Happy reading:)
⚫⚫⚫
Kini mentari hampir menampakan dirinya, udara pagi yang masih terasa segar. Seorang wanita cantik telah terbangun setelah ia mendengar suara adzan menggema dimasjid, ia mengeliat sedikit. Menyempurnakan semua nyawanya.
"Mas ayo bangun, udah adzan subuh." sang istri terus mengoyang-goyangkan tubuh suaminya.
"Emm, bentar sayang." jawabnya yang masih setia menutup mata sembari menarik sang istri ke dalam pelukannya.
"Ihh lepas." wanita itu terus berusaha melepaskan pelukan sang suami, tapi nihil. Tenaganya sangat lemah, apalagi baru bangun dari alam mimpi.
"Bangun mas ih! Mau aku tumpahin seember air dingin haa?" ancam wanita itu terus berusaha melepaskan pelukan suaminya.
"Tega sekali kamu sayang," jawabnya dan ia langsung membuka netranya dengan sangat lebar.
"Bukan tega ih, cepet bangun. Dan lepasin pelukannya."
"Panggil Sayang dulu dong, baru aku lepas dan bangun," pintanya dengan muka so manis.
"Gak! Bangun ih. Bandel kamu, mau aku cubit?"
"Tinggal cubit balik, udah gede ini. Sama-sama makan nasi lagi."
"Mas ihhhh! Nanti shalat subuhnya kesiangan, terus nanti aku gak bantuin Mamah masak lagi." keluhnya.
"Iya deh iya, aku lepass."
Wanita itu langsung tersenyum manis, manis sekali.
"Tapi ...."
"Apa!"
"Cium pipi kanan dulu dong."
"Ihhh tinggal lepas aja, banyak mau kamu!" balasnya sewot.
"Ihhh tinggal cium aja, susah kamu." balasnya meniru apa yang diucapkan sang istri.
Dan memang iyah, kedua insan itu adalah pangantin baru. Siapa lagi kalau bukan Alisya dan Fikri?
Cupp
Satu kecupan hangat disubuh pagi ini, mendarat pas dipipi kanan Fikri. Yang dilakukan oleh Alisya, sang istri tercintanya.
"Satu lagi dong."
"Tadi mintanya satu,"
"Kasih aja ngapa."
Cupp
"Keningnya dong, kasian dia cemburu gak dicium kamu."
'Untung suami, kalau bukan, udah aku buang ke kandang raja hutan.' kesalnya dalam hati.
"Hey, kok ngelamun? Ayo lakuin." perintah Fikri, dengan memajukan keningnya. Mendekat ke arah bibir Alisya.
Cupp
Setelah selesai melakukan apa yang Fikri mau, Fikri langsung melepaskan pelukannya. Alisya, wanita itu langsung turun diatas ranjang.
"Eitt ... eitt ...," lagi, dan lagi. Fikri kembali menahan Alisya dengan mencekal tangannya, untuk kembali duduk.
"Ini belum lohh, nanti dia nangis gimana?" Ia menunjukan arah bibirnya.
"Ihh tau ah." Dengan cepat, Alisya langsung melepaskan tangan Fikri dari pergelangannya. Ia langsung pergi ke kamar mandi tanpa menghiraukan panggilan dari Fikri.
⚫⚫⚫
Setelah kedua pengantin baru itu selesai melaksanakan shalat subuh berjamaah, Ica bergegas pergi ke dapur untuk memasak makanan.
"Mau kemana, sayang?" tanya Fikri, melihat sang istri yang tengah memakai kerudung instannya.
"Mau pergi mancing ikan! Ya mau kedapur lah."
"Mau ngapain ke dapur?"
"Belanja." Balasnya langsung membukakan pintu kamar, dan pergi ke dapur.
"Ke dapur belanja? Masa iya sih? Bukannya belanja di mall atau pasar ya? Sejak kapan dapur ibu mertua jadi pasar?" tanyanya pada diri sendiri.
"Ahh bodo amat lah pusing gue." lanjutnya, dan ia langsung merebahkan tubuhnya di kasur lembut nan besar itu. Dan kembali tertidur, menyambut mimpi yang sempat tadi terjeda.
⚫⚫⚫
Seorang wanita cantik kini tengah bergulat dengan bahan-bahan makanan, untuk menyiapkan segala masakan untuk menu makan hari ini.
Kangkung oseng, sayur sop, ikan goreng, tempe, tahu, dan ayam goreng telah tertata rapi dimeja makan. Tak lupa nasi putih dan air putih pun tersedia.
"Masyaa Allah udah beres lagi aja," ucap seseorang dibalik punggung wanita itu. Siapa lagi kalau bukan Mamahnya.
"Ehh, hhe iya mah." balasnya tersenyum.
"Maaf yah Mamah gak bantu, abis cape bangett." keluh sang mamahnya.
Memang iyah. Semua masakan yang telah tersaji rapih di meja makan, Ica yang membuatnya. Sendiri tanpa bantuan.
"Gak papa mah."
"Yaudah mah aku bangunin mas Fikri dulu." pamit Ica pada mamahnya dan melenggang pergi
"Iyah."
Wanita cantik bernama Alisya itu sampai di depan pintu bercat putih, membuka knop pintu. Dan memasuki ruangan yang khas berbau wangi apel, Memang iyah Ica sangat suka dengan apel.
⚫⚫⚫
Kutunggu vote dari mu:v
KAMU SEDANG MEMBACA
Cinta Sang Dokter (Slow Up)
General Fiction17+ [Sedikit dan gak banyak mengandung unsur dewasa] Follow sebelum baca :) *** Mencintai setelah menikah itu, INDAH. mau apa-apa gak sungkan, tinggal lakuin aja. kan udah sah. *** ⚠ Cerita ini pertama buat, mohon maaf atas tada baca yang tak sesuai...
