" Wajah polos lo, mereka hargain. Tapi, suara lo bakal gue akuin, sebagai drama queen yang orang liat bakal bilang, sinting."
~ Starla Arabella ~
*****
Tatapan tajam dan dingin sangat mereka rasakan saat ini. Ketegangan yang berada di Lapangan kosong dimana pertempuran besar terjadi seketika terhenti. Suara bariton penuh ancaman mereka dengar di ujung Lapangan tepat dibawah pohon besar dimana orang itu mengunci seluruh pergerakan seorang gadis. Pisau tajam penuh darah itu tepat berada di ujung leher sang sandera.
Dingin hawa angin malam tidak membuat mereka semua mengalihkan pandangan pada Leo dan seorang cewek yang menangis.
Kekagetan mereka tentu begitu kentara di wajah saat ini. Apalagi sandera adalah seorang gadis yang mereka pastikan adalah incaran yang lewat dari Lapangan kosong itu.
Untuk ketegangan seperti ini, Aksa mengangkat wajah dingin. Matanya menatap ke Ara yang sedang terdiam tanpa bergerak. Disebelah cewek itu, tentu ada cowok tersungkur yang sudah berpikir akan mencetak kemenangan setelah rencana ini. Rangga tersenyum menyeringai ke arah Leo mengatakan lewat isyarat mata kalau mereka pasti berhasil.
Suara deru nafas Ara begitu memburu saat matanya menatap Leo. Tangan yang mengepal erat kini ia gantikan menjadi lurus. Pikirannya harus tenang, tidak boleh gegabah melakukan sebuah keputusan yang nanti akan berakhir sia-sia termasuk kekalahan.
Leo melangkah maju mendekat ke arah tengah lapangan dengan tangan berlumur bercak darah yang sedang memegang pisau ke arah leher seorang gadis. Ia menyeret gadis itu dengan kasar yang langsung membuat sang empu meringis kesakitan.
"Gimana? Masih mau maju, atau menyerah?"
Tangan Leo yang memegang pisau itu bergerak semakin ke leher gadis itu. Matanya menatap ke Aksa dengan tatapan kemenangan.
"Jawab Aksara," lanjutnya merendah.
Rangga berdiri dari jatuhnya. Cowok itu perlahan mulai mengeluarkan sebuah benda yang berada di saku jaketnya. Lalu melangkahkan kakinya ke arah Leo. Senyum sinis tercetak di kedua sudut bibir mereka saat Rangga sudah berada di samping gadis itu.
"To..long..," lirih gadis itu dengan pelan namun terdengar mereka.
Mata gadis itu menatap ke arah Ara "To..long...gu..gue..," air matanya keluar begitu saja setelah lelah menangis.
Ara terdiam. Tangan yang kini lurus mulai menjadi sebuah kepalan erat menerawang sebuah ingatan entah apa.
Mata Leo menatap Ara dengan sinis. "Menyerah?"
Tatapan tajam langsung Ara layangkan ke arah cowok itu. Tangannya mengepal erat saat sudah tersadar. Ia menatap gadis yang ada di depan Leo.
Tatapan datar Ara layangkan ke arah gadis itu. Walau begitu, pikirannya terus berkelana entah kemana.
"Lepasin dia!"
Setelah terdiam cukup lama, kini suara dingin Ara mampu membuat mereka merinding. Termasuk Leo sendiri yang merasa takut kala mengingat tentang siapa Ara sebenarnya.
Sang pemimpin Bandung sudah terjun ke dunia jalanan.
Leo berusaha menetralkan wajahnya yang agak sedikit gugup.
Termasuk Rangga sendiri. Namun, cowok itu langsung mengingat tujuan utamanya. Ia menatap Ara dengan sinis. "Sekarang pilih. Pilih cewek ini dan kalian kalah, atau...terus ngelawan kita, dan cewek ini bakal abis."
KAMU SEDANG MEMBACA
STARLA [END]
Fiksi RemajaCerita : TAMAT (Part masih lengkap)✓ (Follow dan vote komentar jangan lupa, biar adem gitu haha) [PERJUANGAN DAN PERSAHABATAN DISEBUAH KEHIDUPAN] Pertemuan antara Sang Raja Jalanan dan sosok perempuan bermata biru penuh teka-teki, dan sifat yang san...
![STARLA [END]](https://img.wattpad.com/cover/222070326-64-k387078.jpg)