Chapter 33

102 2 0
                                        

Keesokan harinya.

Mentari telah terbit di ufuk timur, udara pagi pun masih terasa segar. Kini, seorang wanita cantik beserta anggota keluarga tengah melaksanakan sarapan pagi. Siapa lagi kalau bukan Alisya dan keluarganya.

Setelah melayani para suami mereka, Ica, Nisa juga Aminah ikut duduk disamping para suaminya, dengan menyantap makanan.

Sahal sudah tau apa permasalahan hingga tiba-tiba Ica dan Fikri menginap dirumahnya, semuanya telah dijelaskan oleh sang istrinya, Aminah.

Mereka sibuk dengan makanan mereka masing-masing, hingga tinggal beberapa suap lagi makanan dipiring mereka habis, tanpa sisa.

"Tambah Ca makannya, kamu kan lagi badan dua," ucap Nisa setelah makanan nya habis.

"Gak kak, udah kenyang." balas Ica.

"Iya sayang tambah gih," titah Fikri.

"Gak mas, aku kenyang,"

"Oh oke,"

"Nih minum," lanjut Fikri menyodorkan segelas air putih di gelas.

Ica langsung menerima sodoran gelas dari Fikri, dan meminum nya hingga tersisa setengah gelas.

Kini semua anggota keluarga Al-farizi telah selesai dengan makanan mereka, Fikri, Bani juga Sahal bersiap-siap untuk pergi bekerja. Bani berprofesi menjadi menager di kantor, dan sahal berprofesi menjadi pemilik perusahaan, Fikri? Kalian tau lah.

"Mau pulang sekarang sayang?" tanya Fikri pada Ica yang tengah merapihkan jas putih milik Fikri.

"Nanti siang boleh ya?" jawab Ica.

"Em... gimana ya?" Fikri seolah-olah memikirkan sesuatu dengan telunjuk di kening.

"Boleh dong, ya..ya..ya?" mohon Ica dengan menunjukan pupy eyesnya.

"Yaudah deh boleh," balas Fikri dengan mencubit pipi gembul Ica, karna memang semenjak Ica ngisi pipi nya tambah tembem. Mungkin bawaan bayi kali ya.

"Aaaaa makasih," refleks Ica langsung memeluk erat tubuh Fikri.

"Sama-sama sayang," Fikri membalas pelukannya dan mengelus lembut pucuk kepala Ica.

"Hey, hey. Jangan peluk-pelukan disini dong!" ucap seseorang disamping mereka, yang tak lain adalah Bani.

Fikri dan Ica langsung melepaskan pelukannya, mereka lupa kalau mereka tengah berada dengan anggota keluarga.

"Ehehe, yamaap," balas Fikri tersenyum kikuk.

Mereka hanya tersenyum seraya menggeleng-gelengkan kepala.

Satu persatu para suami mereka berpamitan pada mereka, istri tercintanya. Setelah selesai berpamitan mereka mulai berjalan ke arah mobil mereka masing-masing, karna memang mereka tidak satu arah.

"Assalamualaikum," ucap Sahal, Bani, dan Fikri berbarengan.

"Waalaikumsalam, hati-hati," jawab para istri mereka.

Para pria itu hanya membalas dengan senyum mania khas mereka.

____
Kini jam berada tepat pukul sepuluh siang, kini Ica tengah bermain dengan Alba, sang sepupu gantengnya.

Alba bayi mungil yang sangat aktif, terlebih kini usia alba delapan bulan, ia telah bisa ngorondang (eh bhs indonya apa? Gak tau wkwk😂😂) dan duduk dengan tengak.

"Ayo sini sayang," ucap Ica menjauh dari Alba, Alba langsung mendekati Ica dengan jurus korondangnya (atulah apa bhs indonya ngorondang?).

Ica sangat asyik dengan Alba, Nisa yang tengah bergulat membuat makanan untuk makan siang Alba.

Cinta Sang Dokter (Slow Up)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang