71 💞 💍

34.6K 2.2K 190
                                        

Jangan bosen untuk baca part ini.
2003 kata di part ini dan merupakan part terpanjang yang pernah ku buat.
Happy reading ^^
Jangan lupa vote and comment ....

***

Sam sedari tadi meneguk ludahnya. Tenggorokannya benar-benar terasa kering. Keringat dingin membasahi tangan dan keningnya. Peci yang seharusnya dipakai itu sekarang menjadi kipas untuknya. Ia gugup, benar-benar gugup. Mungkin kalau ini tidak banyak tamu Sam pingsan sangking gugupnya.

Hari baru akan terjadi sebentar lagi, tinggal menunggu beberapa menit lagi. Hari paling spesial untuk kedua manusia yang telah menjalin kisah lebih dari delapan tahun itu. Hari di mana akan menyatukan dua insan yang sifatnya bahkan banyak bedanya, tetapi perbedaan itu yang akhirnya menyatukan mereka.

Awal kisah hiruk pikuk rumah tangga akan di mulai sebentar lagi. Seorang ketua geng yang dulunya ditakuti lawan-lawannya sudah akan berubah status menjadi seorang suami. Seseorang yang akan memimpin keluarganya. Seseorang yang akan mendapat tanggung jawab lebih besar daripada menjadi seorang ketua geng.

Agam yang ada di samping adiknya-- menjadi saksi di pernikahan itu menepuk-nepuk bahu adiknya. Terlihat jelas wajah gugup milik pemuda 23 tahun itu. Sedari tadi bahkan sudah entah berapa tisu yang Sam tarik untuk mengelap keringatnya.

Sam mulai mengatur nafasnya saat melihat ayah Dyba mulai berjalan ke arahnya. Penghulu sudah ada di depannya sedari tadi dan memperhatikan setiap gerakan gugup Sam. Sam menutup matanya dan menarik nafasnya dengan panjang, membayangkan hari-harinya nanti saat sudah bersama Dyba yang bisa membuatnya tenang kembali.

Sam membuka matanya saat mendengar suara kursi yang berdecit di depannya. Ia tersenyum sambil memakai pecinya kembali saat melihat Difky yang tengah tersenyum menenangkan kepadanya.

"Bagaimana? Sudah bisa dimulai?" Suara itu membuat Sam menatap ke arah penghulu, ia menarik nafasnya panjang sebelum mengangguk.

Sam menoleh sebentar ke belakang saat penghulu itu membacakan beberapa kalimat agar ayah Dyba mengikutinya. Ia tersenyum saat menemukan papa dan teman-temannya di belakangnya. Mereka memberi senyuman dan semangat kepada Sam. Sam mengangguk sambil terkekeh kecil. Sam kembali menoleh ke arah ayah Dyba yang sudah mulai mengulurkan tangannya ke arah Sam.

"Bismillahirrahmanirrahim." Sam menutup matanya sebentar kemudian membukanya kembali dan mulai menjabat tangan Difky.

"Saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan putri saya Adyba Bailey Khenzi dengan mas kawin seperangkat alat shalat, sepasang cincin, dan uang sebesar Rp. 211.121.000 di bayar tunai."

Tangan Sam bergetar saat kalimat itu sudah siap diucapkan. "Saya terima nikah dan kawinnya Adyba Bailey Khenzi binti Difky Purnama Khenzo dengan mas kawin tersebut di bayar tunai."

Penghulu itu tersenyum, ia nenatap para saksi dan para tamu undangan. "Bagaimana para saksi? Sah?"

"Sah!" teriakan dan sorakan paling melegakan yang pernah Sam dengar selama ini. Tanpa sadar Sam meneteskan air mata dan menatap Difky dengan haru. Tangannya masih di genggaman Difky karena rasanya perasaan dan jiwanya menguap begitu saja. Mungkin kalian bisa bilang Sam alay, tetapi inilah kenyatannya. Keadaan paling melegakan saat semua tamu undangan mengatakan kata "sah" saat engkau selesai mengatakan ijab kabul.

Difky tersenyum, ia melepas tangan Sam yang terasa dingin saat menjabat tangannya. "Dyba sudah sepenuhnya milik kamu."

Sam tersenyum dengan lebar. Bekas air matanya bahkan masih ada di pipinya. Ya, hari ini, tanggal 21 November-- seperti jumlah uang tunai untuk mas kawin tadi-- ia dan Dyba sudah resmi sebagai suami istri menurut agama dan negara.

Possessive Samudera [Selesai] Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang