Hari sudah semakin sore, belum ada tanda-tanda netra milik Ica terbuka. Dan kini Ica telah di pindahkan ke ruang rawat, keluarga Fikri tengah duduk di sofa yang telah terdapat sofa di dalamnya.
Keluarga Ica pulang beberapa jam yang lalu, untuk membersihkan badan, mengambil makanan untuk keluarga Fikri juga nya dan mengambil baju Ica.
"Pah ...," panggil Fikri.
sang empu yang di panggil menengok ke arah sumber suara. "Iyah Fik?" jawabnya dengan menghadap ke Fikri.
"Boleh ya Ara tinggal di rumah ibu?" tanya Fikri.
"Loh kenapa? Nanti orang tua nya nyariin, gimana?" Mahesa balik bertanya.
"Ara udah gak punya orang tua bu, dia juga gak punya rumah,"
"Maksudnya yatim piatu?" tanya Mahesa.
"Iyah,"
Mahesa tidak berbicara lagi, ia memandang ke arah Dwi yang berada di sisi kanannya, Seolah-olah meminta persetujuan. Dwi yang mengerti mengagukan kepalanya dan tersenyum manis.
Detik berikutnya, Mahesa kembali memandang Fikri. Dan perlahan Mahesa tersenyum dan mengagukan kepalanya.
"Boleh pah?" tanya Fikri memastikan.
"Iyah boleh, iyakan bu?" Mahesa melirik ke arah Dwi.
"Iyah,"
"Makasih bu ... yah ...," Fikri langsung menciumi punggu tangan kedua orang tuanya, kemudian memeluk erat keduanya.
"Ara ... sini," panggil Dwi pada Ara yang tengah duduk di sofa.
Sekilas Ara memandang Dwi, Fikri juga Mahesa. Kemudian ia berjalan mendekati mereka.
"Iya nek?" jawab Ara dengan menundukan kepalanya
"Ara mau tinggal sama nenek dan om Fikri?" tanya Dwi mengangkatkan dagu Ara.
"Boleh emang?" tanya Ara berkaca-kaca.
"Boleh dong," jawab Mahesa dengan senyuman manisnya.
"Makasih nek ...," Ara memeluk erat tubuh Dwi.
"Iya sayang," Dwi membalas pelukan sang gadis kecil itu.
Dua orang berjalan ke arah mereka, dengan berkata. "Tapi aku gak setuju!" ucapnya dengan memutar kedua bola matanya.
"Aku juga gak setuju!" ucap seseorang di samping nya.
Mkasi uda setia😁
KAMU SEDANG MEMBACA
Cinta Sang Dokter (Slow Up)
Ficción General17+ [Sedikit dan gak banyak mengandung unsur dewasa] Follow sebelum baca :) *** Mencintai setelah menikah itu, INDAH. mau apa-apa gak sungkan, tinggal lakuin aja. kan udah sah. *** ⚠ Cerita ini pertama buat, mohon maaf atas tada baca yang tak sesuai...
