Setelah asyik mendengar cerita-cerita dari Fikri, kini kantuk telah menghampiri mereka. Karna mungkin hari sudah malam.
Ica merebahkan tubuhnya, dan sama halnya dengan Fikri.
"Ucapan tadi, masih berlaku loh." bisik Fikri ditelinga Istrinya.
"Ucapan apa ah."
Netra Ica tertutup, dan ia telah pergi ke alam mimpinya.
"Ish ninggalin. Tapi, yasudahlah. Besok-besok kan bisa hehe," gumam Fikri.
Fikri ikut menutup netranya, tapi ia kembali membuka. Wajahnya mendekat ke arah wajah Ica, dan. "Selamat malam, Sayang. Mimpi indah, cup!"
Cukup lama Fikri mengecup kening Ica, ia beralih ke pipi tirus Ica. Setelah itu ia kembali seperti semula, memeluk Ica dan tertidur menyambut alam mimpinya.
***
Udara subuh membelai lembut di kulit wajah kedua insan yang masih terbawa mimpi mereka masing-masing.
Dengan manja selimut yang menutup tubuh mereka masih setia melekat dibadannya, nyaman dan hangat, itulah suasana didalam selimut.
Kringg .. kring ..
Ponsel milik salah satu dari mereka berbunyi diatas nakas, namun seperti orang tuli, suara bising itu tak terdengar ditelinga mereka sama sekali.
Kring .. kring ..
Kedua kalinya ponsel itu berbunyi, dan seperti biasa, kedua insan yang tengah tertidur pulas itu tak mendengarnya. Mereka asyik dengan selimut yang memanjakan kulit mereka.
Entah berapa kali ponsel itu terus berbunyi, namun lagi, mereka tak mendengarkan kebisingan itu.
Dug! Dug! Dug!
Allahuakbar .. allahuakbar ..
Adzan subuh berkumandang disalah satu masjid, pria yang sejak tadi tertidur pulas akhirnya terbangun dengan suara adzan.
Ia mengeliat dan menguap beberapa kali, netra yang telah jelas berhenti diwajah cantik wanita disampingnya, pria itu menatap dalam sang istri.
"Cantiknya, Istriku." pria itu membelai pipi tirus istrinya dengan sayang.
Wanita itu merasa terganggu, ia mengeliat sedikit.
"Cup, cup. Bobo yang nyenyak, Sayang." ucap pria itu mengelus lembut pucuk kepala sang istrinya.
Pria itu mendekatkan tubuhnya agar rapat dengan sang istri, lagi, pria itu menatap lekat wajah sang istri dari dekat.
"Iya, aku cantik kok. Jadi udah dong liatin nya," ucap wanita itu setelah netranya terbuka melihat wajah suaminya yang sangat dekat.
Fikri, pria itu kaget dengan suara yang diucapkan oleh sang kekasih halalnya. Ia menjauhkan badan dan wajahnya dari sang istri, dan bergegas turun dari ranjang.
"Eh, mau kemana? Udah bosen liatinnya? Gak mau nambah atau lebih lama lagi, gitu?" wanita itu segaja menggoda suaminya, ia tau pasti pria itu tengah salting.
"Ih, kok dikacangin sih. Sini dong balik lagi, nih mau ngecup gak?"
Langkah Fikri terhenti, ia berbalik menatap sang istri. "Beneran?" tanyanya dengan muka berbinar.
"Tapi, boong. Hahaha," tawa wanita itu pecah saat melihat wajah cemberut suaminya.
"Ish!" ia menghentakan kakinya dan kembali melanjutkan langkahnya menuju kamar mandi.
"Hahaha, ngambek niehh. Hahaha,"
Baru saja bangun dari alam mimpi, wanita itu tertawa puas plus kencang.
Alisya, wanita itu segera bersiap untuk mengambil air wudhu. Tapi, terlebih dahulu ia membereskan selimut, guling dan bantal yang terlihat acak-acakan.
Sembari menunggu sang suami keluar dari kamar mandi, untuk gantian berwudu dan mandi. Alisya membereskan kamarnya terlebih dahulu.
Setelah semua bersih, rapi dan enak dilihat. Akhirnya Fikri keluar dari kamar mandi, Alisya yang tengah membaca salah satu novel di atas meja segera bergegas melangkahkan kakinya.
"Marah nihh," goda Ica menaik-naikan alisnya seraya menghalangi jalan Fikri.
"Awas ih! Aku punya wudhu," ketus Fikri.
"Yee, tinggal ambil wudhu lagi kok repot." ucap Ica.
"Jan marah dong, ish!"
Ica yang merasa perasaannya hambar melihat sang suami marah, akhirnya mengemis meminta maaf.
"Yaudah kalo gak dimaafin, FINE!" kini Ica yang menghentakan kakinya.
Dan tanpa sepengatuhan orang lain, Fikri tersenyum menang.
Aww!
Ringis Ica memegang perutnya, serasa ada sebuah pukulan hebat diperut itu.
Fikri acuh mendengar ringisan kecil dari Ica. "Pasti boong ah." pikir Fikri.
..
Mksi udh bca smpe sini :)
KAMU SEDANG MEMBACA
Cinta Sang Dokter (Slow Up)
Fiksi Umum17+ [Sedikit dan gak banyak mengandung unsur dewasa] Follow sebelum baca :) *** Mencintai setelah menikah itu, INDAH. mau apa-apa gak sungkan, tinggal lakuin aja. kan udah sah. *** ⚠ Cerita ini pertama buat, mohon maaf atas tada baca yang tak sesuai...
