Part 60

287 26 1
                                        

Keesokan harinya

Saat jam makan siang, Michelle dan Ivan menyempatkan waktu untuk mendatangi sebuah butik.

" Siang mbak Rina." sapa Ivan.

" Siang, ayo kita masuk aku sudah siap semuanya." jawab Rina.

" Makasih mbak, maaf merepotkan." ujar Ivan.

" Tidak, justru inilah momen yang mbak tunggu, semoga rumah tangga kalian langgeng." doa Rina.

" Terima kasih mbak.". jawab Michelle.

" Ini mbak sudah siapkan 3 gaun, silahkan di pilih." ujar Rina.

" Sayang tolong bantu aku memilihnya." ucap Michelle

" Oke."  jawab Ivan bersemangat.

Setelah berdiskusi akhirnya mereka sepakat memilih  gaun berwarna putih dan pink.

" Kita pilih yang ini kak." ucap Michelle.

" Pilihan yang tepat,  ayo aku antar kalian ke ruang ganti." jawab Rina.

" Terima kasih kak."  sahut keduanya sambil tersenyum.

Beberapa saat kemudian, mereka selesai Michelle dan Ivan keluar secara bersamaan.

" Wow sempurna kalian memang pasangan serasi lalu kapan acaranya?" tanya Rina.

" Masih dalam pembicaraan tapi pasti dilaksanakan tahun ini." jawab Ivan.

" Oke, di tunggu kabarnya."
sahut Rina.

Tiba-tiba ponsel Ivan berdering, ternyata itu telpon dari sekretarisnya.

" Sayang,  maaf sepertinya aku harus segera kembali ke kantor,1 jam lagi ada meeting." ucap Ivan.

" Tidak masalah, aku juga harus ke kantor sampai ketemu." jawab Michelle.

" Bye sayang." ucap Ivan mencium kening Michelle lalu bergegas ke mobil.

30 menit kemudian,Ivan sampai di kantor, saya tunggu di ruang meeting." ucapnya.

" Baik." jawab Ratna.

15 menit kemudian,Client datang,Ivan terkejut saat melihat client barunya adalah Arman.

" Ivan, apa kabar?" tanya Arman.

" Baik,kau sendiri,kenapa bisa di sini?" sahut Ivan.

" Aku memang sengaja ingin menemuimu, banyak hal yang terjadi di hidupku dan hanya kaulah yang bisa ku percaya.

"Pernikahanku gagal, bisnis  juga masih merintis tapi saat ini mama sedang sakit, aku butuh uang 300 juta untuk operasi ibu, bisakah aku meminjam uang padamu?" tanya  Arman dengan mata berkaca-kaca.

" Aku ikut sedih mendengarnya, ini kau tak perlu meminjam, anggap saja ini pemberianku." jawab Ivan.

" Terima kasih Van, aku doakan kau segera menikah dan selalu bahagia. " ucap Arman lalu memeluknya erat.

" Sama-sama, pergilah aku doakan operasinya berjalan lancar dan Tante Anita cepat sembuh dan bisa kembali beraktivitas." jawab Ivan.

" Terima kasih, dukunganmu sangat berarti untukku aku permisi." ucap Arman bergegas keluar dari ruangan Ivan.

Mereka di sini, semoga ini bukan pertanda buruk, pernikahan kami harus tetap dilangsungkan,
maafkan aku tapi dia berhak bahagia gumam Ivan dalam hati.
Ivan dan Arini adalah teman SMA sementara Ivan bertemu dengan Arman saat keduanya kuliah di salah satu universitas di Amerika.

Sore harinya, Ivan bergegas menjemput Michelle

" Hai sayang." sapa Ivan.

" Hai, kamu di sini, ada apa?" sahut Michelle.

Kekuatan CintaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang