39. Sasaran Empuk

2.8K 72 0
                                        

******

"Bagaimana sir? Kau menyukai stage disini bukan?" ucap El.

Varun hanya mengangguk sambil menyesap kopi ditangannya dan mengarahkan pandangannya kearah lain, matanya tertuju pada seorang wanita yang tadi dilihatnya berada distage, namun dia tak sempat menatap wajahnya karena posisinya yang membelakangi. Varun melihat wanita itu masuk kedalam mobil bersama seorang pria, entah mengapa dia merasa tertarik untuk melihat wanita itu. Tak ingin ambil pusing, Varun mengalihkan pandangannya saat mobil itu sudah melaju pergi.

"Thank your sir El. Aku senang berkunjung kemari. Aku akan kembali sekarang. Besok aku akan kemari lagi dan menjalankan kerja sama kita" Varun berdiri dan menarik kerah jasnya.

El pun ikut berdiri dan menjabat tangan Varun, "Of course sir. Mari aku antar" ucap El dan menuntun Varun untuk kembali.

-

Mall City

Mobil Devan berhenti disebuah mall yang begitu besar dikota New York. Melihat dirinya sudah sampai, Helly kemudian ingin membuka sabuk pengaman mobil  namun tampaknya dia sedikit kesulitan, dan jemari Devan kemudian menyentuh tangannya.

"Biar kubantu. Sabuk pengaman mobilku memang sedikit bermasalah, maka dari itu aku tidak pernah memakai sabuk pengaman jika berkendara" ucap Devan sambil membuka sabuk pengaman itu dari tubuh Helly.

Sedangkan Helly merasa gugup karena tubuh Devan berada sangat dekat dengannya, pria itu mencoba mencari kesempatan dan mulai mendekatkan wajahnya pada Helly namun dengan cepat wanita itu memalingkannya.

"Thank you"
Helly pun segera membuka pintu mobil dan keluar.

Devan menyeringai dan segera keluar juga mengikuti langkah Helly menuju mall besar itu. Helly kemudian pergi menuju tempat penjual parfum dan mulai memilih parfum kesukaannya.

"Kau ternyata suka parfum ya?" tanya Devan.

"Ah iya, aku suka mengoleksi parfum dirumah" jawab Helly sambil mencoba mencium aroma beberapa parfum.

"Lalu kau mencari merek parfum apa?" tanyanya lagi.

"Aku mencari parfum Bvlgari. Itu merek parfum kesukaanku, bahkan adikku juga sangat menyukainya" ucap Helly.

Devan kemudian mengangguk mengerti.
"Jadi itu parfum kesukaanmu.." gumamnya.

Helly tersenyum saat mendapatkan parfum yang dicarinya.
"Ini aku suka yang aroma Rose essentielle, sedangkan adikku yang ini Jasmin noir" ucap Helly dan menunjukan dua parfum mahal ditangannya.

"Wow seleramu memang berkelas Hel, ini kan parfum mahal" puji Devan.

"Ck, biasa saja" jawab Helly kemudian menyuruh penjual untuk membungkusnya.

"Kau ingin membeli apa lagi?" tanya Devan.

"Tidak, aku hanya ingin membeli parfum saja. Lalu kau.. ingin membeli apa?"

"Hm sepertinya tidak jadi, aku ingin pergi ketempat lain saja" ujarnya.

Helly hanya terdiam, sedangkan Devan yang menyadarinya mulai mencari kesempatan kembali.

"Kau ingin beli apa lagi? Aku yang akan bayar jika kau mau" tawarnya.

"Apa? Tidak tidak, itu tidak perlu. Aku tidak terlalu suka untuk menghamburkan uangku secara berlebihan nanti kekayaanku bisa habis secara perlahan" cetus Helly dengan cepat.

Devan pun hanya mengangguk kemudian mencolek hidung Helly dengan gemas, sedangkan Helly merasa risih dengan tindakan Devan.

"Oh sorry. Hm.. bagaimana jika kita pergi mencari kedai minum?" tawar Devan lagi.

"Bisakah kita pulang saja? Aku.."

"C'mon Hel. Sir Jack menyuruh kita untuk mengobrol sebentar agar kita semakin akrab untuk menjadi rekan kerja"

Helly kembali terdiam kemudian akhirnya wanita itu mengangguk.
"Baiklah, kita ke Starbucks saja" pintanya.

Devan kembali menyeringai.
"Let's go!"

Helly pun berjalan lebih dulu, sedangkan Devan menatap tubuh Helly dari belakang dengan tatapan lapar.

'Aku akan mendapatkanmu. Sejak pertama aku melihatmu, aku sudah sangat tertarik padamu. Oh ayolah, aku akan bermain main sedikit denganmu nona Helly' batin Devan dengan seringai liciknya.

Saat sudah sampai di Starbucks, Helly dan Devan memesan minuman mereka dan memilih beberapa dessert yang terjual disana. Devan selalu berusaha agar Helly merasa nyaman dengannya, pria itu berusaha bersikap semenarik mungkin dihadapan wanita yang kini sedang menjadi sasaran empuknya.

Setelah hari mulai menjelang malam, Devan mengantarkan Helly pulang kerumahnya. Tak lupa pria itu meminta nomor ponsel Helly dengan alasan yang bisa saja dia buat agar semakin melancarkan niatnya. Entah niat pria itu akan baik atau buruk padanya.

Tbc..

SLOWLY DESTROY [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang