Setelah Ica selesai melakukan entah apa di dalam kamar mandi, ia kembali keluar dengan wajah yang cerah.
Fikri yang sejak tadi duduk disofa dengan ditemani ponselnya, menatap heran Ica. Tadi muka sedih sekarang cerah, kok aneh ya?
"Kenapa gak jadi salat?" tanya Fikri.
Ica membalas dengan tersenyum yang menampakan gigi atas dan bawahnya terlihat. "Kok, nyengir?" tanya Fikri heran.
"Biasa, wanita." balas Ica berjalan ke arah Fikri.
"Maksudnya kek gimana, sih?"
"Pura-pura tak tau apa emang otaknya yang lemottt ... ."
"Ish!" Fikri kembali fokus menatap ponselnya.
Ica duduk disamping Fikri yang tengah bermain ponselnya. "Cuekin aja terusss. Sampe sukses!" sindir Ica.
Bagaikan angin berlalu, ucapan Ica seakan angin itu. Berlalu jauh, tanpa masuk ke telinga Fikri.
Fikri yang asyik memainkan ponsel tanpa memperdulikan Ica disampingnya, akhiranya Ica mengambil novel diatas meja dan segera membaca.
Cukup lama Fikri memainkan ponsel itu, akhirnya ia simpan kembali diatas meja. Netra nya memutar menatap sang istrinya yang tengah membaca novel.
'Mau hilang ingetan atau gak, sama aja. Suka baca buku tebal itu.' batin Fikri berbicara.
"Caa." panggil Fikri dengan manja.
Tak ada sahutan, entah Ica segaja cuekin Fikri atau memang tengah serius membaca novel.
"Icaa."
"Sayang."
"Bebep."
"Yang."
"Icaa cintaku, kasihku, sayangku."
Entah sudah berapa kali Fikri memanggil nama Ica dengan berbagai panggilan mengerikan itu, iya mengerikan, bagi si jomblo, eh.
Fikri yang merasa dicuekin mati-matian oleh Ica, akhirnya ia mencoba cara kedua. Yaitu, peluk Ica dari samping. Etdah, dikit-dikit peluk, dikit-dikit kecup. Tu yang baca iri kan, btw kamu jomblokan? Hahaha, sama.
Kaget! Satu kata itu muncul saat tangan kekar Fikri melingkar dipinggang Ica. Ica yang fokus membaca novel, akhirnya ia melihat apa yang dilakukan manusia disampingnya.
"Ih, jan ganggu, ah. Sana main hp, sampe sukses dan akhirnya cuekin aku." ketus Ica melanjutkan membacanya.
"Siapa juga yang cuekin kamu, orang kamu sendiri yang nyuekin aku. Sampe panggil puluhan kali pun tak nyaut-nyaut."
Jadi, pertanyaannya siapa yang cuek diantara mereka? Bukankah mereka saling cuek. Huft, sudahlah.
***
Setelah adu mulut antara sepasang suami istri itu lakukan dikamar karna saling cuek, kini mereka telah berada dimeja makan.
"Tadi, kenapa pas waktu subuh?" tanya Aminah, Ibunda Ica.
"Gak ada apa-apa, Mah." jawab Fikri.
"Tadi Mamah denger kalo kamu teriak I'caaa' kenapa?" tanya lagi Aminah.
"Oh itu, ada deh. Hehehe," sahut Ica ikut nimbrung.
Aminah hanya tersenyum dan menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Yaudah, ayo, pada makan." titah Aminah.
Kini, seluruh keluarga Alfarizi telah duduk manis dikursi mereka masing-masing. Setelah tadi menyiapkan makanan, akhirnya mereka segera menggisi perut mereka masing-masing.
Tak membutuhkan beberapa jam, akhirnya seluruh anggota Alfarizi telah menghabiskan sepiring nasi beserta lauknya.
Para suami mereka telah meninggalkan istri-istrinya dimeja makan, dan kini giliran para istri yang membereskan makanan dan piring kotor.
"Sayang, udah kamu diem aja. Ini biar Mamah yang beresinnya, kamu istirahat gih." titah Aminah pada Ica.
"Gapapa, Mah. Ica pengen bantuin aja," balas Ica sembari membereskan piring.
"Udah, Mah. Ini biar Nisa aja yang beresin, Mamah sama Ica gih kesana aja," ucap Nisa yang ikut nimbrung.
"Gapapa, Sayang. Mamah bantuin aja," jawab Aminah pada Nisa.
"Biar adil, kita sama-sama aja. Biar cepet beres, kan?" lerai Ica.
Akhirnya, mereka bertiga sepakat untuk membereskan bareng-bareng.
***
Hari mulai siang, dan dikeluarga Alfarizi hanya tinggal para istri dan si mungil Alba. Karna Sahal dan Bani pergi bekerja, lain hal dengan Fikri, ia pergi ke rumah sang Ibunda untuk menjemput Rara manis.
Udara hari ini cukup panas, sampai-sampai AC dirumahnya pun rasanya tak terasa dikulit mereka.
Alba, si bocah mungil itu semakin aktif. Ia telah bisa merangkak kesana, kemari. Sampai membuat sang Ibunda lelah mengejarnya.
...
Tinggalkan jejak! 😭
KAMU SEDANG MEMBACA
Cinta Sang Dokter (Slow Up)
Ficción General17+ [Sedikit dan gak banyak mengandung unsur dewasa] Follow sebelum baca :) *** Mencintai setelah menikah itu, INDAH. mau apa-apa gak sungkan, tinggal lakuin aja. kan udah sah. *** ⚠ Cerita ini pertama buat, mohon maaf atas tada baca yang tak sesuai...
