Masih menggunakan seragam sekolah, keempat orang ini sudah ada di dalam mall milik keluarga Zudianto, Zudi Mall namanya. Mall terbesar dan terlengkap di kota ini dan sudah tidak asing di telinga masyarakat kota. Keempat orang ini menjadi pusat perhatian pengunjung Mall karena paras dan tubuh mereka yang masih terbalut seragam sekolah.
"Kita mau ke mana dulu?" tanya Zian kepada ketiga orang disampingnya ini.
"Gue mau ke Gramedia dulu mau beli novel," jawab Dyba, Chelsea langsung menatap sahabatnya ini.
"Ada novel baru?" tanya Chelsea antusias.
"Ada, ceritanya katanya bagus njir," jawab Dyba dengan semangat, mendengar itu Chelsea langsung berbinar.
"Ayok lah ke Gramedia dulu." Kedua perempuan itu langsung menarik tangan Sam dan Zian, sedangkan kedua orang itu hanya pasrah saja.
'Dasar pecinta novel,' umpat batin Zian dan Sam.
Apakah kalian bertanya mereka berempat bolos atau tidak? Jawabannya tentu saja tidak, mereka sudah pulang sekolah tetapi hanya belum mengganti baju. Dyba dan Chelsea tidak mau diajak bolos, mereka sudah terlalu sering bolos.
Setibanya di depan Gramedia, Dyba dan Chelsea langsung melepas tangan Sam dan Zian yang ada di pinggang mereka. Mereka berdua langsung meninggalkan kedua cowok itu dan berlari ke dalam untuk mencari novel terbaru.
"Zi, kita ditinggalin gitu?" tanya Sam yang langsung diangguki Zian.
"Kayaknya salah deh gue tadi ngajak mereka ke mall, gue tadi ngajak pergi biar bisa berduaan ehh bisa sih berduaan tapi berduaanya sama lo," umpat Sam sambil melirik Zian.
"Udah ah udah sampe sini juga, mumpung disini gue mau cari kado untuk Eca." Sam menatap bingung Zian.
"Eca ulang tahun? Perasaan baru kemaren deh dia ulang tahun?" tanya Sam bingung, Eca itu adik Zian yang masih berusia 4 tahun, tetapi kerjaannya suka sama komik apalagi tentang kartun Jepang si kucing biru itu, Doraemon.
"Kemaren gundulmu, lusa dia udah 5 tahun anjir," kesal Zian.
"Gue ngasih kado gak?" tanya Sam polos.
"Lah terserah lo, lo mau ngasih pasti dia terima gak lo kasih pasti dia nangis, udah gitu aja kok repot," jawab Zian santai sambil berlalu meninggalkan Sam.
"Kalau kayak gitu sih gue harus ngasih goblok!" Lama-lama Sam akan membakar sahabatnya satu itu. Sam pun akhirnya ikut masuk untuk mencari Dyba atau Zian.
"Bangsat!" Tangan Sam terkepal dan rahangnya mengeras melihat pemandangan yang tidak jauh darinya itu. Sam dengan cepat berjalan ke arah sana dengan nafas yang memburu karena menahan emosinya. Sesampainya di sana ia langsung membogem wajah seseorang.
Bughhh.....
***
Dyba dengan semangat memasuki Gramedia diikuti Chelsea di sampingnya. Mereka berdua langsung sibuk membaca sinopsis yang ada di belakang novel itu.
"Dy, bagus anjir!!" Histeris Chelsea setelah membaca sinopsis novel itu.
"Iyakan baru sinopsisnya aja udah baper." Chelsea langsung mengangguk. Chelsea beralih ke novel yang ada di sampingnya.
"Dy!! Ini juga bagusss!!"
"Aaaa, kalau kayak gini gue borong semuanya nanti," ucap Dyba karena semua novel tangan dan di situ bagus-bagus semua. Mereka berdua masih sibuk memilih-milih novel yang akan dibeli.
KAMU SEDANG MEMBACA
Possessive Samudera [Selesai]
Ficção Adolescente"Aku gak suka kamu senyum sama dia!" "Ya Allah, masa aku gak boleh senyum sama pak Polisi sih? Waktu itu dia natap aku, jadi ya aku senyum lah, gak mungkin juga itu pak Polisi suka sama aku." "Tapi aku gak suka, kamu cuma milik aku, milik Samudera!"...
![Possessive Samudera [Selesai]](https://img.wattpad.com/cover/192984814-64-k603516.jpg)