27. Hukuman Sebenarnya

4.3K 94 0
                                        

******

Setelah sampai dirumah sakit, Varun terlihat berlari lari dengan penuh kecemasan, pria itu takut jika sampai terjadi sesuatu yang buruk pada Helly. Zaroon juga tampak mengikuti langkah Varun yang tergesa gesa.

Mereka berhenti disebuah pintu ruangan, Varun berjalan dengan perlahan dan melihat wajah Helly dari kaca didepan pintu. Pria itu merasa sesak didadanya saat melihat tubuh Helly dipenuhi dengan alat medis.

"Helly.. maafkan aku. Aku menyesal.." lirih Varun sambil mengusap kaca dihadapannya.

"Ya kau menang Hel, kau menang. Dan aku yang kalah. Maafkan aku sayang, kumohon kembalilah aku akan berlutut dihadapanmu.."

Varun menutup matanya dan menangis. Zaroon yang melihatnya merasa sedih, pria itu menuntun Varun untuk duduk.

"Tenangkan dirimu Varun" ucap Zaroon dan mengusap bahunya.

"Selama ini aku bodoh Zaroon! Bodoh! Payah! Aku pria yang tidak berguna! Aku tidak pernah percaya dengan perkataan Helly, bahkan aku juga tidak pernah mempercayai perkataanmu Zaroon. Dan sekarang kau benar, aku sangat menyesalinya!" pekik Varun sambil memukul mukul kepalanya sendiri.

"Sudah cukup, hentikan Varun! Tenangkan dirimu, kau tidak perlu seperti ini" ucap Zaroon.

"Ini perlu Zaroon! Ini pantas untukku, Helly menjadi seperti ini karena aku!" isak Varun dan mengusap wajahnya gusar.

Zaroon hanya bisa terdiam. Sedangkan Varun masih menangis dan menyesali semua perbuatan buruknya dulu yang selalu menyakiti Helly. Varun mengingat bagaimana dirinya saat memaksa Helly untuk bercinta dengannya, bahkan mengambil kesuciannya secara paksa. Dia selalu menampar pipinya, dan membuat begitu banyak luka dan memar ditubuhnya. Bahkan dia sama sekali tidak pernah mengerti bahwa hati wanita itu begitu lemah dan juga terluka. Varun selama ini hanya bisa menghinanya dan selalu salah paham padanya.

'Aku sudah melakukan kesalahan besar dengan menyakitimu Hel. Aku..aku minta maaf. Aku benar benar menyesal'

Pintu ruangan Helly terbuka dan dokter keluar, melihat itu Varun dengan cepat menghampirinya diikuti dengan Zaroon.

"Bagaimana keadaannya dokter? Katakan!" pekik Varun.

Dokter itu terdiam, dia merasa bingung dengan kehadiran Varun. Dokter itu melihat pada Zaroon, dan Zaroon mengerti maksudnya.

"Ehm, dia ayah dari anak yang dikandung Helly dokter" ucap Zaroon.

Dokter pun mengangguk dan mengerti.

"Katakan dok, apa benar anak didalam kandungan Helly sudah.."

"Ya tuan. Mohon maaf, kami tidak bisa menyelamatkan janinnya. Nona Helly mengalami keguguran. Usia kandungannya juga baru berusia dua minggu dan kondisinya juga sangat lemah"

Varun kembali meneteskan air matanya.
"Lalu.. bagaimana dengan ibunya dok?" tanya Varun dengan cemas.

Dokter itu terdiam, Varun yang melihatnya merasa takut dan mendorong bahunya keras.

"Katakan dok! Bagaimana keadaannya?!"

"Tolong tenanglah tuan, kami masih menanganinya. Nanti akan kuberitahu lebih lanjut. Tetaplah berdoa demi keselamatannya"

"Permisi"
Dokter pun berlalu pergi.

Sedangkan Varun merasa lemas dan terduduk kembali, Zaroon pun berusaha untuk menenangkannya.

"Helly.." bisik Varun.

Pria itu bangkit dan melihat Helly dari balik kaca pintu, Varun mengusapnya kembali.

SLOWLY DESTROY [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang