Melajukan motor hitam itu lalu memberhentikannya di depan warteg langganannya. Warteg Bu Rohi, penjual mie ayam.
Saat tiba, Ara dibuat bingung. Melihat itu, Aksa langsung menarik lengan cewek itu agar duduk.
"Bu, dua mie ayam sama teh es juga." Setelah memesan, Aksa ikut duduk disamping Ara.
"Kenapa lo bawa gue kesini?" tanya Ara menumpu siku nya pada meja.
Aksa menatap Ara. "Makan. Pasti laper abis ngomong sama gue di halte tadi." Ia tertawa kecil membuat Ara tertegun melihat tawa merdu itu.
"Kenapa? Ganteng?" tanya Aksa menaik-turunkan alisnya membuat Ara mendengus.
"Iyain biar sadar!" jawab Ara malas.
Aksa langsung tertawa geli. Ia geleng-geleng kepala lalu terhenti ketika Bu Rohi membawa makanan mereka didepannya.
"Makasih, Bu." Aksa tersenyum kecil saat makanan itu sampai.
"Sama-sama Den. Ini siapa? Pacarnya yah?" tanya Bu Rohi "Pacar nya cantik. Cocok sama Aden," puji Bu Rohi tersenyum lebar.
"Doain Bu," jawab Aksa terkekeh dan dibalas Bu Rohi ikut tertawa.
"Aamiin."
Ara yang mendengar hanya tersenyum kikuk. "Bukan, Bu. Kita temen. Itupun baru kenal," jawabnya melirik sekilas pada Aksa.
Bu Rohi yang mendengar hanya tersenyum. "Jangan malu-malu." Ia terkikik tertahan. "Neng ini cewek yang pertama kali di bawa Den Aksa kesini selain Bundanya," bisik Bu Rohi lalu pergi ke dapur.
Ara yang mendengar hanya bingung. Ia terdiam dengan wajah datar namun menyiratkan sesuatu.
"Gak usah dipikirin," celetuk Aksa geleng-geleng kepala sambil melahap mie ayamnya. "Emang kaya gitu."
"Hm." Ara menjawab dengan bergumam kecil lalu memakan mie ayamnya.
Saat mereka sama-sama diam memakan mie ayam, tiba tiba ada yang menggebrak meja didepan mereka dengan keras. Hal itu membuat Ara tersedak, dengan sigap Aksa langsung mengambil minuman dan memberikannya ke Ara.
"Makasih," ujar Ara bernafas lega. Aksa mengangguk tersenyum tipis lalu berdiri namun ada yang mencegah.
"Lo mau ngapain?" Ara menatap Aksa dengan tangan mencekal.
Aksa menunjuk ke arah tempat yang menggebrak meja. "Mau nolongin Bu Rohi dari preman itu," jawabnya lalu menatap Ara kembali.
"Do'ain gue supaya menang ya?" Aksa terkekeh geli membuat Ara ikut terkekeh.
"Udah sana tolongin ibu nya. Nanti keburu pergi," usir Ara lalu mendorong Aksa. Bukannya apa, cuma ia percaya jika Raja Jalanan itu mampu melawan.
"Bye." Lalu melenggang pergi setelah mengedipkan matanya sebelah membuat Ara bergidik.
Saraf ni anak, batinnya.
"MANA UANGNYA?!" bentak pria berbadan kekar dengan tangan yang dipenuhi tato beserta gelang besar.
"Saya tidak akan menyerahkannya!" tolak Bu Rohi menatap tajam.
"CEPET KASIH! KALAU GAK-" Ucapan teman pria tadi terhenti ketika suara Aksa yang menantang di belakang mereka
"Cih! Bocah jangan main kesini!" decih pria bertato.
Aksa yang mendengar hanya menatap mereka dengan datar lalu mendengkus.
"Dasar Om-om. Udah tua masih aja mau malak! Sadar umur dong, Om!" ejeknya santai namun mampu membuat gerombolan pria bertato itu geram.
KAMU SEDANG MEMBACA
STARLA [END]
Novela JuvenilCerita : TAMAT (Part masih lengkap)✓ (Follow dan vote komentar jangan lupa, biar adem gitu haha) [PERJUANGAN DAN PERSAHABATAN DISEBUAH KEHIDUPAN] Pertemuan antara Sang Raja Jalanan dan sosok perempuan bermata biru penuh teka-teki, dan sifat yang san...
![STARLA [END]](https://img.wattpad.com/cover/222070326-64-k387078.jpg)