"Ca?"
"Iyah mas?"
"Kamu pernah ada hubungan sama orang yang bernama Adit?"
"Adit?"
"Iyah, waktu kita bertemu ditaman."
Bukannya membalas ucapan Fikri, Ica malah bengong.
"Ca?" Fikri mengkibas-kibas kan tangannya di depan muka Ica.
Ica yang tersadar langsung melirik ke arah Fikri, lalu ia berkata. "Eh iya mas?"
"Jujur sama aku Ca, kamu punya hubungan apa dulu sama Adit?"
"Dulu ak--,"
Kringg kringg.
Ponsel Fikri berbunyi diatas meja tanda ada telpon masuk, Fikri langsung melihat dan mengeser tombol hijau.
"...."
"Waalaikumsalam,"
"...."
"Ada Don,"
"...."
"Kapan?
"...."
"Sekarang? Gue gak bisa, gue lagi temenin istri gue,"
"...."
"Gawat apa?"
"...."
"Operasi? Kan ada dokter lain,"
"..."
"Yaudah deh, gue otw sekarang,"
"..."
"Waalaikumsalam,"
Fikri memutus sambungan telpon, Ica yang tengah memikirkan sesuatu teralih pada Fikri yang mau berdiri dari duduk nya.
"Mau kemana mas?"
"Mas harus kerumah sakit sayang,"
"Loh kan mas izin dulu,"
"Maaf sayang ini darurat,"
"Darurat apa?"
"Nanti deh yah mas ceritain, sekarang mas harus buru-buru ke rumah sakit,"
Ada sebuah kekecewaan diwajah milik Ica, tapi ia tak berani menampakannya. Toh memang tugas dokter untuk pergi kerumah sakit saat darurat.
"Yaudah gih,"
Fikri melangkah pergi kekamar, untuk mengambil jas putih juga kunci mobilnya.
Setelah selesai Fikri kembali menuruni anak tangga, dan pergi kedapur untuk berpamitan pada Ica.
Ica mengantar Fikri hingga depan rumah.
"Sayang mas pergi dulu ya,"
"Iya hati-hati mas," Ica menciumi punggung tangan Fikri.
"Pulangnya malem gak?"
"Gatau Ca, gimana nanti operasi saja,"
"Kalau kamu udah ngantuk kamu tidur duluan aja ya," Fikri mengecup dahi Ica.
"Iya,"
Fikri mulai berjalan ke arah mobil diluar garasi, karna tadi pagi mobilnya dikeluarkan.
"Hati-hati mass," teriak Ica saat Fikri melewati gerbang rumah.
KAMU SEDANG MEMBACA
Cinta Sang Dokter (Slow Up)
General Fiction17+ [Sedikit dan gak banyak mengandung unsur dewasa] Follow sebelum baca :) *** Mencintai setelah menikah itu, INDAH. mau apa-apa gak sungkan, tinggal lakuin aja. kan udah sah. *** ⚠ Cerita ini pertama buat, mohon maaf atas tada baca yang tak sesuai...
