"Jadilah wanitaku, Min Soeun"
Deg.
Netra Soeun membola. Dadanya semakin sesak menahan marah atas perkataan yang Taehyung lontarkan padanya. Menjadi wanitanya? Apa maksudnya? Apakah dia sedang menawarkan sesuatu agar laki-laki itu bebas melecehkan Soeun?
Soeun memandang Taehyung nyalang. Pria brengsek!
"Tidak akan!" Soeun berusaha melawan ketakutannya.
Taehyung mengerutkan keningnya. Apakah baru saja dia ditolak oleh seorang gadis? Wah, menyebalkan sekali.
Karena pria di hadapannya itu hanya terdiam, Soeun mulai menjauh, memaksakan dirinya yang menggigil untuk turun dari ranjang pasien dan pergi dari UKS. Dia harus menjauh dan pergi dari si Kim sialan Taehyung. Taehyung pun tak tahu kenapa dirinya hanya diam melihat kepergian Soeun.
Akan tetapi, Taehyung tetap lega mengetahui bahwa dirinyalah yang pertama kali menyentuh Soeun. Sensasi manis dari bibir yang gemetar milik Soeun masih menempel di labium laki-laki itu.
Taehyung terkekeh pelan kemudian menyentuh bibirnya sendiri sembari berjalan meninggalkan UKS.
"Tolak aku sebanyak yang kau mau, Soeun. Pada akhirnya kau akan tetap jatuh pada kungkunganku. Lihat saja nanti"
***
Soeun menghela nafas teringat dengan kejadian mengerikan yang terjadi di UKS kemarin lusa. Benar-benar buruk. Kang Daniel? Entah apa yang terjadi pada laki-laki itu. Yang pasti, Soeun tidak melihatnya lagi di sekolah. Dia bersyukur karena setelah Bona kembali ke sekolah, gadis itu memindahkan kelas mereka seperti semula, sehingga Soeun tidak perlu menghadapi Kim Taehyung di kelas yang sama.
Soeun masih memikirkan alasan mengapa Taehyung membiarkannya pindah kelas lagi. Apakah laki-laki itu memang tak peduli tentang perpindahan kelas Soeun, atau justru dia sedang memikirkan rencana licik untuk menjebak Soeun?
"Oh ayolah, Soeun, jangan berpikir yang tidak-tidak!" lirih Soeun pada dirinya sendiri.
Tapi... sesasi bibir laki-laki bermarga Kim juga tak bisa Soeun lupakan. Apalagi bagaimana dengan lembutnya dia mengulum lidah Soeun.
"AISH!!!!" Soeun mengacak rambutnya sendiri dan merasakan panas yang menjalar di wajahnya. "Kenapa harus mengingatnya?!!!" tegurnya pada diri sendiri.
"Ada apa Soeun?" tanya Bona yang baru saja datang ke kelas.
"Ah, Bona... ti-tidak.." Soeun harus mengalihkan agar Bona tidak tahu apa yang terjadi padanya. "Bagaimana kemarin dengan Kak Chanyeol?" lanjutnya.
Soeun menangkap mimik wajah yang berbeda dari Bona. Wajahnya menjadi murung dan lesu. Bona duduk dengan gontai dan menangkupkan kepalanya di meja.
"B-bona-ya... apakah terjadi sesuatu padamu kemarin?" Soeun menjadi sedikit panik.
"Laki-laki itu memang bajingan!" lirih Bona yang sarat dengan amarah.
"Siapa? Jungkook?" tanya Soeun. Tentu saja ini ulah si womenizer bermarga Jeon itu. Memangnya siapa lagi yang bisa mengacaukan kehidupan bona selain dia?
Maka selanjutnya Bona menceritakan apa yang terjadi pada dirinya kemarin. Seoun merengkuh sahabatnya. Sungguh dia tahu apa yang Bona rasakan. Kedua gadis itu terjebak dalam hal yang sama meskipun kondisinya berbeda.
Di sisi lain, seseorang dengan perasaan gembira menginjakkan kaki di sekolah. Tentu saja dia sangat senang karena salah satu the most wanted prince dengan berani menggandeng dirinya masuk ke sekolah bahkan mengantarnya sampai depan kelas.
KAMU SEDANG MEMBACA
Women Addict [M] [End]
Romance[Complete] Apa jadinya jika seorang gadis yang masih "murni" harus terjebak dalam SMA Helios yang penuh dengan orang-orang dengan pergaulan bebas? Bagi Soeun yang mendapatkan beasiswa, dia harus berjuang mempertahankan harga dirinya hingga lulus dar...
![Women Addict [M] [End]](https://img.wattpad.com/cover/215998027-64-k449033.jpg)