutuhkan tangisan dan kehancuranmu lebih dari apapun" -- Varun Edward Levino DONT COPY PASTE! {Ditulis tanggal: 6 Juni 2019 Selesai ditulis: 17 Agustus 2019} Chirkoot.
![SLOWLY DESTROY [END]](https://img.wattpad.com/cover/188840189-64-k844766.jpg)