Dua Minggu sudah berlalu, Ara yang masih menjadi anak baru di SMA Permata, merasa lega karena tidak ada masalah besar yang datang. Senin, hari yang membuatnya benar-benar malas untuk bersekolah.
Saat tiba dikelas, Ara mendengar bisikan dari beberapa murid. Dari yang Ara dengar, ada 3 murid baru yang ingin masuk. Namun, ia hanya acuh tidak memikirkan murid baru itu.
Mereka melaksanakan upacara dengan berdiri ditengah lapangan yang sangat panas. Memberi hormat atas jasa pahlawan mereka.
Disisi lain, ada tiga cowok berseragam yang tampak baru dengan tulisan SMA Permata di lambang lengannya, tengah berdiri didepan sebuah gerbang besar sekolah.
"Lo yakin?" tanya Arga kepada Rafa, ragu.
"Yakinlah," sahut Deni cepat dibelakang mereka. Cowok itu maju dengan wajah bangga.
Mereka saat ini ada didepan gerbang SMA Permata, sekolah Ara. "Gue gak yakin kalau kita jadi murid baru, harus jadi pura-pura sok cool, " kata Arga.
"Tenang aja, kita kan cuma pura-pura," jawab Rafa. "Cuma cari suasana baru aja," lanjutnya santai.
Mereka bemang berencana pindah sekolah ke sekolah Ara. Dengan rencana mengubah cara bersekolah mereka di SMA Permata ini. Dari yang badboy dan pecicilan menjadi pura-pura dingin, datar, dan cuek atas saran sang raja gesrek, Rafa Putrajaksa. Sekalian melihat bagaimana reaksi Ara, terdengar aneh dengan rencana mereka. Bahkan sang pemberi rencana pun kadang terbahak keras saat membayangkan bagaimana mereka jadi orang cuek dan datar. Pada dasarnya, setiap di sekolah dan kehidupan sehari-hari, sifat mereka sangat tidak bisa diam, selalu pecicilan, dan berandal.
"Ayo masuk, ingat jaga image," peringat Rafa sedikit menahan tawa. Cowok itu terkikik saat mencoba wajah datar. Ia juga awalnya ragu, tapi karena ingin mencari suasana baru, mereka memutuskan akan tetap melanjutkan rencana itu.
"Eh eh? Gue mau...," kata Deni menggantungkan ucapannya membuat dua orang di depannya sedikit penasaran.
"Gue mau ketawa," lanjutnya lalu tertawa sambil menutup mulut dengan wajah memerah. Tak sanggup membayangkan lagi-lagi saat mereka menjadi cuek.
Rafa dengan cepat menjitak kening Deni yang membuatnya kesal. Arga yang melihat itu langsung menarik lengan mereka untuk memasuki gerbang.
"Siap?" tanya Rafa menaik-turunkan alisnya. Arga dan Deni mengangguk kecil dengan wajah masam menahan tawa.
"Kalau gue gak nahan ketawa di depan mereka gimana?" tanya Deni pada akhirnya.
"Kabur aja. Bilang lo buru-buru, lagian orang cool kadang mudah boong," jawab Rafa mencengir lebar.
"Ide bagus. Kita itu harus jaga image dingin, gue gak kebayang, gimana ya reaksi Ara? Apalagi kita pura-pura dingin," timpal Arga terbahak kecil.
"Udah diam lo berdua." Rafa mengintruksikan ke arah mereka agar siap-siap memasuki gerbang. Mereka berdua hanya mengangguk lalu melangkah mendekat.
"Siap?" tanya Rafa tersenyum bodoh ke arah mereka yang dibalas senyuman bodoh juga.
"Yoi."
"Go."
Mereka bertiga mulai memasang wajah dingin ketika memasuki gerbang. Tepat saat upacara telah usai membuat mereka menjadi pusat perhatian.
KAMU SEDANG MEMBACA
STARLA [END]
Ficção AdolescenteCerita : TAMAT (Part masih lengkap)✓ (Follow dan vote komentar jangan lupa, biar adem gitu haha) [PERJUANGAN DAN PERSAHABATAN DISEBUAH KEHIDUPAN] Pertemuan antara Sang Raja Jalanan dan sosok perempuan bermata biru penuh teka-teki, dan sifat yang san...
![STARLA [END]](https://img.wattpad.com/cover/222070326-64-k387078.jpg)