******
Setelah membuat Vino selesai minum obat dan juga beristirahat, Helly kembali menuju kamarnya. Wanita itu tertegun saat melihat Varun tengah terduduk disofa sambil memilah berkasnya.
'Kapan dia pulang?' pikir Helly.
Helly menatap pada Varun yang memakai kacamata bening berbentung bulat dan terlihat serius dengan berkas kantornya yang berserakan diatas sofa dan juga meja.
'Jika seperti ini.. dia terlihat dewasa dan juga sangat tampan. Astaga! Apa yang kau katakan tadi Hel? Tampan? Tidak, dia itu menyeramkan!'
Varun yang baru menyadari kehadiran Helly langsung membuka kacamatanya dan menatap kearah wanita itu.
"Darimana saja kau?"
Helly menunduk dengan gugup.
"A..aku bersama paman Vino untuk memberinya makanan dan juga obatnya"
"Kau pikir kau siapa dirumah ini? Mengurus papaku seenaknya saja, disini ada banyak maid. Jadi kau tidak perlu repot repot!" ketus Varun.
Helly yang mendengar itu merasa tidak terima, "Bukan begitu. Tadi aku hanya bosan menunggumu pulang, dan aku lihat maid bernama Meghan itu memiliki banyak pekerjaan. Jadi aku berpikir untuk sedikit membantunya" bantah Helly dan menatap Varun dengan lekat.
Varun terdiam sejenak lalu kemudian membalas tatapan Helly dengan tajam.
"Tidak perlu berpura pura bersikap baik disini, apalagi didepan papaku. Itu tidak akan berpengaruh padaku!" ucap Varun dan melanjutkan pekerjaannya.
"Kenapa kau sangat tidak menyukai diriku? Aku tahu aku memang buruk dimatamu, karena kau berpikir aku yang telah membuat mamamu tiada. Tapi jika.."
"Ya! Aku memang tidak pernah menyukaimu! Kau sangat buruk, bahkan terburuk dimataku! Aku membencimu wanita pembunuh!" pekik Varun.
Detik itu juga, air mata Helly berjatuhan dengan perlahan. Entah mengapa perkataan Varun kali ini sangat menyakiti hatinya.
"Baiklah, kau boleh benci aku sesuka hatimu. Tapi jika kau tahu semua kebenarannya bahwa aku tidak pernah membuat mamamu itu tiada, jangan pernah kau menyesalinya Varun" ucap Helly dan menghapus air mata dipipinya.
"Cih, tidak akan pernah!" jawabnya.
Helly kemudian mengambil tasnya diatas meja, "Aku akan pulang. Jangan cegah aku!" ucapnya.
Mendengar itu, Varun langsung bangun dan mencekal tangannya dengan kuat.
"Hei, kau pikir kau ini siapa bertindak seenaknya saja tanpa kuizinkan? Kau ini budak ku, jadi kau harus menuruti apa perkataanku! Apa kau tidak punya telinga, ha?!" bentak Varun.
Helly menutup matanya karena merasa takut dengan amarah dan juga bentakan Varun. Bulir air mata kembali menghiasi wajahnya.
"Menangislah! Terus keluarkan air matamu ini! Ck, aku puas sekali melihatnya" ucap Varun sambil menyeringai.
"Kenapa kau menyakitiku terus? Kalau kau berpikir aku memang bersalah, kau bisa hukum aku ditempat yang sepantasnya. Untuk apa kau menyiksaku dan membawaku tinggal dirumahmu?!" pekik Helly dengan tangisnya.
"Aku membutuhkan tangisan dan kehancuranmu lebih dari apapun"
Varun kemudian mendorong tubuh Helly dengan keras sampai membuat tubuhnya menabrak meja. Helly masih menangis saat itu.
"Kau bersiaplah! Malam ini kau akan ikut denganku. Lihat ini, didalam sini ada pakaian. Kenakan apapun yang ada didalam sana tanpa membantah. Aku tunggu kau satu jam dari sekarang!" perintah Varun dan berlalu pergi meninggalkannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
SLOWLY DESTROY [END]
Romance[COMPLETED] Adult! "Aku membutuhkan tangisan dan kehancuranmu lebih dari apapun" -- Varun Edward Levino DONT COPY PASTE! {Ditulis tanggal: 6 Juni 2019 Selesai ditulis: 17 Agustus 2019} Chirkoot.
![SLOWLY DESTROY [END]](https://img.wattpad.com/cover/188840189-64-k844766.jpg)