11. Meet you.. again!

4.6K 106 0
                                        

******

Setelah mendapatkan informasi dari para maid, Varun merasa amarahnya tersulut saat mengetahui bahwa temannya Zaroon itu mengkhianati dirinya dengan membantu wanita itu untuk kabur darinya.

"Zaroon, kau benar benar ingin main main denganku. Kenapa kau lakukan ini?" gumam Varun sambil mengepalkan kedua tangannya.

"Varun!" panggil Justin yang menghampirinya.

"Ck, kurang ajar sekali Zaroon itu! Dia hilang begitu saja, harusnya dia juga membantuku untuk mencari wanita itu. Heh, Var maafkan aku. Aku tidak berhasil menemukan Helly" ujar Justin.

Varun kemudian menepuk bahu Justin.

"No problem. Karena aku sudah tahu dimana wanita itu berada dan siapa yang telah membantunya kabur dariku" ucap Varun dengan sedikit kesal.

"Seriously? Dimana dia? Dan siapa yang membantunya?" tanya Justin.

"Heh, teman kita sendiri Jus. Zaroon. Dialah yang telah mengkhianatiku dengan membantu wanita itu. Dan sekarang dia membawa wanita itu ke villa pribadinya"

Justin yang mendengarnya merasa tidak percaya, "Astaga! Pantas saja dia ingin pergi tadi! Kau tahu darimana Var?"

"Dari para maid, mereka sudah kutugaskan lebih awal" jawabnya.

"Ck, Zaroon! Awas saja kau!" oceh Justin yang juga merasa kesal.

Berbeda dengan Justin, Varun malah tersenyum kecil dengan seringaian dibibirnya. Pria itu kembali menepuk nepuk bahu temannya.

"Enjoy Jus. Kita akan dapatkan wanita itu kembali. Untuk malam ini, biarkan dia tenang. Besok kau akan ikut aku untuk pergi ke villa pribadi milik Zaroon"

Justin pun mengangguk.
"Baiklah Varun. Lihat saja, akan kuberi pelajaran pada Zaroon karena dia telah membantu wanita itu!"

Varun kemudian memalingkan pandangannya lalu meneguk segelas wine yang berada disampingnya.

"Pantas saja dia terlihat membela wanita itu, karena aku sudah curiga bahwa Zaroon sempat bertemu dengannya. Oh Justin, anggap saja teman kita itu merasa kasihan dengan wanita pembunuh itu makanya dia mencoba untuk membantunya. Benar begitu?"

Varun memberikan segelas wine juga pada Justin dan membuat mereka sedikit mabuk.

"Kurasa seperti itu" jawabnya.

-

Helly dan juga Zaroon kini tengah duduk bersama dibalkon. Helly terlihat meneteskan air matanya penuh penyesalan, sedangkan Zaroon sejak tadi terus menatap wanita malang yang kini sedang bersamanya.

"Aku tidak menyangka semua ini. Bagaimana bisa kau menanggung siksaan ini? Sedangkan pria licik itu yang membuat kesalahan!"

Zaroon terlihat kesal, rahangnya mulai mengeras saat mendengar semua kebenaran dari Helly.

"Aku juga ingin menjelaskan ini pada Varun, tapi dia selalu menyiksaku. Dia menjadikanku pemuas nafsunya, dia selalu menyakitiku. Aku ingin lepas dari pria tidak mempunyai hati itu! Dan aku juga berpikir.. jika seperti ini terus bagaimana dengan nasib adikku?" lirih Helly sambil menatap Hanny yang terlelap diatas ranjang.

Zaroon yang merasa tidak tega melihat kesedihan Helly langsung bergerak mengusap air matanya dengan perlahan.

"Aku akan membantumu, Hel. Aku akan melepasmu dari cengkraman Varun dan membuat Zain menerima hukumannya atas kelicikannya itu!"

Helly hanya terdiam dan menatap pada Zaroon. Wanita itu berpikir, bahwa Zaroon sangat baik padanya.

"Terimakasih Zaroon. Kau sangat baik. Berbeda dengan teman temanmu itu yang seperti tidak mempunyai hati, apalagi rasa iba pada seorang wanita lemah sepertiku"

SLOWLY DESTROY [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang