Ica telah duduk di ranjang dan bersiap berbaring, berbeda dengan Fikri, pria itu tengah berada di kamar mandi. Mungkin ganti baju, atau ntahlah.
Ica mengedarkan pandangannya ke penjuru kamar. bersih dan harum, itu lah suasana kamar bernuasa hijau itu.
"Nyaman kamarnya, apalagi ranjangnya," gumamnya tersenyum.
Tak segaja netranya melihat foto prewed dengan pose yang berbeda, ia tersenyum lagi, kali ini jauh lebih lebar dari sebelumnya.
"Ternyata benar, dia suamiku," gumamnya, lengkung dibibirnya tak pernah pudar.
Tangannya mengambil beberapa foto, ia memandang wajah nya dan wajah suaminya. Tiba-tiba sebuah tangan kekar melingkar pinggangnya.
"Ngapain, hm?" tanya seseorang dibalik badannya.
"Liat ini," tunjuknya mengacungkan foto yang dipegangnya.
"Ternyata benar, ya. Aku telah menikah, dan kamu suaminya," lanjut Ica, ia tak memalingkan wajahnya dari foto itu.
"Yee, yakali aku boongan gitu. Gak ada gunanya juga," jawabnya, ia meletakan kepalanya di tengkuk pundak Ica.
"Iiii, geli. Lepasin!"
Ica yang tersadar dengan pinggangnya yang telah direngkuh oleh suaminya dan tengguk pundaknya menjadi sandaran kepala suaminya, menggeser kepala Fikri untuk menjauh dari tengkuknya.
Tapi, hasilnya tak bagus, tenaga Fikri lebih kuat dari tenaga Ica.
Ica menghembuskan napasnya, ia harus mengalah lagi. Meski pundak nya sangat geli sebab rambut Fikri yang kena dengan lehernya.
Ica kembali fokus melihat foto yang dipegangnya, ia lupa menanyakan anak itu. Apa dia anak dari cinta kasih dengan suaminya? pikir Ica.
"Em, Mas?" panggil Ica.
"Iya, Sayang?" jawab Fikri, ia masih setia berada di tengkuk istrinya dengan nyaman.
"Apa sebelum aku kecelakaan, kita sudah mempunyai anak?"
Mendengar ucapan sang istri Fikri yang asyik menyandarkan kepalanya, langsung mendongkak menatap istrinya sendu.
"Kenapa kamu nanya gitu?" tanya Fikri heran, sebab selama Ica dirumah sakit ia tak pernah menanyakan soal itu.
'Apa jangan-jangan Ica ...?' batin Fikri.
"Soalnya waktu aku sadar hari itu, aku liat anak kecil Mas, mungkin usianya sekitar 5 tauan deh. Apa dia anak kita?"
Fikri tak membalas pertanyaan dari Ica, ia malah begong menatap Ica.
'Apa aku bilang dia anak aku dan dia, Ica percaya gak ya? Tapi masa iya, umur dia kan udah 5tahun, dan usia pernikahan aku dan Ica baru 1 tahun.'
"Mass?" panggil Ica, ia mengubah posisinya menghadap ke arah suaminya.
'Atau kasih tau sebenarnya aja ya? Kalo dia keguguran, tapi aku takut dia sedih, dan dia drop,'
"Mas?" panggil lagi Ica.
'Tapi masa ia sih aku harus tutupin, huft semoga saja Ica bisa nerimanya, bismilah.'
Fikri yang asyik membatin tak sadar Ica telah memanggilnya hingga dua kali.
"Mas?" ketiga kalinya Ica memanggil Fikri, dan kali ini Fikri sadar, ia menatap wajah cantik istrinya.
"Dia, bukan anak kita, Sayang. Tapi ...," balas Fikri mengenggam tangan Istrinya erat.
"Tapi?" Ica menyipitkan matanya, ia menunggu jawaban suaminya.
"Sekarang dia anak kita kok," lanjut Fikri tersenyum.
"Wahh, anak lucu itu anak kita? Tapi, sekarang dia kemana? Aku ingin ketemu deh Mas," Ica menatap suaminya penuh tanya.
"Dia sama Ibu, Sayang."
"Kenapa gak di bawa kesini?"
"Takut kamu keganggu istirahatnya."
"Ihh, Mas mah gitu ah! Besok mas jemput ya?"
Dengan senang hati Fikri mengangukan kepalanya diiringi senyum manisnya.
"Tapi, aku heran deh mas,"
"Heran?"
"Hu'um,"
"Kenapa?"
Ica memperhatikan tanggal yang terdapat di salah tau foto itu, tanggal itu terpampang jelas tanggal 15 desember 2018. Dan sekarang? 2019, itu artinya ia baru menikah 1 tahun yang lalu. Jadi anak itu lahir dari mana? Batin Ica.
"Liat deh," Ica menunjukan tanggal yang terdapat difotonya.
Fikri menatap tajam tanggal itu, dan. "Kita kan baru nikah 1 tahun. Jadi, aku heran anak itu kan usianya 5 tahun, dan pertanyaanya dia lahir dari mana?" tanya Ica heran.
"Dia emang bukan anak kandung kita--,"
"Jadi dia anak siapa? Kamu dengan pacar kamu?" potong Ica dengan wajah memerah.
"Hust! Kamu mah bicaranya ngaur, yakali aku selingkuh dari istriku beautifull ah."
...
KAMU SEDANG MEMBACA
Cinta Sang Dokter (Slow Up)
General Fiction17+ [Sedikit dan gak banyak mengandung unsur dewasa] Follow sebelum baca :) *** Mencintai setelah menikah itu, INDAH. mau apa-apa gak sungkan, tinggal lakuin aja. kan udah sah. *** ⚠ Cerita ini pertama buat, mohon maaf atas tada baca yang tak sesuai...
