******
"Helly, apa kau sudah.."
Zaroon terpaku dan terdiam saat menatap seorang wanita yang begitu cantik tengah memakai sebuah dress berwarna sweet orange sampai batas lututnya. Bagian dada sedikit terbuka dan memperlihatkan leher jenjangnya. Dress yang dikenakannya juga menampilkan lekuk tubuh indahnya. Siapa lagi kalau bukan Helly Alexia?
"What is wrong? And.. why are you silent Zaroon? I look beautiful or not?"
"Very very.. beautiful" bisik Zaroon dengan matanya yang tak berhenti menatap Helly.
Helly tersenyum malu mendengarnya.
"Baguslah, untung saja aku masih menyimpan beberapa dress lamaku. Ternyata masih sangat cantik" gumam Helly.
"Ehm ayo, kita pergi. Nanti akan terlambat ke pesta temanmu Zar" lanjutnya.
Namun Zaroon terlihat masih menatapnya tanpa henti yang membuat Helly merasa bingung dan melambaikan tangan diwajahnya.
"Zaroon? You okay?"
"Euh.. yes, i'm okay. Let's go beautiful!" jawab Zaroon dan menggandeng tangan Helly yang membuat wanita itu merasa gugup.
Zaroon dan Helly kemudian pergi ke pesta dengan menggunakan mobil. Setelah mereka sampai, Zaroon menuntun Helly untuk turun. Wanita itu menatap sekelilingnya, seperti sebuah restoran namun anehnya tempat ini sangat sepi.
"Restoran? Pestanya diadakan disini?" tanya Helly.
Zaroon mengangguk dan tersenyum.
"Tapi.. kenapa sepi sekali? Apa tidak ada yang datang?" Helly terus bertanya karena dia merasa bingung. Zaroon yang melihatnya terkekeh geli dan mengajaknya masuk.
Helly tertegun saat melihat tempat yang seperti sudah didesain dengan begitu indah. Pandangannya beralih pada meja makan yang diatasnya berisi banyak lilin dan beberapa makanan yang tersaji.
"Zaroon, kita.."
"Ya kita akan makan malam disini" jawabnya dengan santai.
"Apa? Makan malam? Kau bilang pergi ke pesta temanmu, tapi.. kenapa tidak ada orang lain selain kita disini?"
"Karena aku sudah memesan hanya untuk kita berdua" jawabnya.
Helly semakin bingung dengan perkataan Zaroon. Pria itu perlahan berlutut dihadapan Helly sambil memperlihatkan sebuah kotak kecil berwarna navy yang didalamnya berisi cincin berlian.
"Zaroon, ini.." Helly terkejut melihat tindakan Zaroon.
Zaroon tersenyum dan meraih tangan Helly dan menggenggamnya.
"Aku sudah pernah mengatakan isi hatiku padamu kan Helly? Tapi kau tidak menjawabnya. Sekarang aku ingin mendengar jawabanmu. Aku disini melamarmu, aku ingin kau menikah denganku dan menjadi pendamping hidupku. Terimalah cintaku ini Hel, dan lihat.. cincin ini akan menghiasi jari manismu sekarang juga"
"I love you Hel" bisik Zaroon kemudian.
Helly hanya terdiam dan sedikit terkejut dengan Zaroon yang melamarnya. Angin berhembus kencang menerpa tubuh mereka. Wanita itu bingung harus mengucapkan apa. Entahlah, tapi saat ini dia belum bisa membalas cinta Zaroon.
"Euh Zaroon, aku mengerti. Tapi.. aku butuh waktu untuk menjawabnya" lirih Helly.
"Waktu? Apa kau tidak mencintaiku Hel?"
"Bu..bukan begitu. Tapi aku hanya masih ragu, tolong beri aku waktu" lanjutnya.
Zaroon akhirnya mengalah. Pria itu memasukan lagi cincinnya. Satu tangannya kini masih menggenggam jemari Helly, perlahan Zaroon mengecup punggung tangannya yang membuat wanita itu sedikit terkejut.
KAMU SEDANG MEMBACA
SLOWLY DESTROY [END]
Romance[COMPLETED] Adult! "Aku membutuhkan tangisan dan kehancuranmu lebih dari apapun" -- Varun Edward Levino DONT COPY PASTE! {Ditulis tanggal: 6 Juni 2019 Selesai ditulis: 17 Agustus 2019} Chirkoot.
![SLOWLY DESTROY [END]](https://img.wattpad.com/cover/188840189-64-k844766.jpg)