Chapter 12

166 4 0
                                        

***
Kini malam mulai larut, setelah menempuh perjalanan yang jauh dan bikin pegel bokong akhirnya sepasang suami istri itu telah sampai di rumah sang ayah.

Tin tin tin

Bunyi klakson mobil berwarna hitam itu terdengar oleh sang satpam yang tengah menonton televisi sekaligus menikmati kopi hitamnya, ia bergegas pergi ke pintu gerbang untuk membukakan gerbang nya.

"Selamat malam tuan, selamat datang kembali di rumah," sapa satpam yang bernametag Dedi itu tersenyum manis.

Ica yang masih tertidur pulas tidak menyadari bahwa ia telah sampai di rumahnya, Dan yah satpam itu tau bahwa anak majikan nya tengah tertidur jadi ia tak menyapa dan menyebut sang anak majikannya.

"Malam kembali pak, iyah hhe," balas Fikri ramah.

Fikri kembali melajukan mobilnya untuk sampai ke garasi, setelah membuka pintu garasi oleh pak Dedi, Fikri turun dari mobilnya.

"Bangunin jangan ya?" gumam Fikri.

"Jangan aja deh ah, kasian udah tidur,"

Detik berikutnya Fikri memanggil pak satpam satunya lagi untuk membantu mengambil koper, dan oleh-oleh.

"Oh iya tuan, di rumah tidak ada siapa-siapa," ucap pak satpam yang bernametag Dani.

"Loh pada kemana emang?" tanya Fikri heran.

"Tadi sekitar jam 7 non nisa sakit perutnya, mungkin mau melahirkan, jadi di bawa ke rumah sakit," terang Dani.

"Tapi, kenapa mamah gak bilang yah?"

"Mungkin nyonya mau tuan istirahat dulu, atau mingkin nyonya lupa,"

"Ohh yaudah, besok saya sama Ica ke rumah sakit deh,"

"Oh iyah pak, kunci rumah nya dimana?"

"Ada di saya tuan, bentar saya ambil dulu,"

"Oh silahkan pak,"

Beberapa saat kemudian, pak Deni kembali membawa kunci di tangan nya.

"Mari tuan,"

"Iyah,"

Setelah Fikri siap mengangkat Ica ala brydal sytle, mereka berjalan ke arah pintu utama, setelah pak Dani mengunci garasi tadi.

Pak dani mulai membuka pintu dengan kunci yang ia pegang, setelah terbuka lebar mereka mulai memasuki rumah besar bernuasa putih berpadu coklak itu.

Kini mereka telah menaiki anak tangga, dan memasuki kamar Fikri dan Ica, Fikri membaringkan Ica di ranjang lalu ia menyelimutinya sampai batas dada.

"Ini taro dimana tuan?" tanya pak Dedi.

"Di dekat lemari saja pak,"

"Oh siap tuan,"

"Makasih pak sudah bantuin saya, maaf merepotkan,"

"Sama-sama pak, gapapa ini tugas kami kok,"

"Yaudah tuan, saya sama Dani pamit kembali ke bawah,"

"Silahkan pak,"

Setelah dua satpam itu kembali ke bawah tempat mereka semula, Fikri pergi ke kamar mandi untuk mencuci muka lalu menganti pakaian. Karna mau mandi hari sudah malam.

Beberapa menit kemudian, Fikri keluar dengan baju kaos biasa dan celana selutut. Ia bersiap untuk membaringkan bokongnya yang sejak tadi tidak tidur, setelah bokongkan menempel dengan kasur di ranjang, ia membukaan jilbab milik Ica lalu disimpan nya di meja kecil.

Setelah mematikan lampu utama dan menyalakan lampu tidur, ia menarik selimut, selanjutnya ia menutup netra nya menyembuhkan rasa penat nya. Dan tertidur pulas.

⚫⚫⚫
Maaf sedikit-sedikit🙏

Cinta Sang Dokter (Slow Up)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang