62. Tercyduk:v

2.4K 53 1
                                        

******

Varun masih berdiri dengan mondar mandir memikirkan keadaan Helly saat ini. Sejak tadi pun, dia sudah berusaha untuk menelfon pada ponselnya tapi selalu sibuk. Varun juga selalu menunggu kabar dari beberapa anak buahnya yang kini sedang mencari keberadaan wanitanya itu, namun tidak ada kabar baik yang bisa pria itu terima.

"Helly, kau dimana sayang.. aku sangat merindukanmu. Aku harap kau baik baik saja sekarang" lirih Varun sambil mengusap rambutnya keatas dengan frustasi.

"Aku lupa ada pertemuan dengan klien sekarang, sebaiknya aku pergi untuk menemuinya jika tidak aku akan terkena masalah" ucapnya dan berjalan menyusuri koridor, namun baru beberapa langkah pria itu melihat dan juga mendengar sesuatu yang memancingnya.

"Dengar ya, aku sudah sangat takut sekali sekarang. Varun sudah mencurigaiku! Aku..aku takut bagaimana jika dia tahu kalau aku bagian dari rencana kalian, bagaimana jika dia tahu kalau aku juga penyebab dari hilangnya Helly? Cepat, bantu aku!"

'Hei, kau tenang saja. Aku akan mengatasi itu'

"Mengatasi apa katamu? Aku peringatkan, jangan sampai semuanya terbongkar!"

'Kubilang tenang saja. Disini aman. Tapi kau harus bisa menjaga dirimu sendiri, jangan sampai kau sendiri yang membuat rencana kita terbongkar!'

"Ba..baiklah. Aku harap itu tidak akan terjadi. Sudahlah, aku tutup telfonnya"

Teja menurunkan ponsel dari telinganya sambil meremas ponsel itu dengan gugup.
"Aku harus bisa menjaga diri, jangan sampai semuanya ketahuan nanti. Bisa habis aku kalau.."

"Habis kenapa Teja?"

Deg!

Teja merasa jantungnya seperti akan copot mendengar suara seseorang yang sangat dia kenali. Wanita itu membulatkan matanya dengan ketakutan, dia pun tak berani untuk berbalik kebelakang. Namun perlahan, wanita itu berbalik dan hancurlah dirinya saat menatap Varun yang berada dihadapannya.

"Va..Varun.. ka..kau di..disini?"

"Ada apa? Kenapa kau gugup seperti itu?"

"Ti..tidak. A..apa kau mendengarku ber..bicara tadi?"

Varun tersenyum dan menyeringai, lalu memasukan kedua tangannya pada saku celananya. Pria itu mendekati Teja yang sedang ketakutan.

"Of course. Aku mendengar semuanya" ucapnya.

Teja terkejut setengah mati saat mendengar jawaban Varun. Wanita itu melangkah mundur dengan gugup saat Varun semakin mendekatinya. Teja semakin takut, saat melihat kedua tangan Varun mengepal kuat dengan matanya yang menatap tajam seperti elang.

"Va..Varun, de..dengarkan aku dulu"

"Kenapa kau melakukan ini Teja? Kenapa kau membuat Helly hilang dariku? Katakan dimana dia sekarang, dan dengan siapa kau bekerjasama untuk membuat rencana busuk ini. Katakan sekarang, atau aku tidak akan pernah mengampunimu!!!"

BUGH!

"Aaaa..!"

Teja memekik dan menutup wajahnya dengan ketakutan. Varun memukul dinding yang berada dibelakangnya dengan keras membuatnya semakin merasa panik.

"Cepat katakan!!"

"Va..Varun, aku..aku hanya"

"Jangan banyak bicara! Cepat katakan dimana Helly berada sekarang?! Aku sudah yakin kalau kau dalang dari semua ini Teja, aku tidak menyangka kau bisa sejahat ini padaku"

"Ti..tidak Var, bu..bukan begitu. Aku hanya tidak ingin kau..kau bersama Helly. Jadi aku melakukan ini semua. Ma..maafkan aku" lirih Teja yang mulai terisak pelan dengan tangisnya.

SLOWLY DESTROY [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang