part 2 ▶

526 85 14
                                        

Happy reading kuy..

Maaf kalo banyak typo bertebaran.

*****

Bagas

Bagas

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Tokk..Tokk..

Suara ketukan pintu, membuat Dara berlari untuk membukanya.

Terlihat seorang laki-laki yang sedang berdiri didepan pintu, siapa lagi kalo bukan Bagas, sang kekasih yang sudah ia pacari selama 2 tahun terakhir ini.

Dara mempersilahkan Bagas masuk. Saat itu Dara hanya sendiri dirumah.

Bagas berjalan menuju ke minibar, sedangkan Dara berjalan ke dapur untuk membuat teh. Tanpa pikir panjang Bagas pun langsung duduk. Dara kemudian mendudukan dirinya sebelah Bagas sambil memberikan segelas teh hangat.

"Makasih ya." ucap Bagas. Kemudian Bagas pun mencicipi teh anget yang buatan Dara.

"Gimana teh nya enak?" tanya Dara.

"Enak lah kalo pacar yang bikin." balas Bagas.

"Enak lah, aku bikinnya pake cinta." Dara memperhatikan Bagas diam-diam.

"Apaan sih." Bagas mencolek hidung mancung Dara, kemudian ia beranjak dari tempat duduknya. Ia memandang di sekeliling rumah. "Kamu tinggal sama siapa aja?" tanya Bagas yang memasukkan tangan kanan nya di dalam saku. Meskipun mereka sudah pacar 2 tahun, baru kali ini Bagas berkesempatan bermain kerumah Dara.

"Sama ayah,bunda." balas Dara.

Bagas mengangguk pelan. "Ya udah kamu ganti baju gih, aku tunggu di luar." Bagas berjan meninggalkan Dara.

Bagas adalah laki-laki yang baik, santun dan juga sangat mencintai Dara.

Setelah mengganti pakaiannya, ia kembali menghampiri Bagas yang sedang menunggu di ruang tamu.

Dua puluh menit kemudian mereka sudah sampai di restoran favorit mereka. Setelah memarkir motor mereka masuk ke dalam restoran itu. Langkah Dara terhenti karena melihat pedagang Ice cream di seberang jalan, membuat langkah Bagas ikut terhenti

"Bagas." rengek Dara.

"Apa Ra?" Bagas memandang kearah pedagang itu. Ia mengiyakan kode dari Dara, seolah-olah ia sangat mengerti dengan maksud kekasihnya. "Oke..!!" Bagas berlari kecil menuju pedagang Ice Cream. "Mas Ice Cream nya satu ya, jangan lama-lama."

"Baik mas."

Bagas memperhatikan pedagang Ice Cream itu. "Jangan lupa dikasih susu ya mas."

Pedagang itu memberikan Ice Cream kepada Bagas.
"Makasih mas." Lalu Bagas bergegas kembali ke restoran itu.

Imperfect loveTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang