63

24.2K 1.8K 100
                                        

"I want to kiss you right now!"

Mata Dyba membulat, ia menggeleng-gelengkan kepalanya. Ia menahan kepala Sam yang udah maju. "No, enggak sekarang. Sekarang kita harus anterin Gio ke bandara dulu."

Sam mendesah kesal dan langsung menyenderkan tubuhnya di kursi mobil itu. "Ya udah panggil dia, aku mau hari ini berduaan aja sama kamu. Waktu aku di Indo cuma empat hari."

"Serius 4 hari? Gila! Kamu rasanya kayak cuma numpang kencing doang di sini."

"Ya mau gimana lagi, aku harus siap-siap skripsi."

Dyba mengangguk, paham akan hal itu. Skripsi emang melelahkan-- ehh ralat, sangat melelahkan.

"Ya udah, aku panggil Gio dulu. Kamu jangan marah lagi."

Sam hanya mengangguk. "Jangan lupa itu celana di ganti, serasa gak pakai celana kamu."

Dyba terkekeh, ia mengangguk. "Siap kapten!"

Dyba keluar dari mobil dan langsung berteriak memanggil Gio. Teriakan membahana Dyba itu bahkan bisa Sam dengar.

"Gila cewek gue, teriakannya melebihi toa masjid."

Melihat Dyba dan Gio sudah keluar dari rumah Sam membuka pintu bagasi mobilnya. Gio langsung memasukkan kopernya dan Dyba duduk di samping Sam.

Sam melihat pakaian Dyba dari atas sampai bawah. Hanya menggunakan crop top dan celana jeans.

"Serius pakai itu?"

Dyba menatap pakaiannya, setelah itu ia menatap Sam. "Iya, emang kenapa?"

"Badan kamu bisa dilihatin orang, Dy."

Dyba menghela nafas kasar. Tetapi, setelah itu ia mengerjap-ngerjapkan matanya. "Sekali ini aja."

Sam memalingkan wajahnya, tidak kuat dengan ekspresi yang ditunjukkan gadisnya itu. "Iya, tapi nanti kamu pakai Hoodie aku waktu turun."

"Terserah. Yang penting aku boleh pakai ini aja."

Sam menganggukkan kepalanya. Ia menggenggam tangan Dyba. Mengelus tangan itu dengan halus, mengecupi tangan itu.

"Kalau kamu kayak gitu terus kapan berangkatnya?"

Sam menoleh ke belakang, ia menemukan Gio yang sudah menyilangkan tangannya di dada. Sam menggaruk tengkuknya, tersenyum polos, setelah itu menghidupkan mesin mobilnya dan mulai mengemudikan mobilnya ke bandara.

"Jaga sepupu aku, jangan sakiti dia. Sempat kamu sakiti, ku cari kamu. Kita nanti ada di negara yang sama, jadi jangan harap aja bisa kabur."

"Gue berusaha untuk jadi pasangan yang baik untuk Dy. Gue memang gak bisa jadi sempurna, karena di dunia ini gak ada yang sempurna, tapi gue bakalan berusaha jadi yang terbaik."

Gio mengangguk. Ia menyenderkan tubuhnya dan memejamkan matanya. Rasanya ia masih betah berada di sini, tetapi urusan dan pekerjaannya tidak bisa ia tinggalkan lebih lama lagi. Perusahaan sudah diserahkan kepadanya, jadi itu berarti ia memiliki tanggung jawab penuh atas itu semua.

"Sam, jangan diciumin terus!"

Mendengar itu, mata Gio langsung terbuka dan menatap tajam Sam yang tengah mengecupi tangan Dyba. Gio bahkan sudah berpikiran macam-macam karena Dyba yang berteriak itu.

"Kalau dia aneh-aneh tendang aja burungnya, Dy."

Sam menatap Gio dengan tajam dari kaca yang ada di dalam mobil itu, sedangkan Dyba terkekeh. Dyba melepas tangannya dari genggaman Sam dan mengubah duduknya menjadi menyamping.

Possessive Samudera [Selesai] Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang